"Berisik"
"Telingaku hampir panas mendengar euforia akan banyaknya hal yang di suarakan. Mataku memerah marah sebab terlalu banyak keramaian yang dipertontonkan. Otakku seakan pecah membaca bait-bait rancangan dewan yang katanya me-wakil-i rakyat. Apalagi hatiku, rasanya sudah menjerit berontak saja dari semua perkara ini." Beberapa waktu, aku memilih untuk "tenang" saja menyaksikan, egoisme itu seakan ku buang jauh-jauh dan ku tepikan saja, bahkan ingin ku tenggelamkan saja dalam samudera. Namun, hati kecilku berbisik "Harusnya, kau bersuara Nid!".