Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tenang

Tenang dan cukup

Gambar
Nampaknya lama sekali saya tidak menulis di blog, (mantra lama yang acap kali saya katakan ketika mau nulis tapi -ragu-). Dan keraguan itu harus pelan-pelan saya robohkan, saya ingin terus menuliskan apapun "keresahan" lewat nulis mustinya si 😆, tapi selalu gagal lagi dan lagi. Ah sudahlah, banyak sekali ini intro di kepalaku. Jadi gini, sebelum menutup tahun 2025 yang lalu, saya sering sekali berpikir banyak hal, yah semacam evaluasi lalu resolusi. Meski tidak harus tertulis, rencana-rencana itu beberapa saya sampaikan kepada pasangan hidup, selebihnya saya simpan sebab tuk diri sendiri (soalnya itu tuh semacam reminder diri akan banyak hal). Bahkan terkadang, saya cukup melongo lalu memutar memori "kok bisa ya perjalanan ini begitu menarik hati?".  Yap, sore di penghujung tanggal 31 Desember 2025, tiba-tiba di otak saya terbersit keinginan untuk healing, [2 pekan suami libur dari tugasnya mengajar, (meski nyatanya beliau hampir setiap hari berangkat ke sekolah n...

Koin pesok nan lusuh

Bismillahirrahmanirrahim... Selamat malam para pembaca 😉 Semoga semangat kita terus terpancar walau lelah di ujung malam ini tak terkira, Lillah InsyaAllah. (asal niatnya tepat!) Berbicara tentang niat, maka setiap insan memiliki harapan ditiap apa yang dilakukannya bernilai kebaikan, lebih-lebih bernilai kebaikan dalam beribadah. Apa yang diusahakan, apa dimiliki, semoga menjadi -wasilah- menuju pada baiknya ibadah. Lah! Menyinggung soal 'memiliki' maka ada hal yang begitu menarik saya dapatkan saat "pertemuan" jum'at siang kemarin. Kemarin, di saat para ikhwan berjamaah sholat jum'at di masjid sekolah, lalu para santri boardingpun berkumpul di tempat yang dinamakan webb. Saya berserta kelompok -liqo-pun berkumpul, ketika taujih disampaikan oleh murobbiyah kami, beliau mengawalinya dengan sebuah cerita. Begini kisahnya. (Saya kemas dengan bahasa pribadi saya. Bagi yang sudah pernah dengar dan membaca kisah ini, semoga mampu menjadi pengingat ...

Menenangkan Ego

Alhamdulillah, selamat malam wahai pembaca (padahal yang baca ya yang nulis ajah 'huhuhu) | Malam ini mau inget" hal mendasar aja dalam hidup ini~ Ketika semua sudah tinggal kenangan Dan kita memaksakan kehendak seperti yang lalu, ada yang salah pada diri ini, ada yang harus diteliti dengan jeli, dan sadarilah bahwa apa yang ada saat ini amatlah jauh dari yang waktu itu kan? Seperti suatu waktu kita mampu mengirim pesan ke seseorang dan mengharap ia membaca lantas menjawabnya, berjam-jam tanpa henti berdiskusi (Ia ada benar nyata menemani kita), atau suatu waktu kita bisa menghubungi seseorang untuk datang segera menemui sebab ada satu hal yang wajib diselesaikan segera (Ia ada dan mendatangi kita), atau suatu waktu sebaliknya, kita yang diharapkan seseorang, kita yang dimintai pertolongan, bahkan pada unit terdekat kita, ialah keluarga, anggota keluarga kita dan seterusnya.

Sudah tak sama

Kadang, hati ini ingin berlari sejauh mungkin dari keramaian, meninggalkan hiruk pikuk kehidupan, lalu sekencang mungkin langkah menuju puncak tertinggi, bisa jadi demikianlah manusia yang mencari jati diri, mencari dirinya diantara kesunyian alam terbuka.  Tapi, kau harus siap dengan segala hal sebelum berangkat kesana, kau wajib memastikan bahwa bekalmu telah siap, badanmu sudah tegap, jalanmu sudah lurus, hatimu juga jangan kau biarkan kosong. Sebab menuju puncak harus kau siapkan tekad bulat, diperjalanan itu ada banyak sekali track yang harus dilalui, jalan landai, jalan curam, jalan bebatuan, jalan bertanah liat, jalan kering, jalan basah, sebab hujan terkadang turun tak terduga (silahkan bawa payung juga :D), kau bisa naik dengan baik atau merangkak perlahan.