Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ibadah

Aktivitasmu, ibadahmu

Gambar
Alhamdulillahirabbil Aalamiin...  Ucap syukur pada Allah, memasuki hari ke 24 Ramadhan ini, rasanya begitu syahdu. Ada beberapa hal yang berhak mendapat koreksi sejauh ini. Yap! Tentu soal ibadah. Saya pribadi merasa begitu random holiday ini di rumah. Beberapa waktu saya bisa sampai satu tempat ke tempat lainnya, pun bisa saja stay di rumah saja dengan rutinitas bersama pekerjaan rumah. Tetap bersyukur dengan segala aktivitas yang ada.  Pagi ini, seperti biasa usai sholat subuh dilanjut tilawah maka saya akan beristirahat sebentar. Lalu ada pesan yang masuk "Semoga segala aktivitas yang dilakukan hari ini bernilai ibadah" begitu bunyi chat tersebut. Seketika saya mengingat begitu banyak nasehat yang berkaitan dengan dua kata pokok "aktivitas" & "ibadah". 

Ingin melupakan duniaku untuk mengingatMu

Ketika Takbirotul Ihram dilaksanakan, maka gerak kedua telapak tangan mengikuti, lisan mengucap kalimat takbir, lalu hati berniat khusyu' menjalankan ibadah. Sesekali terbersit, kejadian-kejadian yang tak dan yang iya diharapkan, tiba-tiba saja teringat hal-hal kurang penting bahkan tidak penting. Lalu lalai, mata terkantuk-kantuk, hati yang lari-lari kesana kemari, lupa bacaan, lupa jumlah rakaat. Hingga akhirnya sampailah pada sujud akhir. "Astaghfirullah, sudah khusyu' kah ibadah kali ini ya Rabby?" lalu tasyahud akhir, salam.

Kerja bukan rutinitas biasa, jadikan ia ibadah!

Saya pernah membaca sebuah pesan, tapi maaf saya lupa siapa yg menuliskan, intinya adalah "Jika engkau digaji 5juta tapi engkau bekerja seperti orang yang digaji 10juta maka Allah akan mengganti 5juta sisanya itu dengan hal hal baik, mulai dari kesehatan yg tak ternilai, keluarga yang berkecukupan, anak-anak yang berbakti, ibadah yang teratur, dan tentu saja gaji yang barokah. Namun jika sebaliknya, jika engkau digaji 10juta tapi kerjamu seperti mereka yang digaji 5juta, siap-siap Allah akan ganti -kemalasanmu yang menyia-nyiakan 5juta- itu dengan ketidakbaikan, mulai dari kesehatan yang terganggu, keharmonisan keluarga pun berantakan, bahkan gaji yang terus dinilai kurang" Itulah sebuah pesan yang selalu saya pribadi ingat, dalam hal apapun, dalam bentuk kerja apapun. Jika dulu semasa kuliah saya mendapat amanah dalam hal "kerja" konsep itu yang saya terus dengungkan dalam hati. Namun namanya manusia biasa yang sering mengeluh, sayapun terkadang terlena tak be...