Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bahagia

It's Fun to be One

Gambar
MILISTONE ADEEVA MAHYATUL 'IZZAH Hallow Adeeva sayang, kelak jika engkau membaca catatan ibu ini "Ibu sangat bersyukur engkau ada di dunia ini. Terima kasih telah membersamai ibu belajar dan bertumbuh" Inilah serpihan perjalanan Adeeva setahun ini, masih banyak kebahagiaan & kejutan yang Adeeva berikan kepada kami, beberapa tak sempat di abadikan lewat aksara, namun, kamu perlu tahu bahwa semua terekam baik di dalam memori ibu (InsyaAllah) Here we go... Hari hati awal engkau lahir di dunia ini, hati tenaga dan pikiran ibu begitu riuh. Ada masa-masa adaptasi yang cukup signifikan ibu hadapi, soal mengASIhi hingga engkau yang mengajak ibu, ayah & mbah begadang tiap malam.  Hari-hari yang nampak menguras energi dan melelahkan itu, rupanya berlalu cepat setelah dijalani. Dan akhirnya genap usia 1 bulanmu, kita ldr-an lagi sama ayah (antara Kupang- Sumba). Setiap hari tak jemu ibu kirimkan segala bentuk perkembangan dan aktivitamu nak. Dan kini. Menuju 2 bulan, Alhamdu...

Kejutan pagi hari

Gambar
Lelaki itu datang lebih pagi, sambil memanggilku, aku yang masih sibuk di dapur usai menyelesaikan cucian piring dan ingin membuat wedang jahe ikut terkejut.  "Kok pagi mas, hehe" Tanyaku sambil tersenyum. "Iya dek, izin bentar habis ngisi kelas juga." Jawabnya "Oh ya, masih ada dek, nasi gorengnya tadi" Tanya beliau "Masih mas, maaf ya mas rasanya asin pol. Hahaha" Jawabku "Gapapa dek, aku laper nih. Tadi sarapannya dikit sih, hihi." Imbuhnya.  Lelaki itu mengangkat piringnya dan bersegera ke ruang tamu, aku yang masih sibuk mengaduk wedang jahe pun kembali sibuk sendiri. Sesegera mungkin aku menemani beliau, beliau menunjuk satu cup jus semangka kesukaanku. "Wah, sepagi ini mas. Hehe. Aku habiskan wedang jahe dulu ya mas, kemudian minum jusnya".  Beliau nampak terlalu menikmati nasi goreng terasin selama hidup yang pernah dirasakan mungkin, tanpa protes dan banyak komentar beliau tetap menghargai dan menghab...

22.44 PM: Penghujung Januari

Bagaiamana kabarnya teman-teman? Ngelewatin 31/365 hari yang mengasyikkan dan mendebarkan di tahun ini. Banyak hal yang sudah hinggap dan menetap di kehidupan kita. Malam ini, bersyukur bisa luangin nulis di detik-detik pergantian bulan. Hehe :) Tanggal terakhir di bulan pertama tahun baru, mungkin sebagian orang telah merealisasikan resolusinya. Apa kabar saya? Kok saya makin kesini ngerasa bahwa tahun ini tidak mempunyai ambisi berlebih, atau emang gak sekreatif tahun-tahun sebelumnya yang antusias banget nulis di kertas trus di tempel di almari setiap harapan-harapan? "Lebih ke-berusaha menjalani maksimal setiap kesempatan, mendoakan impian-impian yang belum tuntas terealisasikan dan tentunya memandang hidup lebih sederhana." Cuma pengen ngingetin diri sendiri, bahwa bulan ini tuh fluktuatif banget rasanya hati, fisik dan mental. Mulai dari permulaan bulan yang stay di rumah, bisa baca buku sesuka hati, lanjut masuk kerja di pekan kedua yang ritmenya jauh berbeda, nikmat...

1001 kepala

Saya lupa, kalimat berikut ini perkataan siapa, ataukah pepatah.  "1001 kepala, 1001 pemikiran" (Anonim)  Setidaknya dari kalimat itu, selalu saya ingat dan teringat bahwasanya setiap orang memiliki pemikiran masing-masing. Jadi, jika dua orang berdiskusi, otomatis pemikiran keduanya tidak bisa sama, apalagi lebih dari dua. (Beda lagi kan ya jika sefrekuensi meski cara berpikirnya berbeda).  Maka, jika ada dalam suatu -pembahasan- dan orang lain yang saya ajak bicara tidak sepemikiran dengan saya, kalimat magic diatas selalu menjadi wejangan pendingin bagi pribadi saya yang barangkali saat itu -jleb!-. Benar setiap insan membawa karakter pribadinya, banyak sekali hal yang mampu mempengaruhinya selain internal, seperti latar belakang keluarganya, pendidikannya, lingkungan pergaulannya, buku bacaannya, tontonannya, ruang sosialnya, cara pandangnya, pengalamannya, dan segala macam hal unik lain yang setiap manusia telah menunjukkan dialah ia.  

(Mencoba) berani!

Gambar
"Kadang banyak kesempatan yang datang, kita tolak lalu berujung pada penyesalan. Kadang banyak rencana baru yang menjanjikan, kita khawatir lalu berujung pada meninggalkan. Kadang hal-hal ajaib bisa saja tercipta, tapi kita takut mencoba. hingga berakhir dengan kondisi menyalahkan keadaan." Bagiku, untuk sesuatu yang istimewa itu harus benar-benar kita usahaankan dan perjuangkan. tak perlu langsung mematok pada hal-hal besar, kita bisa melatihnya dari hal-hal sederhana di dalam keseharian dan lingkaran kehidupan kita, agar menjadi habit di kemudian harinya. Dua hari yang lalu, teman semenjak kecil saya telah diwisuda, tepatnya di UINSA-Surabaya. Sejak awal kami sudah berjanji akan saling mengusahakan hadir satu sama lain, maka moment sebelum inipun saya terus berdoa "Semoga diberi Allah kesempatan". Dan Alhamdulillah, di rencana awal seperti tidak ada waktu yang memungkinkan pada jam dan hari tersebut, tapi rencana Allah berbeda. Semua sudah diatur olehN...

Sepotong

Jika rahasia dan segala cerita hidup seseorang diibaratkan, aku sederhana sekali menyebutnya, ya ibarat sekotak. Sekotak yang penuh misteri dan rahasia pribadi. Dalam kotak itu, ada suka-duka, tangis-tawa, harapan-kecewa, hal-hal sederhana hingga kompleks campur menjadi satu.  Ia selalu membawa kotak itu kemanapun, jika ada kawan yang bersedia melihatnya, ia tentu pandai melihat kepada siapa hendak ia menunjukkannya. Tentunya tak sembarang orang, bisa jadi itu orangtuanya, bisa jadi sahabat dekatnya, siapapun yang sangat ia percaya.  Suatu waktu, ia telah memperlihatkan kotak itu, tapi ia hanya mengambil sebagiannya saja, tak semua isi kotak ia keluarkan. Ia ingin berbagi, tapi tak utuh. Hanya sepotong saja.