Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Catatan

Tentang Guru === Sulaiman baru saja menyelesaikan pengisian rapor online siswa siswinya ketika ia membuka akun fb-nya untuk sekedar melepas penat. Berita tentang Covid-19, masih mendominasi timeline. Beberapa tulisan ia baca, selebihnya dilewatkan karena dianggap tidak meyakinkan kebenarannya.  Beberapa detik kemudian, Sulaiman mendapati akun seorang walimuridnya membagikan sebuah artikel. Guru berusia 50 tahun itu pun penasaran ingin membaca artikel tersebut, setelah walimurid memberikan caption; “Semoga semua guru dan sekolah bisa berlapang dada menerima tulisan ini.” Oke. Dengan sekali klik, artikel itu muncul sepenuhnya. Artikel itu berbentuk kritik terhadap sistem pendidikan di masa pandemi Covid-19. Telah dishare sebanyak dua ribu kali. Viral. Sulaiman membaca satu per satu item opini yang dikemukakan oleh si penulis. 

Selalu ada harapan

Gambar
Meruntuhkan bangsa lewat akhlak rendah. Begitulah judul tulisan yang di muat di majalah Sabili cetakan Januari 2010. Hampir 10 tahun yang lalu, saat saya duduk di bangku akhir sekolah. Entah, beberapa pekan yang lalu tiba-tiba majalah itu ada persis di samping kala saya usai sholat. Oh iya, tulisan itu karya Herry Nurdi. Singkatnya, beliau menjabarkan tentang mata-mata Suriah, namanya adalah Eli Cohen, ia menyelundup dalam banyak sektor bahkan telah berpengaruh dalam komunitas Suriah di Argentina. Hampir-hampir saja, Eli Cohen menjadi Presiden Suriah, jika skandalnya yang rapi tak terbongkar, ganjarannya ia di gantung dj tengah lapang pada 18 Mei 1965 disaksikan lebih dari 10.000 rakyat Suriah.

Euforia -Selamat Hari Guru-

Gambar
Ramai sekali jagat dunia maya hari ini, sorak hore bertebaran akan selebrasi tertanggal 25 November. Ya, hari guru. Seorang "guru" mengungkapkan kegundahannnya, "rasa-rasanya makna hari ini tinggallah perayaan semata". Beberapa diantara mereka masih terbelenggu oleh kalimat yang tampak heroik namun mengandung duka. "Pahlawan tanpa tanda jasa", kalimat yang senantiasa didengungkan dalam artian apa itu guru. Semua kalimat yang nyatanya akan mengantarkan pada dua sudut pandang berbeda. Satu: Guru memang tanpa perlu diberi jasa, dua: Guru yang tak ternilai harganya. Bagaimana menurut anda terhadap apa yang terjadi dalam dunia nyata?  Berjuta manusia tak menyadari dan luput memberikan takdzim pada guru-guru yang tak pandai tebar pesona lewat layar kaca, kepada guru TPA, TK, SD, SMP, SMA dan dosen selama menempuh belajar.

"Berisik"

Gambar
"Telingaku hampir panas mendengar euforia akan banyaknya hal yang di suarakan. Mataku memerah marah sebab terlalu banyak keramaian yang dipertontonkan. Otakku seakan pecah membaca bait-bait rancangan dewan yang katanya me-wakil-i rakyat. Apalagi hatiku, rasanya sudah menjerit berontak saja dari semua perkara ini." Beberapa waktu, aku memilih untuk "tenang" saja menyaksikan, egoisme itu seakan ku buang jauh-jauh dan ku tepikan saja, bahkan ingin ku tenggelamkan saja dalam samudera. Namun, hati kecilku berbisik "Harusnya, kau bersuara Nid!".

Ibu kota baru

Gambar
Presiden Joko Widodo telah secara resmi mengumumkan lokasi yang rencananya menjadi ibu kota baru Indonesia. Pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Satu paragraf diatas yang sudah sampai pada telinga kawan pembaca semuanya. Jujur, kalau saya sebagai orang awam kaget mendengar berita tersebut. Tapi sekarang sudah tidak lagi, selepas membaca berita, melihat banyak pro kontra dan sharing dengan kawan saja. Maka, pikiran saya menjadi terbuka. Tanggal 26 Agustus 2019 lalu, Pak Jokowi telah menyiarkan langsung melalui akun resmi Kesekretariatan Kepresidenan via youtube. Beliau menyatakan bahwsanya ibu kota pindah. Kala itu, saya sudah menebak banyak hal. Bahwasannya disisi lain banyak beban yang sudah ditanggung oleh Jakarta namun disisi lain hati saya terusik terkait apa yang sedang terjadi di Indonesia.

Teruslah menebar kebaikan lewat pendidikan

Gambar
Pen·di·dik·an | Adalah "proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik;" begitulah menurut pengertian kamus besar bahasa Indonesia.  Setiap insan yang lahir di dunia, tentu mengalami proses pengubahan sikap dan tata laku, hal ini bisa diperoleh melalui lembaga formal maupun nonformal. Jika dalam sebuah lembaga formal tentu sekolah dapat menjadi salah satu contohnya, disini nanti akan ada sebuah pendidikan. Begitupun juga dalam sebuah lembaga nonformal, tentu keluarga dan lingkungan dapat dijadikan pula menjadi contohnya.  Dictionary of education menyebutkan bahwa pendidikan adalah proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat di mana ia hidup.

Pelajari adab dahulu, sebelum ilmu

Gambar
Malam ini, angin sepoi tak begitu kencang dari luar. Tapi cukup sejuk di dalam masjid tersebab kipas angin cukup kencang dinyalakan. Tiba-tiba teringat pesan ibunda tercinta kala aku masih duduk di kelas sekolah dasar. Kala itu, saat aku mulai malas berangkat mengaji aku tidak bergegas beranjak untuk persiapan berangkat. "Nida', gak ono sumur iku marani timbo. Tapi sing ono iku timbo marani sumur, Nak" (baca: "Nida', tidak ada sumur yang mendatangi ember, tapi yang ada itu ember mendatangi sumur, Nak") Begitulah singkat pesan yang begitu terpatri dalam lubuk hati. Bermajas, bermakna, dan aku hanya mengangguk iya saja kala itu. Hehehe

Selamat!

Gambar
Hari ini, apa yang konsumsi adalah budaya verbal dan ikut-ikutan. Yang menjadi viral sedang asyik sekali untuk menjadi panutan. Seperti hari ini, begitu banyak kawan media sosial yang kita kenal secara nyata atau bahkan teman sosmed entah berantah menyampaikan bentuk ucapan selamat! Yah, sebab hari ini diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional. Namun, sudahkah kita benar-benar menghayati dan mewujudkan 3 pesan Ki Hajar Dewantara? "Ing ngarso sang tulodo, di depan memberi contoh Ing madyo mangun karso, di tengah membangun karya Tut wuri handayani, di belakang memberi dorongan."

Aku masih bertanya-tanya

Gambar
Beberapa hari ini hatiku benar-benar tak tenang, semua terasa mencekam. Ada pilu yang begitu mendasar dalam jiwa, entah hendak ku tumpahkan kesiapa? Hendak kuadukan kemana? Semua terasa di adu domba, apa ini hanya praduga? Bukan! Ini benar-benar nyata. Hatiku menjerit tak bersuara. Kisah sedih di hari minggu kala itu menjadi rentetan ke sekian akan hadirnya sebuah framing yang tidak baik diantara kita. Kenapa yang tersudutkan selalu "kita"? Mendadak orang-orang begitu takut jika anak-anaknya mempelajari Islam sejak dini, mengikuti kajian-kajiannya, lalu nanti dewasa terjangkit virus bahaya berpaham radikal lalu terjadinya hal serupa. Ada yang salah? Jelas! Sesungguhnya Islam yang benar bukan demikian, Islam yang sempurna takkan seperti yang "mereka" kira dan tuduhkan. Lalu mendadak pula kita menjadi phobia sendiri dangan agama ini. Mendadak semua lebih rela jika anaknya tidak paham agama,

Sebab engkaulah teladanku

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim ... لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS: Surat Al-Ahzab, Ayat 21) Bersamaan dengan ayat diatas, bersamaan dengan dunia pendidikan, mari simak tulisan berikut ini: Pendidikan adalah kebutuhan yang harus dipenuhi guna menciptakan Bangsa yang kuat dan beradab, sejalan dengan harapan pemerintah terhadap pendidikan, maka semua ini yang berada di lingkarannya pun diharapkan mempu bahu-membahu mewujudkannya. Mulai dari sistem pendidikan, infrastruktur dan fasilitas sekolah yang memadai, hingga tenaga pendidik yang cakap dalam hal mendidik para pesertanya (baca: murid-muridnya). Saya pernah mendapatkan sebuah materi di dalam mata kuliah semasa studi dahulu, b...

Lewat buku

Gambar
Selamat hari buku! "Buku adalah jendela dunia" Semenjak kecil kita sudah akrab dengan pepatah itu, dan memang benar sudah terbukti bahwa buku-buku yang telah kita baca. Lewat buku, mata ini mampu melihat jauh, menerawang negara hingga benua di ujung sana, meski raga masih berdiam tempat saja. Lewat buku, jiwa ini merasuk pada zona waktu yang berbeda, padahal kita hanya santai duduk bersila. Demikianlah, lewat buku yang telah kita baca, membawa kita memliki ruang yang berbeda. Namun, ada survei mengejutkan untuk kita, masyarakat Indonesia. Tahun 2016, UNESCO menyebut jika minat baca masyarakat Indonesia berada di angka 0,001%. Artinya, dari seribu orang, hanya satu di antaranya yang memiliki kebiasaan membaca. Benar-benar memprihatinkan.

Pendidikan kita=Cara mendidik kita (kelak)

Gambar
PENDIDIKAN . Satu kata yang selalu menarik menjadi pembahasan, satu topik yang selalu membuat semangat mencari tahu. Bagaimana kabar pendidikan kita hari ini? Apa yang sedang terjadi dalam pendidikan kita hari ini? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pen·di·dik·an (n) proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik;. Kali ini mari kita belajar mengenai pendidikan karakter ya. Sudah beberapa waktu ini, kesibukan saya ada di pusat pendidikan (formal) bernama sekolah. Tepatnya di SMPIT, sekolah menengah pertama yang berbasis islam terpadu. Saya ingin berbagi kisah sedikit, yang semoga kita mampu saling belajar dari kisah ini. Singkatnya, tepat seminggu ini, ada salah satu kegiatan besar yang diagendakan oleh sekolah, dikawal langsung oleh tim ustadz/ah guru Qur'an,

Agar (kita) tahu

Gemuruh, ramai-riuh. Ku kira receh receh koin berjatuhan, rupaya ada dentuman yang di suarakan. Puisinya membelalak dunia maya hingga nyata, dengan pernyataannya, satu kalimat pembuka "Aku tak tahu syariat Islam" yang direntet dengan sajak-sajak selanjutnya. Segera, saya berusaha menemukan data valid melalui youtube , tapi apalah daya di tempat yang susah sinyal untuk memungkinkan menonton, maka saya meminta adik saya untuk mengirimkan video yang sudah ia lihat agar dikirimkan via whatsapp yang bisa sewaktu-waktu saya download (ketika sinyal yang oke tiba-tiba mampir). Dan Alhamdulillah, saya melihat video tersebut dengan seksama. Dan sungguh! Zaman ini, zaman yang benar-benarlah semua serba -campur aduk-.

Membangun peradaban

Alhamdulillah, satu kalimat yang menunjukkan betapa syukur kita kepada Allah, salah satunya tersebab saya masih diberi kesempatan menulis dan engkau mampu membacanya. Beberapa hari menghilang dari blog rasanya ada yang kurang, menenggelamkan semua kata hanya dalam sebuh renungan-renungan mendalam, kadangkala refleksi kadang juga kontemplasi. Dan kali ini, seusai banyak rentetan tulisan yang tertulis mengenai ibu rumah tangga yang arahnya pro kesana. Saya merasa masih banyak hal yang belum saya tuntaskan, dengan ilmu yang sungguh masih tak seberapa ini saya ingin berbagi, dan barangkali ada yang mau berbagi pula dengan saya (memberi masukan berupa kritik dan saran)  Kalimat pembuka, sebuah prolog sederhana akan keresahan saya pribadi mengenai apa sih ibu rumah tangga itu sedikit banyak sudah dijawab melalui empat postingan saya sebelum ini. Dan kali ini saya harap tulisan ini tak membuat otak saya bekerja lebih keras untuk memikirkannya terus-menerus, sebab terkadang selalu mer...

Siapa yang berhak disalahkan?

"Sebab, teladan terbaik bukan lewat bibir yang terus berujar, melainkan sebuah tindakan jelas yang akan menjadi panutan" Nida'~ Saya pernah mendapat cerita dalam sebuah pelatihan (yang saya gubah beberapa hal)~ Cerita ini berawal dari sebuah sekolah kecil yang berada di pelosok Negeri Indonesia, pendidikan yang kualitasnya masih belum bisa dipukul rata, dengan berbagai infrastuktur yang masih sangat kurang memadai, jadi tak heran akan menghasilkan output yang 'biasa-biasa saja', hingga akhirnya dikirimlah seorang sarjana muda, ia berasal dari pulau Jawa. Awal ia menjajaki pulau luar Jawa, hatinya sedikit kacau, ditambah hari survei yang ia anggap diluar dugaan, ia menyusuri setiap sudut sekolah bersama bapak kepala sekolah, dan tibalah pemandangan mengejutkan hatinya, sudah lewat jam yang ditentukan untuk masuk sekolah, masih banyak sekali murid-murid yang datang, bahkan sebagian tidak memakai seragam lengkap. Hingga akhirnya perasaannya dibaca oleh kepala s...

Hilangnya Keberkahan

Bismillahirrahmanirrahim, Dengan diawali menyebut Asma Allah,  semoga kita senantiasa terlindungi dari apa-apa yang membahayakan. Pun saya, saya terhindar dari melakukan banyak hal yang kurang berkenan, atau menyalahi tulisan sendiri. Dan kali ini, mari bersama bertafakkur tentang perjalanan hidup kita selama ini, tentang satu hal yang menjadikan hidup kita tenteram yakni sebuah keberkahan. Saya pernah membuat suatu update status whatsapp singkat mengenai sebuah keberkahan, selepas perjalanan siang hari menuju kediaman dari tempat pengabdian kala itu, di perjalanan saya berpikir mengenai kejadian-kejadian tak terduga yang akan terjadi kala saya berkendara, dilanjut malamnya saya membeli makanan lalu saya makan. Saya menyimpulkan satu hal kemudian. Betapa Allah masih sayang kepada kita: Manakala kita berkendara lalu lupa berdoa, masih Allah beri keselamatan sampai tujuan. Manakala kita makan lalu lupa berdoa, masih Allah beri rasa kenyang. Betapa ada satu hal yang kit...

Sejenak Muhasabah

(Bagian terhebat- perempuan) Hai, bertemu lagi dengan ruang berbagi saya, kali ini saya ingin sedikit sharing mengenai bagian perempuan yang sempat tertunda tertulis di tahun lalu. Jadi, tahun lalu (hehe, maksudnya beberapa bulan lalu), Saya mencoba menuliskan tiga keutamaan yang berbeda mengenai perempuan. Dan akan saya share ulang ketiganya dibawah, dan semoga tulisan kali ini akan menlengkapi apa yang sebenarnya " perempuan " itu sendiri bagi saya.  (Bolehlah di klik dan di baca yaa) 1. Bagian Utama http://nidamasrifah.blogspot.co.id/2017/11/perempuan.html?m=1 2. Bagian Terpenting http://nidamasrifah.blogspot.com/2017/12/engkau-sangat-berharga-jaga-kehormatanmu.html?m=1 3. Bagian Termulia http://nidamasrifah.blogspot.co.id/2017/12/kelak-mampukah-aku-setangguh-engkau.html?m=1 Setelah membaca ketiganya, pastilah setiap pembaca memiliki analisis tersendiri seperti apakah perempuan itu?

Kelak, mampukah aku setangguh engkau, wahai ibu?

(Bagian termulia- perempuan) "Siapa yang menghebatkan kita? Beliaulah Ibu. Ibu yang tak pernah merasa beban membawa kita sembilan bulan.  Ibu yang melahirkan kita lalu mempertaruhkan nyawanya. Ibu yang dengan kesabarannya, merawat, mendidik lantas menumbuhkan kita. Ibu yang tak pernah marah meski sering kali kita berbuat salah. Ibu yang dengan ikhlas melepas kita menuju tempat singgah guna menuntut ilmu dalam waktu yang lama. Lalu, Ibu yang sanggup menutupi air matanya kala kita kelak sudah tak tinggal serumah.    Lantas, sudah sampai mana baktimu padanya?" Sama seperti subuh-subuh yang lalu, selepas berjama'ah bersama dan mempersiapkan semuanya, berpamitan kepada sanak keluarga dan saudara, perempuan yang bersama dalam satu shaf itu telah siap mengantarmu hingga di pintu depan rumah, adik laki-lakimu siap mengantarmu juga, lalu adegan yang selalu sama selalu tercipta, haru biru saling melepaskan. Dan diam-diam kau naik diatas roda dua sambil sesunggukan me...

Engkau sangat berharga, jaga kehormatanmu!

(Bagian terpenting- perempuan) Suatu ketika , Q: Kapan sih kita diwajibkan pakai baju muslimah lengkap? A: Ya kewajiban kita dimanapun dan kapanpun ketika di luar rumah, (dan wajib memakainya juga selama di dalam rumah ketika kita bersama non mahram) Q: Ribet banget ya? Kan harusnya enak kemana-mana menyesuaikan, kayak ke kampus, trevelling, berolahraga, itu kan beda semua harusnya, palingan pakai baju muslimah pas ada pengajian, itu baru cocok. A: Gitu ya, kok makin ribet? Hehe Q: Bukan ribet kalau itu, itu namanya punya style, gak kayak "emak-emak". A: Itu sih menurutmu. Q: Trus menurutmu bagaimana pakaian "style" muslimah itu? A: Sangat sederhana, "Jika kau mengenakan pakaian itu, engkau yakin dengannya bisa kau gunakan untuk sholat kepada Rabbmu (yang terlihat hanya wajah dan pergelangan tangan)" Q: Oh jadi begitu menurutmu. A: InsyaAllah versi agama kita demikian. 

PEREMPUAN

(Bagian utama) Ada ketertarikan lebih ketika perempuan menjadi bahasannya, banyak hal yang semakin membuat saya tertarik, benar benar tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai perempuan. Hingga detik ini masih terus belajar. Jika ada yang mengatakan perempuan memiliki nilai lebih setelah adanya gerakan feminisme, jujur dengan tegas saya katakan. Saya tidak setuju, saya anti gerakan feminisme. Kenapa? Begini, feminisme lahir dan berkembang pesat sekitar akhir abad 19an, dipelopori oleh perempuan Eropa yang menganggap butuhnya kesataraan perempuan terhadap laki laki (gender), begitupun di dunia Timur ternyata berkembang seiring banyaknya yang pulang kedaerah Timur setelah melakukan studi di Barat. Feminisme dianggap gerakan yang benar benar mengangkat derajat perempuan. Saya tidak setuju, tersebab kenapa? Sebab jauh sebelum abad 19, hadirlah sosok pendobrak "kejahiliyaan" pemikiran masyarakat terhadap perempuan, ialah Nabi Muhammad SAW yang menempatkan pere...