Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sembuh

22.44 PM: Penghujung Januari

Bagaiamana kabarnya teman-teman? Ngelewatin 31/365 hari yang mengasyikkan dan mendebarkan di tahun ini. Banyak hal yang sudah hinggap dan menetap di kehidupan kita. Malam ini, bersyukur bisa luangin nulis di detik-detik pergantian bulan. Hehe :) Tanggal terakhir di bulan pertama tahun baru, mungkin sebagian orang telah merealisasikan resolusinya. Apa kabar saya? Kok saya makin kesini ngerasa bahwa tahun ini tidak mempunyai ambisi berlebih, atau emang gak sekreatif tahun-tahun sebelumnya yang antusias banget nulis di kertas trus di tempel di almari setiap harapan-harapan? "Lebih ke-berusaha menjalani maksimal setiap kesempatan, mendoakan impian-impian yang belum tuntas terealisasikan dan tentunya memandang hidup lebih sederhana." Cuma pengen ngingetin diri sendiri, bahwa bulan ini tuh fluktuatif banget rasanya hati, fisik dan mental. Mulai dari permulaan bulan yang stay di rumah, bisa baca buku sesuka hati, lanjut masuk kerja di pekan kedua yang ritmenya jauh berbeda, nikmat...

Meski, lukanya terlalu dalam, berharap akan segera sembuh,lalu tumbuh!

Semacam cerpen... Di sore tanggal perdana januari, akan menjadi hari 'sejarah pribadi' bagi ia, "Sore itu, tangisannya mampu menjadikan para tetangga penasaran, atau yang mungkin sekedar bertanya, ono opo nduk, kok nangis banter banget?" sebab pertama kali pula, kecerobohan menyebabkan hal yang fatal, yang harus menjadi pembelajaran! Menerima kenyataan bahwa jempolan kakinya terluka.  Seminggu berlalu, tepatnya sebelas hari ini jempolannya sudah berbeda-beda bentuk dan rupa tiap harinya, dua hari lalu, ada chat masuk di whatsapp dari orang rumah menanyakan kabar lukanya, lalu ia kirim jawaban bahwa semua aman. Alhamdulillah sudah sembuh. Namun dua hari lalu, rupanya kuku jempolan itu sudah tak mau berlama-lama bertengger, padahal sebelumnya sang kuku masih mau mendampingi, dugaannya salah, ia sudah tak bernyawa lagi, sudah harus dipotong.  Maka siang ini, ia putuskan tuk memotong bagian kukunya, sebab ia rasa tak perlu mengiyakan banyak orang untuk ke d...