Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sabar

Sedih? Sewajarnya saja!

Setelah semua yang diusahakan dengan maksimal, namun kenyataannya belum juga menjadi rezeki. Tak apa bersedih. Mengambil sudit ruang tuk bertapa, mengoreksi diri dan langkah-langkah. Kadang, sambil terisak terpukul. Sesekali menggumam "kok bisa ya?" Lalu relung hati berbisik, [[ya mudah bagi Allah.]] Qadarullah wa Masya Fa'ala. Rupanya rasanya jauh lebih lega setelah berjuang melakukan yang terbaik, mencoba lagi meski dipatahkan. Setidaknya kita sudah mencoba (ulang). Selalu ada hikmah dibalik kejadian. Barangkali sekarang kamu belum merasakan. Tapi yakin inilah takdir terbaik Allah. Allahul Musta'an 🥹 Gresik, 25 Maret 2025 M | 25 Ramadhan 1446 H

Dibalik Perjalanan Kita

Gambar
Alhamdulillahi 'ala Kulli Haal, akhir tahun ini dengan berbagai pertimbangan kita memutuskan untuk silaturahim ke Jawa. Berbagai check list & bekal perjalanan tentu sudah kami persiapkan, termasuk memesan tiket berangkat dan kembali jauh-jauh hari. Rencana kita memilih berangkat naik pesawat dan pulang menggunakan kapal. 14 Desember 2022 : Take off pesawat yang diperkirakan pukul 16.05 Wita dan landing 18.10 wib di Surabaya, rupanya berubah total sebab pesawat dari Sumba delay hampir 2,5 jam. Menunggu di bandara cukup menyiksa, namun antusias untuk pulang sungguh luar biasa dan menjadi pelipur, sesekali resah  dengan keluarga yang sudah berangkat menjemput di bandara Surabaya khawatir terlalu malam menunggu kita. Qadarullah sampailah di Bali lanjut penerbangan ke Surabaya, rupanya kita adalah penumpang terakhir yang sudah ditunggu. Pesawat lepas landas dan tiba di Surabaya pukul 21.15 wib, drama kembali muncul ketika kami menunggu bagasi. Koper yang kita bawa hanya sebiji itu ...

Nahkoda dan Samudra

Hari ini, bisa jadi hatinya berkeping-keping runtuh kembali, berserakan, dan ia mencoba menata kembali, tapi belum begitu kuat, rapuh. Hari ini, bisa jadi air matanya tak tumpah, tapi badannya bergetar hebat, jantungnya berdegup lebih kencang, menahan beban hebat yang menimpa. Hari ini, bisa jadi tatapannya kosong, namun di dalam kedalaman sukmanya mengaga sebuah luka. Hari ini, ia berduka kembali, di samudra yang luas ini ia di tinggalkan kembali (tanpa nahkoda). Hari ini, ia menengadah ke atas, mendongak di atas layar kapal besar diatas samudra luas , menatap tajam langit yang sama luasnya, bahkan lebih luas. "Allah, bersamamu bundaku sayang"

Titik nol

Gambar
Aku mulai menulis lagi, merangkai kata kembali, namun sayang seketika itupun aku hapus kembali. Sebab aku bingung mulai dari mana.  Baikalah, kali ini aku menulis lagi, tak ku hapus kembali, sebab... Aku ingin menyampaikan kisah, padamu.  Genap sudah maret dua ribu dua puluh, bulan ke tiga di tahun ini, rasanya kita semua menghadapi suatu hal bersama. Ya, bersama-sama berduka atas nama sudut pandang kita.  Pandemi, adalah wabah yg berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yg luas, begitulah menurut kamus besar bahasa Indonesia yang baru aku lihat. Kiranya, tak perlu jua aku menulisnya di sini soal segala berita tentangnya, sila kalian cari sepuasnya tentang wabah ini via media sosial yang kalian punya. 

Menunggunya hampir setahun

Gambar
"Kita bisa antri kapan saja, tapi Allahlah yang punya kendali, bisa jadi tidak sesuai dengan nomor urut antrian, bisa jadi di perlambat ataupun di percepat". Singkat cerita, hampir setahun saya harus berurusan dengan e-ktp ini, semenjak usia yang harusnya di tetapkan memakai elektronik kartu tanda penduduk, sayang seribu sayang saya harus merelakan dengan banyak drama tetap membawa ktp jadul.  Hari-hari di akhir sekolah menengah atas, mengurus berkas yang butuh ktp, sering kali saya menemui sebuah tertawaan sebab e-ktp saya tak pernah juga sampai pada tangan saya. Hingga seusai masa kuliah, semua berubah. Saya harus mengurus e-ktp. Hampir setahun yang lalu semua drama di mulai semenjak saya meminta adik saya untuk mengurus ktp jadul saya agar diganti e-ktp, namun juga tidak ada titik terang, hingga akhirnya saya mempertanyakan bagaimana kabar e-ktp saya. Makin menyesakkan kala saya mengharap e-ktp jadi, malah ktp jadul saya 'dihilangkan'.  Maka ...

Hari-hari di bulan Februari

Gambar
Hallo Blog!  Hai Blogger!  Tara, aku mengunjungimu hari ini.  Rasa-rasanya lama juga tak menulis dan menumpahkan segala rasa lewat kata-kata.  And here we go, I would like to tell about my journey on February  (hehe lebih tepatnya sih  throwback  sebulanan hari-hari yang di jalani).  Alhamdulillah, Allah Maha baik masih memperkenankan hamba semacam aku untuk menghirup oksigen secara gratis tanpa harus meminta bantuan, masih di perkenankan dengan santai menulis lewat smartphone tanpa infus di tangan.  Alhamdulillah 'ala kulli hal.  Jadi begini, bagiku Februari adalah bulan kejutan, betapa tidak? Sebab di bulan ini rasanya fisik, mental dan hatiku ikut bekerja keras (hehehe).  Pertama  urusan fisik, hampir 3 pekan aku di ajak untuk pulang-pergi naik motor hampir setiap hari terpapar panas dan itu tidak biasa bagiku, dan memasuki ruangan berAc ketika di sekolah, bisa di bayangkan betapa berubahnya suhu tubuh sebab ...

23:48

Detaknya pun mulai terdengar, itu tandanya sekeliling sudah hening. "Tok, tok, tok, tok, tok" begitu jam dinding bersuara seakan ia ingin mengucapkan padaku bahwa malam sudah berada pada ujungnya dan saatnya beristirahat.  Tapi, malam ini mataku tak ingin terpejam sedang hatiku berbisik menyadarkan ada amanah esok yang juga harus dijalankan, maka aku putuskan beristirahat terlebih dahulu usai menafakkuri usia yang sudah seperempat abad ini. "Baarokallahu fii umry" aku menyelamati diriku sendiri sebagaimana banyak orang-orang mengucapkan hal tersebut padaku hari ini.  Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada kejutan tak terduga di hari seperti ini, meski aku sendiri tidak dibiasakan di keluarga memeriahkannya. Hanya saat ingat bahwa ada yang menambah usia maka kita saling mendoakan agar semakin berkah. Jika beberapa tahun lalu di tanah rantau orang-orang akan memberi "kejutan ekstrim" dua tahun terakhir ini kejutannya berubah menjadi syahdu,...

Qona'ah

Jum'at ini, jum'at terakhir di bulan Ramadhan 1440H. Tadi dzuhur, sependengar saya Khotib di masjid sebelah rumah menyampaikan tentang sifat Qona'ah. Sayapun penasaran terkait dalilnya (maaf saya belum hafal betul) maka saya searching dan mendapati haditsnya.  Oh ya, mengingatkan kembali terkait pengertian sifat Qona'ah. Jadi,  Qanaah ialah sikap rela menerima atau merasa cukup dengan apa yang didapat serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kekurangan yang berlebih-lebihan . Qanaah muncul dalam kehidupan seseorang berupa sikap rela menerima keputusan Allah Swt. yang berlaku bagi dirinya. Sikap qanaah terkait erat dengan sikap syukur kepada Allah Swt. Perbedaannya sikap qanaah lebih menekankan rasa rela menerima ketentuan Allah swt, sementara syukur lebih menekankan rasa terima kasih dan harapan kepada Allah Swt. Kedua sikap ini berjalan beriringan dalam setiap kejadian.

Berlapang dada

Gambar
Untuk hari yang sungguh melelahkan, kejar kejaran dengan banyak pihak, tapi tetap bersyukur ,sebab Allah melipat semuanya dengan kemudahkan . Allah hadiahkan kaki ringkan melangkah menuju berbagai tempat ,lalu mendengar cerita orang lain .Maka tak sepatutnya ada kata mengeluh .Terima kasih hari ini.  *Especially: Pihak karyawan kecamatan, pihak kepolisian ,pihak balai desa .Oooh balada E Ktp . "Ingatlah Allah di waktu lapang ,maka Allah akan hadir di waktu sempit"

Lima sebelum lima

Bahwa petuah lima sebelum lima, begitu benar adanya: Sehat sebelum sakit Kaya sebelum miskin Muda sebelum tua Lapang sebelum sempit Hidup sebelum mati Begitu dekat, antara keduanya. Semoga Allah menjaga kita semua. Semoga tiada sesal di sesudahnya. Masrifatun Nida' Rumah, 18 Ramadhan 1440 H

Sabr

I can't do everything what you want. Masrifatun Nida' Gresik, 12 Ramadhan 1440H

Hari ke 9 Ramadhan

Alhamdulillah, kita diberi Allah kesempatan menikmati bulan mulia hingga detik ini.  Terawih kali ini Imam, Ustadz Arrham menyampaikan tausiyah tentang pentingnya istiqomah, ada doa yang selalu diucapkan oleh Tabi'in Imam Hasan Al Bishri ya itu "Allahumma Anta Rabbuna, war zuqnal Istiqomah" Kemarin, isi tausiyah Ustadz Masnun Al Hafidz adalah mengenai sabar. Begitu banyak sekali dalil yang disampaikan oleh beliau. Salah satunya adalah: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar" QS. Al-Baqarah, Ayat 155

Inspiring Book: Fajar Sang Hafizh

Gambar
Inspiring book: Fajar Sang Hafizh (Anak Lumpuh otak hafal Al Qur'an ) وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ "Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" QS. Al-Qamar, Ayat 17 Ada beberapa cuplikan menarik berasal dari kata pengantar buku inspiratif ini.  Semua ini adalah informasi Al-Qur'an yang sejalan dengan tubuh dan tubuh ini dibuat untuk sejalan dengan Al Qur'an Al-Karim. Karenanya alam jagad raya ini adalah Al Qur'an dalam bentuk visual, dan Al Qur'an yang kita baca adalah alam Raya dalam bentuk tulisan, sementara Muhammad Saw adalah Al Qur'an yang beraktivitas, berjalan dan bergerak. Ketiganya ini menyatu dan sejalan. (KH Bachtiar Nasir)  Syekh Khalid bin Abdullah Al Hamudi "Saya lihat dia (Fajar) memilki kekuatan hafalan yang kuat dan tajam. Ini tentu saja merupakan karunia Allah Swt. Saya kira hal itu bisa terja...

Faith

"Di segala keterbatasan kita , Allah Maha Tak Terbatas" Masrifatun Nida' Gresik, 03 Ramadhan 1440H

Nikmatnya buah kesabaran: Ketabahan sejati (Nabi Ayyub 'Alaihis Salaam)

Gambar
Dikisahkan... Berkata salah seorang malaikat kepada kawan-kawannya yang lagi berkumpul berbincang-bincang tentang tingkah-laku makhluk Allah, jenis manusia di atas bumi : "Aku tidak melihat seorang manusia yang hidup di atas bumi Allah yang lebih baik dari hamba Allah Ayyub". Ia adalah seorang mukmin sejati ahli ibadah yang tekun. Dari rezeki yang luas dan harta kekayaan yang diberikan oleh Allah kepadanya, ia mengenepikan sebahagian untuk menolong orang-orang yang memerlukan para fakir miskin. Hari-harinya terisi penuh dengan ibadah, sujud kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat dan kurnia yang diberikan kepadanya." Para kawanan malaikat yang mendengarkan kata-kata pujian dan sanjungan untuk diri Ayyub mengakui kebenaran itu bahkan masing-masing menambahkan lagi dengan menyebut beberapa sifat dan tabiat yang lain yang ada pada diri Ayyub. Percakapan para malaikat yang memuji-muji Ayyub itu didengar oleh Iblis yang sedang berada tidak jauh dari temp...

Nothing

Gambar
"Life is never flat" Tagline milik salah satu iklan makanan ringan. Yes right! Kehidupan ini gak datar. Jadi memang selalu berputar bagaimana jalannya(?), Kadang di bawah kadang di atas, kan bukan statis tapi dinamis. Maka, sedikit saja mengulangi perenungan tentang hidup-dan-kehidupan yang jalannya pasti gak mulus-mulus saja, ada naik turunnya. Yuk coba ingat-ingat kembali, sudah berapa nikmat yang tengah dan telah kita syukuri detik ini? Ada manusia, yang ia telah merasa berada di atas angin, sebab semua kenikmatan menjadi satu paket dalam hindupnya. | Badan segar, jiwa sehat, pikiran fresh, keluarga rukun, studi lancar, teman banyak, harta melimpah, bisnis aman, dan lainnya kenikmatan yang telah didapat. Lalu rasanya semua akan berjalan baik-baik saja untuk hari ini dan kedepannya.

Lelah Lillah

Pernahkah kita merasa bahwa hari ini begitu melelahkan? Lelah tak hanya sebagian anggota saja? Lelah mulai dari dalam dan luar? Lelah hati dan juga pikiran? Lelah syaraf-syaraf otak dan juga anggota badan? Lalu dengan lirih ada kalimat "Rasanya lelah sekali hari ini" Maka ingatlah pesan ini ⤵ "Bila kita merasa letih karena berbuat kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Dan bila kita bersenang-senang dengan dosa, kesenangan itu akan hilang dan dosa yang akan kekal” (Umar bin Khattab ra.)

Unpredictable

Jika detik ini hatimu sedang bersedih, atau kecewa, atau marah tanda tak terima, atau lebih dahsyat lagi tidak percaya akan apa yang terjadi, mengutuk apa yang ada saat ini, barangkali kau belum sisihkan ruang di hatimu. Ruang yang bernama penerimaan atas segala hal yang di luar rencana. Ada beberapa hal yang memang takkan sampai jika dinalar secara biasa, bahwa apa yang terjadi dalam hidup ini begitu menarik -apa yang terjadi sedetik kemudian, siapa yang bisa terka?- (Saya kira itu yang dimaksud bahwa kita takkan bisa meramalkannya) Terkadang, kita terlalu pandai membuat daftar rencana ini itu, lalu lupa bahwa ada yang lebih berhak menyeleksi kita pantas melaksanakan rencana tersebut atau tidak. Bukankah Allahlah Dzat yang Maha Mengetahui? Sedetik dari tulisan ini, sedetik dari mengetiknya, sedetik dari membacanya, kira-kira apa yang terjadi, ya! siapa yang bisa menduga?

Sudah bersabarkah hari ini? Sudah bersyukurkah setiap hari?

Lagi, sudah bersabarkah hari ini? Sudah bersyukurkah setiap hari? Senin awal tahun ini~ Sore tadi, selepas sholat ashar saya berniat untuk memasukkan sepeda motor yang ada di teras ke dalam rumah, karena memang sudah tidak ada niatan untuk keluar, namun tak dinyana ada teman saya masuk ke dalam rumah dan meminta bantuan untuk mengantarkan ke tempat kakak ipar yang baru melahirkan, alhasil rencana memasukkan sepeda motor ke dalam rumah seketika gagal, akhirnya saya antarkan ia dan juga mengantarkan ponakan yang tidak jadi masuk mengaji karena libur ke rumahnya. Sampai disana, saya hanya memikirkan rencana sangat jangka pendek yang sedikit molor tadi, sebab rencana awal saya (memasukkan sepeda motor ke dalam rumah, dilanjut memasak nasi dan lauk buat buka puasa nanti). Rupanya teman saya ngobrol banyak, dan saya sudah tidak nyaman sebab kepikiran itu tadi. Akhiranya saya beranikah diri tuk mengajaknya pamit undur diri. Sampai dirumah, sudah siap saya masukkan sepeda motor saya, ter...