Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bersyukur

Kejutan pagi hari

Gambar
Lelaki itu datang lebih pagi, sambil memanggilku, aku yang masih sibuk di dapur usai menyelesaikan cucian piring dan ingin membuat wedang jahe ikut terkejut.  "Kok pagi mas, hehe" Tanyaku sambil tersenyum. "Iya dek, izin bentar habis ngisi kelas juga." Jawabnya "Oh ya, masih ada dek, nasi gorengnya tadi" Tanya beliau "Masih mas, maaf ya mas rasanya asin pol. Hahaha" Jawabku "Gapapa dek, aku laper nih. Tadi sarapannya dikit sih, hihi." Imbuhnya.  Lelaki itu mengangkat piringnya dan bersegera ke ruang tamu, aku yang masih sibuk mengaduk wedang jahe pun kembali sibuk sendiri. Sesegera mungkin aku menemani beliau, beliau menunjuk satu cup jus semangka kesukaanku. "Wah, sepagi ini mas. Hehe. Aku habiskan wedang jahe dulu ya mas, kemudian minum jusnya".  Beliau nampak terlalu menikmati nasi goreng terasin selama hidup yang pernah dirasakan mungkin, tanpa protes dan banyak komentar beliau tetap menghargai dan menghab...

Titik nol

Gambar
Aku mulai menulis lagi, merangkai kata kembali, namun sayang seketika itupun aku hapus kembali. Sebab aku bingung mulai dari mana.  Baikalah, kali ini aku menulis lagi, tak ku hapus kembali, sebab... Aku ingin menyampaikan kisah, padamu.  Genap sudah maret dua ribu dua puluh, bulan ke tiga di tahun ini, rasanya kita semua menghadapi suatu hal bersama. Ya, bersama-sama berduka atas nama sudut pandang kita.  Pandemi, adalah wabah yg berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yg luas, begitulah menurut kamus besar bahasa Indonesia yang baru aku lihat. Kiranya, tak perlu jua aku menulisnya di sini soal segala berita tentangnya, sila kalian cari sepuasnya tentang wabah ini via media sosial yang kalian punya. 

Hari-hari di bulan Februari

Gambar
Hallo Blog!  Hai Blogger!  Tara, aku mengunjungimu hari ini.  Rasa-rasanya lama juga tak menulis dan menumpahkan segala rasa lewat kata-kata.  And here we go, I would like to tell about my journey on February  (hehe lebih tepatnya sih  throwback  sebulanan hari-hari yang di jalani).  Alhamdulillah, Allah Maha baik masih memperkenankan hamba semacam aku untuk menghirup oksigen secara gratis tanpa harus meminta bantuan, masih di perkenankan dengan santai menulis lewat smartphone tanpa infus di tangan.  Alhamdulillah 'ala kulli hal.  Jadi begini, bagiku Februari adalah bulan kejutan, betapa tidak? Sebab di bulan ini rasanya fisik, mental dan hatiku ikut bekerja keras (hehehe).  Pertama  urusan fisik, hampir 3 pekan aku di ajak untuk pulang-pergi naik motor hampir setiap hari terpapar panas dan itu tidak biasa bagiku, dan memasuki ruangan berAc ketika di sekolah, bisa di bayangkan betapa berubahnya suhu tubuh sebab ...

23:48

Detaknya pun mulai terdengar, itu tandanya sekeliling sudah hening. "Tok, tok, tok, tok, tok" begitu jam dinding bersuara seakan ia ingin mengucapkan padaku bahwa malam sudah berada pada ujungnya dan saatnya beristirahat.  Tapi, malam ini mataku tak ingin terpejam sedang hatiku berbisik menyadarkan ada amanah esok yang juga harus dijalankan, maka aku putuskan beristirahat terlebih dahulu usai menafakkuri usia yang sudah seperempat abad ini. "Baarokallahu fii umry" aku menyelamati diriku sendiri sebagaimana banyak orang-orang mengucapkan hal tersebut padaku hari ini.  Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada kejutan tak terduga di hari seperti ini, meski aku sendiri tidak dibiasakan di keluarga memeriahkannya. Hanya saat ingat bahwa ada yang menambah usia maka kita saling mendoakan agar semakin berkah. Jika beberapa tahun lalu di tanah rantau orang-orang akan memberi "kejutan ekstrim" dua tahun terakhir ini kejutannya berubah menjadi syahdu,...

Menyambut kemenangan

Sebulan penuh telah kita menjalani perintahMu Di penghujung Ramadhan malam tadi Di awal syawal pagi ini Bittersweet rasanya Pahit-manis Duka-suka Pahit duka melepaskan Ramadhan Manis suka menyambut Syawal Kemenangan itu telah tiba, masihkah menjadi hamba yang berpura-pura ? Mengapa kita berpura pura..? Jika kita bisa menjadi  hamba sejati. Banyak bilang ini hari yang suci Tapi sesucikah itu hati kita..? Banyak bilang hari ini Kosong-Kosong Tapi Sudahkah kita benar benar mengkosongkanngya..?

Rekat

Gambar
Ramadhan, menjadi sebuah moment perbaikan. Mulai perbaikan ibadah pribadi hingga ibadah sosial, perbaikan hubungan dengan Allah pun hubungan dengan sesama makhluk Allah. Alhamdulillah, Allah memberikan kesempatan hingga detik ini berjumpa dengan bulan mulia ini. Ia mampu menyatukan manusia-manusia yang "super sibuk" di antara waktu mustajab. Merekatkan kembali hungan yang begitu baik sudah terjalin, dan barangkali vakum tuk bersua dan bertatap muka beberapa waktu tuk diwujudkan rindunya bertemu. Terima kasih, kepada segala pihak yang terlibat mewarnai Ramadhan kali ini, setetes niat kita tuk berbagi di jalan Raya, semoga dikabulkan Allah. Lewat agenda sederhana semacam ini, semoga ini mampu mempererat dan merekatkan ukhuwah kita selama ini ya kawan.

Menikmati bersama

Gambar
(25/12/18) Aku: Kalimat magic bagi seseorang yang dirundung rindu untuk bertemu sekaligus kesibukan jadwal penuh adalah "Bukan mencari waktu luang, tapi meluangkan waktu" agaknya kalimat sederhana itu mampu menjadi energi bagi mereka yang menaklukkannya dengan pembuktian. Seperti hari kemarin Tentang kita Tak banyak kata Hanya sebuah pengharapan saja Tak banyak bagaimana Hanya sebuah kalimat kita lihat nanti saja Tak banyak bertanya Hanya sebuah jawaban singkat iya saja Tak banyak harus apa Hanya menikmati waktu yang sudah Tuhan beri Seperti hari kemarin Aku syukur berbahagia