Postingan

Menampilkan postingan dengan label IRT

Membangun peradaban

Alhamdulillah, satu kalimat yang menunjukkan betapa syukur kita kepada Allah, salah satunya tersebab saya masih diberi kesempatan menulis dan engkau mampu membacanya. Beberapa hari menghilang dari blog rasanya ada yang kurang, menenggelamkan semua kata hanya dalam sebuh renungan-renungan mendalam, kadangkala refleksi kadang juga kontemplasi. Dan kali ini, seusai banyak rentetan tulisan yang tertulis mengenai ibu rumah tangga yang arahnya pro kesana. Saya merasa masih banyak hal yang belum saya tuntaskan, dengan ilmu yang sungguh masih tak seberapa ini saya ingin berbagi, dan barangkali ada yang mau berbagi pula dengan saya (memberi masukan berupa kritik dan saran)  Kalimat pembuka, sebuah prolog sederhana akan keresahan saya pribadi mengenai apa sih ibu rumah tangga itu sedikit banyak sudah dijawab melalui empat postingan saya sebelum ini. Dan kali ini saya harap tulisan ini tak membuat otak saya bekerja lebih keras untuk memikirkannya terus-menerus, sebab terkadang selalu mer...

Keistimewaan Wanita: (Ibu Rumah Tangga

Bismillahirrahmanirrahim.   Catatan: Tindaklanjut berbagai komentar hasil tulisan kemarin. Semoga mampu menjadi pelengkap ya :) Sebuah percakapan~ Kamu: Jadi gimana rencana kedepan? Saya: Soal apa? Kamu: Soal menikah, soal masa depan kamu. Yuk tawakkal ke depan sudah jadi ibuk Nid Saya: Hehe, Wallahu A'lam Doanya mb :) Kamu: Hmm, Trus nanti kalau sudah berkeluarga apa masih ngajar? Saya: Pingennya jaga rumah, jadi ibu rumah tangga (tapi... 'tunggu jawaban saya di percakapan 2 ya :D') Kamu: Ayok semangat-semangatan Nid, kita sama-sama Ibu Rumah tangga. 'Kesimpulan percakapan ini saya tulis di postingan yang lalu, judulnya haruskah menjadi ibu rumah tangga?' Percakapan 2~ Dia: Nid, yang kamu maksud soal Ibu Rumah Tangga itu apa? Saya: Ya yang sesuai aku posting kemarin itu, hihi :) Dia: Jadi kamu bakal stay di rumah? Saya: Jadi begini ya, bekerja atau tidak bekerja bagi seorang istri & ibu adalah sebuah pilihan tepat bagi individu, ia past...

Jika saya menjadi 'Ibu Rumah Tangga' nanti

A'udzubillahi minaSyaitooni Rajiim... وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya" -Qs: Al-Ahzab, Ayat 33 Bismillahirrahmanirrahim Dimulai dengan menyebut AsmaNya semoga ketika saya menuliskan banyak hal yang salah masih ada yang setia mengingatkan. Jadi, kemarin seusai postingan saya yang berjudul haruskah jadi ibu rumah tangga , saya pribadi ingin meluruskan banyak hal. Rasanya ada hal yang harus kita pelajari lebih lanjut lagi, le...

Haruskah menjadi Ibu Rumah Tangga?

Nulisin judul, mau nerusin tulisan yang berbau ibuk-ibuk (for future).  "MANUSIA SUPER POWER | Seringkali tak perlu betahun tahun di bangku formal, lalu menjadi sarjana ini itu, tapi betapa mengagumkannya ketika semua sanggup dijalani, menjadi ahli semuanya, ahli kesehatan, koki terhebat dan ahli keuangan serta masih banyak lagi, sungguh menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.  itulah IBU"~ Beberapa latar belakang tentang ibu rumah tangga sudah saya cantumin di postingan mengenai bolehkah menjadi ibu rumah tangga saja? Klik disini dibaca ya :) setidaknya tulisan itu akan sedikit menjawab haruskah menjadi ibu rumah tangga? Dan dilanjut dengan percakapan sederhana berikut ini~

Bolehkah, jadi Ibu Rumah Tangga saja?

Ibu adalah madrasah Bila engkau mempersiapkannya dengan baik Berarti engkau telah mempersiapkan suatu generasi yang mulia Ibu adalah taman Bila engkau rajin menyiramnya Maka ia akan tumbuh subur dan lebatlah dedaunannya Ibu adalah guru Guru dari segala guru Jasa-jasa besarnya akan menyilimuti seluruh cakrawala Sarjana muda (ex: mahasiswi) itu~ Sore ini, ia terbaring guna meluruskan punggungnya, sebab beberapa rencana telah batal ia laksanakan. Hari yang harusnya libur ia niatkan berkunjung ke saudaranya namun sayang, jadwal padat asrama rupanya tak memberi ruang, bagaimana tidak? Sejak sebelum matahari terbit, ia sudah membuka lebar matanya, meski ia hanya sempatkan dua-tiga jam mengistirahatkan tubuhnya semalam, dengan bahagia ia  mengawali menyebah pada RabbNya, lalu ia lanjutkan beberapa rakaat penyempurna, ditutup dengan kewajiban di subuh hari, mengawal beberapa agenda para santri terkhususnya itu, tak henti lalu dilanjutkan pada kegiatan pasti minggu pagi, mem...