Menurutmu bukan menurutku

Saya kadang heran, mengapa ada beberapa orang menganggap bahwa hidup saya "cari aman" ya? Hehe.
Padahal sering kali saya merobohkan tembok-tembok kemustahilan demi memudahkan jalan saya yang sepertinya tak mudah. Namun, seiring berjalannya waktu, saya anggap hal tersebut adalah doa. Ya, hidup saya aman-aman saja dari segala marabahaya. Aamiin.

Inspirasi tulisan ini saya dapatkan ketika baru saja selesai nyebokin bocah usia 2 tahun yang tengah malam kebangun ngompol dikit dilanjut mau di anter ke toilet, sambil nangis-nangis kecil gak jelas (ya namanya setengah sadar, sekarang dia sudah terlelap lagi, Alhamdulillah)

Kembali ke topik awal tentang "aman", setelah menelaah lebih lanjut menurut KBBI, perasaan yang saya amini ini sesuai dengan beberapa point pengertiannya, khususnya di point terakhir yakni, tenteram; tidak merasa takut atau khawatir: 

Jalan yang saya pilih dengan saudara sekalian memang nampak berbeda, namun bukan berarti saya luput dari badai dan ombak di perjalanannya, ujian kita mungkin tak sama, sebab kolamnya berbeda, atau bisa jadi beda skala, namun bukan berarti dengan mudah melontarkan kata "cari aman" di setiap pilihan hidup yang kamu lihat lewat kacamatamu itu.

Hal ini bukan berarti menuntut orang lain tuk memahami, tapi menuntut orang lain agar tidak mudah menghakimi, kita ini tidak tau loh pergulatan apa yang terjadi padanya setiap hari, perjuangan apa yang ia lakukan ketika senyap, dan malam-malam panjang yang terus ia usahakan.

Jadi, menurutmu memilih aman seperti apa yang kau lihat padanya, sehingga membuatmu resah tak berkesudahan?

Semoga Allah senantiasa memudahkan setiap kebaikan yang kita usahakan, dan memiliki hati yang lebih lembut, pemikiran yang lebih luas, dan mulut yang tak mudah ceplas-ceplos.

Alih-alih terlihat cari aman seperti itu, saya sering kali memilih pilihan paling sulit di terima orang awam, saya kadang malah terlalu naif dan sok idealis, memilih sesuatu yang paling berisiko dan penuh konsekuensi. Dan ya memang, itu pilihan saya. Di setiap pilihan-pilihan itu selalu saya memohon kepada Allah agar pilihan itu mendapat hasil terbaikNya. Ya mungkin ini yang dilihat orang ya "cari aman".

Saya juga jarang berbicara di beberapa hal, tidak menanggapi apa yang sepertinya tidak perlu ditanggapi, dan belajar banyak hal setelah perjalanan ini, bukan berarti lagi-lagi "cari aman", tapi mencoba menempatkan diri pada tempatnya.

Barangkali akan sulit diterima, barangkali tidak sesuai harapanmu. Ya kan memang itu menurutmu bukan menurutku. 🫡

Sumba, 09 Januari 2026
Masrifatun Nida'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Sesuai Ekspektasi

Alhamdulillah, 2 Tahun Adeeva

Sedih? Sewajarnya saja!