Dibalik Rewelnya Anak
"Cup, cup,cup" sudah ya nak nangisnya, saya coba menengangkan.
Ternyata suara tangisannya semakin kencang dan menjadi-jadi, gerakan tubuhnya meminta dipeluk dan terkadang tidak terkontrol.
Kadang, ia hanya ingin mengungkapkan sesuatu namun tidak dapat mengungapkannya, maka menangis adalah jalan satu-satunya.
Ya, itulah yang saya rasakan kemarin. Saat sudah malam, Adeeva susah sekali diajak untuk memulai tidurnya. Ia ingin terus belajar huruf hijaiiyah, padahal energi saya rasanya sudah terkuras cukup habis sebab aksi rewelnya tadi siang. Ia yang tidak mau ditinggal barang sebentar, yang nempel kemana saja saya pergi, meminta untuk ditemani saat bermain, lalu seringkali bertanya dimana papanya sekarang?
"Paling dia pngin 2 ortu ne hdir nemeni tp gk bisa ngungkapin" balasan chat yang dikirim suami saat saya bercerita kejadian Adeeva hari ini.
Ayah Adeeva sedang di Surabaya untuk menjalankan pembekalan, kami di Gresik. Ayahnya berangkat ke Surabaya kala itu saat dia juga sudah berangkat mengaji, saat pulang ayahnya sudah tidak ada dan ia mencari.
Maka kemarin, ia tidak mau mengaji "barangkali takut ada yang hilang lagi" Tapi ia tetap bersemangat belajar dan belajar di jam biasanya ia pergi mengaji ke TPQ.
Anakku, maafkan ibu jika masih kurang bersabar atas tingkahmu. Dibalik rewelmu masih begitu banyak kepandaian dan nurutnya dirimu pada ibu. I love you ❤️
Masrifatun Nida'
Gresik, 21 Januari 2025

Komentar
Posting Komentar