Postingan

Menyambut kemenangan

Sebulan penuh telah kita menjalani perintahMu Di penghujung Ramadhan malam tadi Di awal syawal pagi ini Bittersweet rasanya Pahit-manis Duka-suka Pahit duka melepaskan Ramadhan Manis suka menyambut Syawal Kemenangan itu telah tiba, masihkah menjadi hamba yang berpura-pura ? Mengapa kita berpura pura..? Jika kita bisa menjadi  hamba sejati. Banyak bilang ini hari yang suci Tapi sesucikah itu hati kita..? Banyak bilang hari ini Kosong-Kosong Tapi Sudahkah kita benar benar mengkosongkanngya..?

Deep

Gambar
ALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLAALLAAHU WALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR WALILLAAHIL HAMD... ⠀ Takbiran pada saat ‘Idul Fitri dimulai sejak maghrib malam tanggal 1 syawal sampai selesai shalat ‘Ied ⠀ Hal ini berdasarkan dalil berikut: Allah berfirman, “…hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (QS. Al Baqarah: 185) Ayat ini menjelaskan bahwasanya ketika orang sudah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan maka disyariatkan untuk mengagungkan Allah dengan bertakbir

Takut

Detik-detik melepaskannya terasa amat menyiksa. Ku rasa aku belum bisa maksimal menjamumu, belum juga totalitas melayanimu, namun diujung pertemuan ini, izinkan ku sampaikan pesan untukmu "Semoga aku bisa lebih baik selepas kepergianmu, agar kelak jika masih Allah perkenankan pertemuan kita berdua, kau lebih bangga melihatku ya Ramadhan" Masrifatun Nida' Rumah, 29 Ramadhan 1440H

Rekat

Gambar
Ramadhan, menjadi sebuah moment perbaikan. Mulai perbaikan ibadah pribadi hingga ibadah sosial, perbaikan hubungan dengan Allah pun hubungan dengan sesama makhluk Allah. Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan hingga detik ini berjumpa dengan bulan mulia ini. Ia mampu menyatukan manusia-manusia yang "super sibuk" di antara waktu mustajab. Merekatkan kembali hungan yang begitu baik sudah terjalin, dan barangkali vakum tuk bersua dan bertatap muka beberapa waktu tuk diwujudkan rindunya bertemu. Terima kasih, kepada segala pihak yang terlibat mewarnai Ramadhan kali ini, setetes niat kita tuk berbagi di jalan Raya, semoga dikabulkan Allah. Lewat agenda sederhana semacam ini, semoga ini mampu mempererat dan merekatkan ukhuwah kita selama ini ya kawan.

Sesak, terisak

Gambar
Semalaman, mengapa kau tak tertidur? Semalaman, apa yang sedang kau renungkan?  Semalaman, siapa yang kau pikirkan?  Semalaman, kau bertanya dimanakah tempat berpulang?  Sesak.  Kau tutup rapat mulutmu, dan dadamu berdegup kencang Terisak.  Hanya air mata dipipimu menjadi jawaban Mengapa bisa begini?  Kecewa cukup malam ini dan lupakan semua Sebab Rahmat Allah masih luas terbentang  Jangan lagi dadamu sesak dan kau terisak

Qona'ah

Jum'at ini, jum'at terakhir di bulan Ramadhan 1440H. Tadi dzuhur, sependengar saya Khotib di masjid sebelah rumah menyampaikan tentang sifat Qona'ah. Sayapun penasaran terkait dalilnya (maaf saya belum hafal betul) maka saya searching dan mendapati haditsnya.  Oh ya, mengingatkan kembali terkait pengertian sifat Qona'ah. Jadi,  Qanaah ialah sikap rela menerima atau merasa cukup dengan apa yang didapat serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kekurangan yang berlebih-lebihan . Qanaah muncul dalam kehidupan seseorang berupa sikap rela menerima keputusan Allah Swt. yang berlaku bagi dirinya. Sikap qanaah terkait erat dengan sikap syukur kepada Allah Swt. Perbedaannya sikap qanaah lebih menekankan rasa rela menerima ketentuan Allah swt, sementara syukur lebih menekankan rasa terima kasih dan harapan kepada Allah Swt. Kedua sikap ini berjalan beriringan dalam setiap kejadian.

25 Ramadhan

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” QS. Fushilat, Ayat 30

Aktivitasmu, ibadahmu

Gambar
Alhamdulillahirabbil Aalamiin...  Ucap syukur pada Allah, memasuki hari ke 24 Ramadhan ini, rasanya begitu syahdu. Ada beberapa hal yang berhak mendapat koreksi sejauh ini. Yap! Tentu soal ibadah. Saya pribadi merasa begitu random holiday ini di rumah. Beberapa waktu saya bisa sampai satu tempat ke tempat lainnya, pun bisa saja stay di rumah saja dengan rutinitas bersama pekerjaan rumah. Tetap bersyukur dengan segala aktivitas yang ada.  Pagi ini, seperti biasa usai sholat subuh dilanjut tilawah maka saya akan beristirahat sebentar. Lalu ada pesan yang masuk "Semoga segala aktivitas yang dilakukan hari ini bernilai ibadah" begitu bunyi chat tersebut. Seketika saya mengingat begitu banyak nasehat yang berkaitan dengan dua kata pokok "aktivitas" & "ibadah". 

Sopan santun itu menyelamatkan

Gambar
Alkisah, di Negeri Persia hifuplah seorang Raja yang begitu angunv dan patut di hormati. Suatu ketika, seorang pelayan (koki) datang memberikan hidangan. Namun, ada setetes makanan yang jatuh tepat di meja Raja. Rajapun marah dan mencari siapakah pelakunya. Raja merasa dijina dan tidak suka dengan kejadian itu, maka ia panggil Prajurit untuk memanggil sang koki tersebut. "Kau yang melakukan hal ini, maka akan ku hukum engkau dengan pasung". Setelah keputusan raja tersebut, maka datang kembali sang koki membawa makanan sebejana, ia tumpahkan isi makanan tersebut di tepat di depan meja sang Raja. Raja pun semakin geram, maka ia bertanya kepada koki tersebut. "Apa yang sedang kau lakukan?" Ia pun menjawab "Aku tidak ingin di luar sana, jika ada orang mendengar jika aku dipancung hanya gara-gara menumpahkan setetes saja makanan diatas meja Tuan.

Berlapang dada

Gambar
Untuk hari yang sungguh melelahkan, kejar kejaran dengan banyak pihak, tapi tetap bersyukur ,sebab Allah melipat semuanya dengan kemudahkan . Allah hadiahkan kaki ringkan melangkah menuju berbagai tempat ,lalu mendengar cerita orang lain .Maka tak sepatutnya ada kata mengeluh .Terima kasih hari ini.  *Especially: Pihak karyawan kecamatan, pihak kepolisian ,pihak balai desa .Oooh balada E Ktp . "Ingatlah Allah di waktu lapang ,maka Allah akan hadir di waktu sempit"

Mengharap hidayahMu

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ "Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." QS. Al-Qashash, Ayat 56 Yaa Rabby, Ihdinaash Shirootol Mustaqiim... Masrifatun Nida' ...

Doa yang menembus langit!

Kawan, dua puluh Ramadhan telah berlalu Syahdunya bulan mulia kian terasa Tapi, mengapa ada kecewa dalam dada kita? Sore ini, tak sengaja apa yang sama-sama kita rasa telah tumpah Lama, kita memikirkannya Lama, kita menganalisisnya Adakah yang salah dengan kita? Atau atasan saja yang bersikap seenaknya Kawan, dua puluh Ramadhan telah berlalu Allah Maha Tahu Allah selalu terjaga Melihat mimpi-mimpi kita Pun bagaimana kita diperlakukan

Rindu tausiyah

Rasa rasanya, sungguhlah berbeda suasanya jika sudah di rumah. Hal yang paling di rindukan adalah tausiyah. Nasehat, taujih apapun yang maraji'nya dari para Imam masjid/musholla kala saya berjamaah. Biasanya beberapa Imam akan mengutip beberapa dalil dari Riyadus Sholihin atau tadabbur al Qur'an atau juga membenturkan terhadap hal yang terjadi disekeliling ditambah dengan dalil. Malam ini, saya rindu itu.  Rupanya Allah menjawab kegundahan saya. Kali ini, tausiyahnya berbeda, tidak dari para Imam, tapi dari teman-teman. Malam ini, saya seakan langsung di tampar dengan berbagai cerita hidup simple tapi begitu mengubah plan hidup seseorang. Setiap keputusan, setiap apapun yang menghadang kita, wajib untuk kita tentukan jawaban. Kalau kata teman saya begini "Ternyata yang paling berat selain meninggalkan adalah menjalani" lalu saya ingat pesan teman saya satunya lagi: "Bahwa hidup ini perlu dijalani dengan ikhlas"

Lima sebelum lima

Bahwa petuah lima sebelum lima, begitu benar adanya: Sehat sebelum sakit Kaya sebelum miskin Muda sebelum tua Lapang sebelum sempit Hidup sebelum mati Begitu dekat, antara keduanya. Semoga Allah menjaga kita semua. Semoga tiada sesal di sesudahnya. Masrifatun Nida' Rumah, 18 Ramadhan 1440 H

Berusaha menjadi sholih sosial

Bismillahirrahmanirrahim... إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." QS. Ash-Shaf, Ayat 4 Komunitas yang baik, berasal dari individu yang baik. Masyarakat yang baik, berasal dari pribadi yang baik. Jika sendiri menjadi baik itu luar biasa, tentu bersama-...

Tumpah

Malam ini, malam ini terakhir kami duduk berbaris Malam ini, malam ini terakhir kita merapatkan shaf bersama Malam ini, air mataku tumpah Ukhuwah ini terjalin begitu erat duhai kawan dan anak-anakku Malam ini, bacaan ayat sang Imam meyayat hatiku Seakan semua artinya nampak dihadapan wajahku Malam ini, setiap rakaat tiba tiba ada air yang membasahi pipiku Ku usap, lalu tak tertahan mengalir lagi Tumpah Malam ini, aku rindu semuanya Rindu kehangatan keluarga Rindu sosok yang telah tiada Rindu menjadi pribadi yang lebih baik lagi Malam ini, rasanya tak mau lama-lama pamit dari ruang ini Malam ini, rasanya ku tak mau beranjak pergi Air mataku tumpah Malam ini, semoga bukan malam terakhir ku berjumpa denganmu ya Ramadhan Malam ini, semoga menjadi salah satu malam terindah ku menikmati setiap gerak ruku' sujudku Malam ini, semuanya tumpah Dan ku tak sanggup membendungnya Masrifatun Nida' Gresik, 16 Ramadhan 1440H

Tak cukup menjadi sholih pribadi

Jika tingkatan iman kita sudah mulai diperbaiki, maka Allah akan mudahkan kita melakukan segala amal kebajikan. Sholat, tilawah, melakukan amanah dengan baik. Namun sayang, saya pernah membaca salah satu qoutes bunyinya begini "Jika setan gagal membuatmu menjadi orang jahat, maka ia akan membuatmu menjadi orang yang (merasa baik)". Wallahu A'lam... Lalu, saya tertarik untuk membenturkan banyak fenomena di sekitar saya, tak perlulah jauh jauh kesana-sana. Ada beberapa manusia yang begitu baik amalnya kepada Allah, sayangnya ia hanya terpaku pada dirinya sendiri.

Setengah perjalanan menuju kemenangan

Tampak cerah langit malam ini Rembulan bersinar merona berseri Langit tampak ramai ada yang menghiasi Bulat penuh indah sekali Lalu, ada pesan menghampiri diri Bagaimana kabar separuh perjalananmu hingga hari ini?  Sudah tampak lebih baik kah duhai pribadi?  Atau malah membuat malu sahabat mulia datang menghampiri?  Sudah separuh perjalanan menuju kemenangan ied fitri Tapi pikiran masih saja terganggu ini itu Tak khusyu' menghadap Illahi Rabbi Masihkah ada ruang untuk memperbaiki?  Sudah separuh perjalanan menuju kemenangan ied fitri Tapi hati masih ada sifat iri dengki Tak ikhlas meresapi segala amal shalih Masihkah ada waktu untuk membenahi? 

Mengingat Allah lewat ciptaanNya

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُ...

Sabr

I can't do everything what you want. Masrifatun Nida' Gresik, 12 Ramadhan 1440H