Tenang dan cukup


Nampaknya lama sekali saya tidak menulis di blog, (mantra lama yang acap kali saya katakan ketika mau nulis tapi -ragu-). Dan keraguan itu harus pelan-pelan saya robohkan, saya ingin terus menuliskan apapun "keresahan" lewat nulis mustinya si 😆, tapi selalu gagal lagi dan lagi. Ah sudahlah, banyak sekali ini intro di kepalaku.

Jadi gini, sebelum menutup tahun 2025 yang lalu, saya sering sekali berpikir banyak hal, yah semacam evaluasi lalu resolusi. Meski tidak harus tertulis, rencana-rencana itu beberapa saya sampaikan kepada pasangan hidup, selebihnya saya simpan sebab tuk diri sendiri (soalnya itu tuh semacam reminder diri akan banyak hal). Bahkan terkadang, saya cukup melongo lalu memutar memori "kok bisa ya perjalanan ini begitu menarik hati?". 

Yap, sore di penghujung tanggal 31 Desember 2025, tiba-tiba di otak saya terbersit keinginan untuk healing, [2 pekan suami libur dari tugasnya mengajar, (meski nyatanya beliau hampir setiap hari berangkat ke sekolah ngerjakan proyek yang tak ada habisnya), dan holiday kali ini kita bersepakat untuk stay di rumah aja.] Namun, entah angin darimana membuatku nyeletuk sore itu ke Adeeva.

"Nak, ayo segera mandi sore. Kita ajak Papa ke Bondosula," ucapku spontan
"Kemana Mama? Bon do su la!?" Tanya Adeeva
"Iya nak, kita mandi dulu, habis itu telpon Papa agar segera pulang. Trus kita berangkat deh" Rencanaku ku perjelas
-Tok- tok-tok! Assalamu'alaikum (Papa datang)-

Rencana yang tidak di rencanakan seringkali berbuah hasil daripada yang detail diperhitungkan. Dan sore itu kami bertiga berangkat ke bukit Bondosula. Alhamdulillah cuacanya sangat cerah, tak seperti hari-hari sebelumnya yang penuh dengan gerimis manis atau hujan lebat, semesta sedang mendukung kami, pikirku. 

Waah, tiba di bukit Bondosula, kami disajikan keindahan luar biasa, hamparan bukit yang hijau merona. Segera kami cari tempat nyaman untuk menyantap makanan. Membungkus makanan dari rumah, menikmatinya bersama, sebuah rezeki yang tak terkira. 

Sore itu, nampak banyak orang menghabiskan waktu bersama disana, padahal biasanya, bukit itu melompong tak ada orang (ketika kami kesana). Saya pribadi, sering kali di buat takjub dengan segala mahabaiknya Allah membuat tanah Sumba seindah ini. Banyak tempat healing murah yang ada di Sumba, dan ini salah satunya. 

Di penghujung tahun 2025 ini, saya hanya ingin menghabiskan waktu yang baik untuk orang yang amat dekat akhir-akhir ini menemani hidupku, suami dan anak perempuanku. Mereka selalu mengajarkan banyak hal dan selalu memberi warna-warni di setiap hariku.

Tahun ini, rasanya banyak hal yang membuat bahagia, pun pilu tak terkira, mulai dari kehilangan saudara, orangtua yang jatuh sakit , atau kegagalan mewujudkan impian. Semuanya menjadi noktah di perjalanan 2025.

Hidup yang beberapa hal di luar kendaliku ini begitu menarik dijalani dan di perjuangkan. Setidaknya tahun 2025 ini mengajarkan arti "tenang dan cukup" dan keduanya harus terus ku bawa di setiap perjalanan selanjutnya.

Pada akhirnya, hidup adalah perjalanan panjang untuk mengenal diri sendiri. Terinspirasi dari Socrates: “Know thyself”
Sumba, 07 Januari 2026
Masrifatun Nida'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Sesuai Ekspektasi

Alhamdulillah, 2 Tahun Adeeva

Sedih? Sewajarnya saja!