Postingan

Tidak Sesuai Ekspektasi

Gambar
Beberapa hari yang lalu, kami melakukan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, setelah pikiran yang di habisi, saatnya fisik yang di ajak menjalani, jauh sebelum perjalanan, saya sendiri sebenarnya agak mawas diri, sebab kali ini perjalanan yang akan dilewati menggunakan kapal yang belum pernah kami naiki. Apalagi cuaca ekstrem yang menemani akhir-akhir ini. Ketika semua barang sudah kami list, satu persatu kami bungkus dan rapikan dengan alat yang bisa dibawa. Dan baru kali ini, karung kami ajak berkelana, hehe. Oh ya, sebelumnya ada beberapa orang baik datang, mengucapkan hati-hati bahkan beberapa memberikan kenang-kenangan dan juga doa tulus. Memandangi bangunan yang telah memberikan keamanan dan kenyaman selama kami tinggal disini, ah! Pasrah dan sedihnya ada, tapi tidak untuk diratapi . Saatnya berpamitan, dan ini merupakan momen yang menjengkelkan bagiku, air mataku selalu tumpah mana kali mengucap "Maaf ya pak(bu) atas segala khilaf selama bertetangga, dan t...

Malam-malam akhir tahun

Gambar
Saya bukan tipe yang melakukan ritual tertentu saat malam akhir tahun, sering kali waktu itu saya gunakan untuk tidur pulas, sebab hari sebelumnya sudah menulis banyak sekali resolusi. Hahaha (Meski ya banyak juga si evaluasinya). Namun, ada hal yang berbeda saya rasakan saat menikmati malam-malam akhir tahun di Sumba, kebetulan saat pergantian tahun 2023 menuju tahun 2024 saya sekeluarga menetap di Sumba, saat itu anak kami berusia bulanan, dan saya masih ingat betul bagaimana puncak malam akhir tahun kala itu sangat meriah, seingat saya bahkan sampai pukul 2 pagi WITA, suara dentuman kembang api masih terdengar, Alhamdulillahnya anak kami tidak terbangun. Saya jadi sempat khawatir pada akhir tahun 2025 kemarin, saya takut jika tidak bisa tertidur nyenyak dan anak saya ikut terganggu. Dan nampaknya benar dugaan saya, saat itu mata saya tidak dapat terlelap hingga pukul 3 pagi WITA. Dan saya baru tahu banyak hal menarik yang ada di Sumba saat malam-malam akhir tahun. Dan ...

Perspektif

Gambar
Tulisan kali ini berkelindan dengan tulisan sebelumnya. Jika yang lalu adalah sesuatu yang di luar kendaliku, maka kali ini adalah "saya" yang dapat mengendalikan diriku (untuk bersikap seperti apa ya?).  Diantara membludaknya informasi terhadap seseorang, mulai dari kontennya, life stylenya, live updatenya atau stories yang baru saja ia bagikan lewat akun media yang ia miliki. Kita jadi memiliki atau bahkan menyiapkan waktu untuk mengomentarinya, entah diceritakan lagi kepada orang lain atau hanya di simpan sendiri sambil membatin dalam hati. Dan sikap kita adalah penentunya. Saya jadi ingat pernah mendapatkan sebuah nasihat yang amat indah, "Pada saat seseorang melakukan kekhilafan, cari-carilah kebaikannya, ajari hatimu untuk berbaik sangka". Saya mencoba melatih mata dan hati saya agar mudah menaruh kebaikan di setiap postingan seseorang, mengatur diri agar tidak mudah larut dalam situasi tertentu. Dan ini sangat manjur agar hati kita tidak mudah "menuduh...

Menurutmu bukan menurutku

Gambar
Saya kadang heran, mengapa ada beberapa orang menganggap bahwa hidup saya "cari aman" ya? Hehe. Padahal sering kali saya merobohkan tembok-tembok kemustahilan demi memudahkan jalan saya yang sepertinya tak mudah. Namun, seiring berjalannya waktu, saya anggap hal tersebut adalah doa. Ya, hidup saya aman-aman saja dari segala marabahaya. Aamiin. Inspirasi tulisan ini saya dapatkan ketika baru saja selesai nyebokin bocah usia 2 tahun yang tengah malam kebangun ngompol dikit dilanjut mau di anter ke toilet, sambil nangis-nangis kecil gak jelas (ya namanya setengah sadar, sekarang dia sudah terlelap lagi, Alhamdulillah) Kembali ke topik awal tentang "aman", setelah menelaah lebih lanjut menurut KBBI, perasaan yang saya amini ini sesuai dengan beberapa point pengertiannya, khususnya di point terakhir yakni, tenteram; tidak merasa takut atau khawatir:  Jalan yang saya pilih dengan saudara sekalian memang nampak berbeda, namun bukan berarti saya luput dari badai...

Malam Refleksi

Gambar
Setelah menjadi seorang ibu dari toddler usia 2 tahunan, ada saja hal yang membuat dar-der-dor di setiap harinya, seorang anak yang bertambah keingin tahuannya, bertambah pula ucapan kata-katanya serta tingkah lakunya. Adakala dimana hari terasa begitu hangat, terasa begitu berwarna pun ada hari dimana terasa begitu penuh dengan penyesalan. Hari itu adalah hari dimana ketika seorang ibu tak dapat mengontrol emosinya. Dan hari itu pernah terjadi kepada saya, saya tak dapat menahan luapan emosi yang tak karuan, untung saja saya lalu mencoba tarik napas sejenak, beristighfar lalu mengelus anak saya tersebut, menangis dan meminta maaf. Saya benar-benar kelepasan dan malu rasanya melakukan demikian. Entah berapa buku yang saya baca, berapa podcast yang telah saya dengar, kala itu seakan saya kalah dengan emosi saya, dan lenyap semua ilmu parenting dari profesional. (Untungnya saya masih ingat hal pertama-tama yang harus dilakukan.) Menjadi seorang ibu dan perempuan tak luput dad...

Tenang dan cukup

Gambar
Nampaknya lama sekali saya tidak menulis di blog, (mantra lama yang acap kali saya katakan ketika mau nulis tapi -ragu-). Dan keraguan itu harus pelan-pelan saya robohkan, saya ingin terus menuliskan apapun "keresahan" lewat nulis mustinya si 😆, tapi selalu gagal lagi dan lagi. Ah sudahlah, banyak sekali ini intro di kepalaku. Jadi gini, sebelum menutup tahun 2025 yang lalu, saya sering sekali berpikir banyak hal, yah semacam evaluasi lalu resolusi. Meski tidak harus tertulis, rencana-rencana itu beberapa saya sampaikan kepada pasangan hidup, selebihnya saya simpan sebab tuk diri sendiri (soalnya itu tuh semacam reminder diri akan banyak hal). Bahkan terkadang, saya cukup melongo lalu memutar memori "kok bisa ya perjalanan ini begitu menarik hati?".  Yap, sore di penghujung tanggal 31 Desember 2025, tiba-tiba di otak saya terbersit keinginan untuk healing, [2 pekan suami libur dari tugasnya mengajar, (meski nyatanya beliau hampir setiap hari berangkat ke sekolah n...

Potret Literasi di Indonesia

Gambar
Potret pendidikan literasi di Indonesia menunjukkan kemajuan dalam beberapa aspek, namun masih menghadapi berbagai tantangan yang signifikan. Berikut ini adalah gambaran umum kondisi literasi di Indonesia beserta solusinya: Potret Pendidikan Literasi di Indonesia 1. Rendahnya Tingkat Literasi 🧩 Berdasarkan data dari **PISA (Programme for International Student Assessment)** oleh OECD, kemampuan membaca siswa Indonesia masih di bawah rata-rata negara-negara lain. 🧩 Banyak siswa belum mampu memahami dan menganalisis informasi dalam teks secara mendalam. 2. Ketimpangan Akses dan Kualitas Pendidikan 🧩 Daerah-daerah terpencil atau tertinggal seringkali kekurangan guru berkualitas, sarana belajar, dan akses terhadap buku bacaan. 🧩 Kota-kota besar memiliki fasilitas yang lebih baik, menciptakan kesenjangan antara urban dan rural. 3. Minat Baca yang Masih Rendah 🧩 Survei dari UNESCO menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah. Banyak orang lebih memilih k...