Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berbahagia

Menyambut kemenangan

Sebulan penuh telah kita menjalani perintahMu Di penghujung Ramadhan malam tadi Di awal syawal pagi ini Bittersweet rasanya Pahit-manis Duka-suka Pahit duka melepaskan Ramadhan Manis suka menyambut Syawal Kemenangan itu telah tiba, masihkah menjadi hamba yang berpura-pura ? Mengapa kita berpura pura..? Jika kita bisa menjadi  hamba sejati. Banyak bilang ini hari yang suci Tapi sesucikah itu hati kita..? Banyak bilang hari ini Kosong-Kosong Tapi Sudahkah kita benar benar mengkosongkanngya..?

Rekat

Gambar
Ramadhan, menjadi sebuah moment perbaikan. Mulai perbaikan ibadah pribadi hingga ibadah sosial, perbaikan hubungan dengan Allah pun hubungan dengan sesama makhluk Allah. Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan hingga detik ini berjumpa dengan bulan mulia ini. Ia mampu menyatukan manusia-manusia yang "super sibuk" di antara waktu mustajab. Merekatkan kembali hungan yang begitu baik sudah terjalin, dan barangkali vakum tuk bersua dan bertatap muka beberapa waktu tuk diwujudkan rindunya bertemu. Terima kasih, kepada segala pihak yang terlibat mewarnai Ramadhan kali ini, setetes niat kita tuk berbagi di jalan Raya, semoga dikabulkan Allah. Lewat agenda sederhana semacam ini, semoga ini mampu mempererat dan merekatkan ukhuwah kita selama ini ya kawan.

Setengah perjalanan menuju kemenangan

Tampak cerah langit malam ini Rembulan bersinar merona berseri Langit tampak ramai ada yang menghiasi Bulat penuh indah sekali Lalu, ada pesan menghampiri diri Bagaimana kabar separuh perjalananmu hingga hari ini?  Sudah tampak lebih baik kah duhai pribadi?  Atau malah membuat malu sahabat mulia datang menghampiri?  Sudah separuh perjalanan menuju kemenangan ied fitri Tapi pikiran masih saja terganggu ini itu Tak khusyu' menghadap Illahi Rabbi Masihkah ada ruang untuk memperbaiki?  Sudah separuh perjalanan menuju kemenangan ied fitri Tapi hati masih ada sifat iri dengki Tak ikhlas meresapi segala amal shalih Masihkah ada waktu untuk membenahi? 

Kembali bertemu, bertemu kembali

(25/12/18) Duhai waktu, hari-hari ini kau mengajarkan banyak arti Tentang menunggu Tentang bertemu Lalu kembali Duhai kesempatan, hari hari ini kau mengajarkan ketidaksia-siaan Tentang mengambil keputusan  Tentang memilih Tentang menerima Tentang melakukan yang terbaik saat ini Duhai kau, hari hari ini yang telah mengajarkan apa arti setia Tentang menahan Tentang menjaga Tentang mengerti antar sesama Kita kembali tuk bertemu  Atau kita bertemu tuk kembali 

Koin pesok nan lusuh

Bismillahirrahmanirrahim... Selamat malam para pembaca 😉 Semoga semangat kita terus terpancar walau lelah di ujung malam ini tak terkira, Lillah InsyaAllah. (asal niatnya tepat!) Berbicara tentang niat, maka setiap insan memiliki harapan ditiap apa yang dilakukannya bernilai kebaikan, lebih-lebih bernilai kebaikan dalam beribadah. Apa yang diusahakan, apa dimiliki, semoga menjadi -wasilah- menuju pada baiknya ibadah. Lah! Menyinggung soal 'memiliki' maka ada hal yang begitu menarik saya dapatkan saat "pertemuan" jum'at siang kemarin. Kemarin, di saat para ikhwan berjamaah sholat jum'at di masjid sekolah, lalu para santri boardingpun berkumpul di tempat yang dinamakan webb. Saya berserta kelompok -liqo-pun berkumpul, ketika taujih disampaikan oleh murobbiyah kami, beliau mengawalinya dengan sebuah cerita. Begini kisahnya. (Saya kemas dengan bahasa pribadi saya. Bagi yang sudah pernah dengar dan membaca kisah ini, semoga mampu menjadi pengingat ...

Berbeda (antara yang terlihat dan dirasa)

Bismillahirrahmanirrahim.. Hay Hay Hay! Happy holiday! (Bagi yang masih liburan panjang) Happy monday! (Bagi yang sudah memulai rutinitas biasanya di hari senin ini) Alhamdulillah, masih diberi karunia berupa kesempatan tak terkira sanggup melaksanakan berpbagai aktivitas lagi. Sebelumnya mau review aja selama libur lebaran kemarin. Kira-kira hati kita "terusik" gak sih dengan banyaknya kejadian dan pertanyaan -kapan- dari orang-orangnya? Kalau aku sih "terusik", dan ini mau aku tuangkan dalam tulisan kali ini dengan banyak pertanyaan refleksi libur lebaran. Kalau mau sedikit menengok kebelakang lagi, pasti yang namanya lebaran dan rentetannya jadi event bahagia bagi banyak warga dengan orang dicintainya dan juga ajang kumpul-kumpul lagi dengan para kawan lama. Tapi juga jadi 'momok' yang dihindari oleh sebagian orang untuk rame-rame gitu. Well , itu semua juga pilihan masing-masing, yang pasti liburan seperti ini tuh jarang, cuma ada sekali ...

Dekat dan sederhana, cinta

Gambar
Ada yang tengah berjuang menerjang ramainya kendaraaan Ada yang telah menyingkap berkilo-kilo meter jalanan Ada yang sedang berdesakkan didalam angkutan kendaraan Ada yang menahan kesabaran di tengah lalu lintas kemacetan Demi menunaikan rindu yang lama telah bersemayam

Berbagilah! Berbahagialah!

Tertanggal 25 Januari 2018 di Pacet Mojokerto "Matur suwun yo Nak, lek gak awakmu sing enjo, nulung nang aku trus kate sopo mane?" (baca: Terima kasih ya Nak, kalau tidak kamu yang menolong saya, lantas siapa lagi?) Nadanya lirih, sambil berkaca-kaca. 'Ujar salah seorang mbah-mbah' Siang itu, seusai sholat dzuhur berjamaah. Saya sudah siapkan makanan siang untuk para peserta. Namun pandanganku mengarah kepada gerombolan warga membawa kertas kuning, yang tidak lain adalah kupon pengambilan sembako. Akhirnya saya berlari menuju panitia guna menanyakan teknis siang ini.  Akhirnya semua di arahkan menuju aula tempat kita berkegiatan selama 3 hari ini, para peserta diarahkan untuk membantu para ustadz/ahnya, menyiapkan segala macam guna menyambut seluruh warga dusun.  Acarapun dimulai, rencana awal saat di sekolah menyatakan bahwa sembako dan barbeque 'baju-baju bekas yang layak pakai' akan dijual dengan harga yang sungguh murah, namun selepas disana...