Postingan

Menampilkan postingan dengan label Masa Lalu

Tentang Masa Lalu Kita

Gambar
Mungkin benar, di butuhkan waktu yang begitu tak terhitung demi mengubur masa-masa kelam yang pernah kita alami, menutup rapat rahasia menyedihkan yang sempat menghampiri dan berjuang menampakkan wajah termanis kala menatap hari-hari berlalu setelahnya.  Ada banyak rangkaian kisah yang terjadi hingga detik ini, beberapa di antaranya begitu menyakitkan, seperti obat pahit yang dapat menyembuhkan, maka masa lalu yang getir itu coba perlahan kita telan.  Beberapa waktu yang lalu ketika menuntaskan membaca buku 'Berani Tidak Disukai' saya mengulang-ulang bagian yang selaras dengan kejadian sehari-hari diantara kita. Berikut kalimatnya. 

Mari belajar memaafkan diri sendiri

Gambar
Bukankah sudah sering kali kita membaca banyak cerita motivasi. Soal masa lalu dan masa depan yang lajunya tak sama. Kalau bagiku, jika diibaratkan seseorang, maka masa lalu adalah ia yang akan menahan langkahmu, membuat matamu terus menatap kebelakang, bisa jadi banyak hal buruk yang sudah kau jalani lalu membuatmu sesunggukan menangis pilu, atau bisa jadi membuat semangat barumu muncul jika mengingat yang manis kembali, tapi ya bisa jadi. Sebab, jika kau hanya terpaku menatapnya saja, masa lalu takkan pernah bergerak maju, ia akan menahan langkahmu. Ya, manahan langkahmu.  Ibarat seseorang, ada yang siap mengulurkan tangannya itulah masa depanmu, ia masih misteri yang belum tahu bagaimana nanti jalan ceritanya, tergantung padamu. Siapkah melepaskan masa lalu, dan menerima uluran tangan masa depan yang bisa jadi mampu menjadi obat atas segala luka pedih masa lalumu. 

Berkelindan~

Gambar
Yang baru senantiasa berkelindan dengan yang lama Seperti jejak langkah yang harus ditempuh Memilih berhenti atau mendobrak keluar dari kenyamanan  Hey, bukankah semua adalah pilihan yang harus mendapatkan keputusan Pada semua yang lama dan membuat untaian hal hal baru kali ini  Terima kasih Karenamu, hari hari semakin mantap dan yakin untuk menetap Ya sesekali menatap bahwa keputusan baru diambil karena yang lama tak jemu menjadi pengingat

Tumbuh [Lantas] Runtuh

Gambar
Keping-keping, pelan-pelan, perlahan Bersamaan keyakinan utuh Menjadikan lebatlah kebaikan-kebaikan yang tumbuh Sayang seribu sayang Setitik hal yang merusak Menghancurkan segalanya Semuanya tiba-tiba runtuh~

Kamu teramat baik, masa lalumu tidak!

"Hari ini harus lebih baik dari kemarin: Jika hari ini lebih baik dari kemarin, kau beruntung! Jika hari ini sama seperti kemarin, kau merugi!  Jika hari ini lebih buruk dari kemarin, kau celaka! Esok hari harus lebih baik dari hari ini." Demikianlah tepatnya kemarin pagi saya diingatkan oleh pembina upacara di sekolah. Kata-kata yang sudah tak asing lagi di telinga, namun sungguh mewakili kualitas pribadi kita dari setiap hari yang kita lewati. Lalu adakah manusia yang tak pernah berbuat salah? Yang setiap harinya selalu baik-baik saja? Jawabannya tidak ada. Ribuan hari telah terlewati, begitu banyak pembelajaran yang harusnya penuh untuk dikantongi, namun nyatanya banyak yang telalu lengah dengan kesempatan yang ia punya, ia lupa untuk memperbaiki kualitas hidupnya bahkan akhiratnya, ia terpaku pada masa lalunya, masa kemarin yang ia kira tak ada kesempatan lagi tuk berbuat lebih.