Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita

Kenang-kenangan yang berpindah tangan

Gambar
"Hey, sepeda e sampean lo masih ada" Kalimat itu mengejutkan saya yang sedari tadi asyik menggunakan smartphone di atas kursi duduk.  "Sepeda apa?" Jawabku kaget. Hehe, itu tadi adik saya mengatakan demikian. "Sepeda e sampean yang biru pas sekolah" ... Lamunanku teringat terakhir kali menggunakan sepeda itu, dua kali di akhir detik-detik saya sekolah di tingkat akhir kala itu menyaksikan kecelakan dengan mata kepala saya. Wush! Dahsyat . Yang pertama, kecelakaan itu saya sendiri dengan sepeda motor yang dikendarai adik kelas saya, hal itu mengguncang batin & fisik saya dan sepeda saya. Tiba di rumah, saya nangis gak karuan. Shock , ditambah sepeda sudah tidak karuan di bagian depan, tapi Alhamdulillah masih bisa dikendarai selamat sampai di rumah. Yang kedua , seakan saya diingatkan kembali oleh kecelakaan kemarin. Pas esoknya saya melihat seorang yang ditabrak oleh sepeda motor, ya Allah memori itu masih begitu terlintas dibenak saya. Ya dua...

Percayalah, akan tiba (waktu) yang telah kau tunggu

Gambar
-03 Maret 2020- Pagi itu tiba-tiba ada pesan masuk lewat whatsapp, ku buka ternyata dari sahabatku.  Fila: "Nida' kenal mas Dian?" Aku: "Mas Dian Agus Salim?" Fila: "Iya" Aku: "Oh iya, dia seniorku di komisariat. Kenapa? Kamu sedang ta'aruf?" (Niat iseng ku bertanya)  Fila: "Doakan ya" (Seriusan dia menjawab)

Menunggunya hampir setahun

Gambar
"Kita bisa antri kapan saja, tapi Allahlah yang punya kendali, bisa jadi tidak sesuai dengan nomor urut antrian, bisa jadi di perlambat ataupun di percepat". Singkat cerita, hampir setahun saya harus berurusan dengan e-ktp ini, semenjak usia yang harusnya di tetapkan memakai elektronik kartu tanda penduduk, sayang seribu sayang saya harus merelakan dengan banyak drama tetap membawa ktp jadul.  Hari-hari di akhir sekolah menengah atas, mengurus berkas yang butuh ktp, sering kali saya menemui sebuah tertawaan sebab e-ktp saya tak pernah juga sampai pada tangan saya. Hingga seusai masa kuliah, semua berubah. Saya harus mengurus e-ktp. Hampir setahun yang lalu semua drama di mulai semenjak saya meminta adik saya untuk mengurus ktp jadul saya agar diganti e-ktp, namun juga tidak ada titik terang, hingga akhirnya saya mempertanyakan bagaimana kabar e-ktp saya. Makin menyesakkan kala saya mengharap e-ktp jadi, malah ktp jadul saya 'dihilangkan'.  Maka ...

Sepotong

Jika rahasia dan segala cerita hidup seseorang diibaratkan, aku sederhana sekali menyebutnya, ya ibarat sekotak. Sekotak yang penuh misteri dan rahasia pribadi. Dalam kotak itu, ada suka-duka, tangis-tawa, harapan-kecewa, hal-hal sederhana hingga kompleks campur menjadi satu.  Ia selalu membawa kotak itu kemanapun, jika ada kawan yang bersedia melihatnya, ia tentu pandai melihat kepada siapa hendak ia menunjukkannya. Tentunya tak sembarang orang, bisa jadi itu orangtuanya, bisa jadi sahabat dekatnya, siapapun yang sangat ia percaya.  Suatu waktu, ia telah memperlihatkan kotak itu, tapi ia hanya mengambil sebagiannya saja, tak semua isi kotak ia keluarkan. Ia ingin berbagi, tapi tak utuh. Hanya sepotong saja.

Mari belajar memaafkan diri sendiri

Gambar
Bukankah sudah sering kali kita membaca banyak cerita motivasi. Soal masa lalu dan masa depan yang lajunya tak sama. Kalau bagiku, jika diibaratkan seseorang, maka masa lalu adalah ia yang akan menahan langkahmu, membuat matamu terus menatap kebelakang, bisa jadi banyak hal buruk yang sudah kau jalani lalu membuatmu sesunggukan menangis pilu, atau bisa jadi membuat semangat barumu muncul jika mengingat yang manis kembali, tapi ya bisa jadi. Sebab, jika kau hanya terpaku menatapnya saja, masa lalu takkan pernah bergerak maju, ia akan menahan langkahmu. Ya, manahan langkahmu.  Ibarat seseorang, ada yang siap mengulurkan tangannya itulah masa depanmu, ia masih misteri yang belum tahu bagaimana nanti jalan ceritanya, tergantung padamu. Siapkah melepaskan masa lalu, dan menerima uluran tangan masa depan yang bisa jadi mampu menjadi obat atas segala luka pedih masa lalumu.