Tangannya
Yang paling erat menggenggam tanganmu sewaktu bayi adalah kedua orangtuamu, yang tangannya begitu kuat menopangmu, yang tak letih menuntun hingga kau sanggup berjalan sendiri bahkan berlari. Tangannya yang terus memeluk erat jika kau butuhkan, yang ada saat kau bahagia bahkan berduka, rangkulan yang menguatkan kala dadamu sesak sesunggukan, atau bersuka cita atas keberhasilan. Jabat tangannya, cium tangannya, tangannya takkan semulus milikmu, kasar tangannya sebab kerja kerasnya untukmu. Lalu, saat kau jauh dari keduanya, berkilo-kilo jarak pemisah, ruang yang begitu jauh tak terkira. Tangannya menjelma menjadi kehebatan tak terkira, keajaiban tak terduga, yang menembus langit langit angkasa, melangitkan doanya, menengadahkan doa-doa terbaik untuk kebahagiaan dunia dan akhiratmu. Masihkah kau tega membuatnnya bersedih?