Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perempuan

Ketika ''Buya Hamka; Berbicara tentang perempuan''

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Alhamdulillahirrabbil Aalamiin, sampai juga buku yang selama ini ingin saya lahap, meski butuh beberapa waktu untuk menyelesaikannya, sebab curi-curi waktu untuk membacanya. memebaca karya 'Buya Hamka' tentulah tak boleh tergesa, sebab setiap yang ditulis penuh dengan makna. kalau sekarang, bahasanya adalah 'daging semua'. Sudah saatnya karya seperti ini mendobrak, suguhan yang menyegarkan kerongkongan tersebab hausnya ilmu dari seorang ulama. Saya rasa, perang pemikiaran dan propaganda semakin riuh, sedang orang awam yang benar-benar ingin selamat dalam agamanya sendiri semakin terombang-ambing sebab begitu banyak pula buku bacaan yang disodorkan. Anyway, buku yang saya baca yang hendak saya review adalah pandangan Buya Hamka terkait perempuan itu sendiri. Membaca buku ini seakan 'menampar' saya. merenungi, ''Kenapa engkau diciptakan wahai Marifatun Nida' (baca: menjadi perempuan)?"

Khadijah binti Khuwailid

Gambar
Masrifatun Nida' Gresik , 11 Ramadhan 1440H

Perem(puan)

Gambar
"Apapun yang terjadi, kau harus berpendidikan, kau berhak punya harapan, impian. Lalu genggam dan lepaskan menuju langit tertinggi. Meski pada akhirnya kau tak terlihat di khayalak, tetap lewat jiwa dan ragamulah kau ciptakan sebuah peradaban" -Mengingat Hari Kartini '21 April'- Masrifatun Nida' Rumah, 22 April 2018

Sejenak Muhasabah

(Bagian terhebat- perempuan) Hai, bertemu lagi dengan ruang berbagi saya, kali ini saya ingin sedikit sharing mengenai bagian perempuan yang sempat tertunda tertulis di tahun lalu. Jadi, tahun lalu (hehe, maksudnya beberapa bulan lalu), Saya mencoba menuliskan tiga keutamaan yang berbeda mengenai perempuan. Dan akan saya share ulang ketiganya dibawah, dan semoga tulisan kali ini akan menlengkapi apa yang sebenarnya " perempuan " itu sendiri bagi saya.  (Bolehlah di klik dan di baca yaa) 1. Bagian Utama http://nidamasrifah.blogspot.co.id/2017/11/perempuan.html?m=1 2. Bagian Terpenting http://nidamasrifah.blogspot.com/2017/12/engkau-sangat-berharga-jaga-kehormatanmu.html?m=1 3. Bagian Termulia http://nidamasrifah.blogspot.co.id/2017/12/kelak-mampukah-aku-setangguh-engkau.html?m=1 Setelah membaca ketiganya, pastilah setiap pembaca memiliki analisis tersendiri seperti apakah perempuan itu?

Kelak, mampukah aku setangguh engkau, wahai ibu?

(Bagian termulia- perempuan) "Siapa yang menghebatkan kita? Beliaulah Ibu. Ibu yang tak pernah merasa beban membawa kita sembilan bulan.  Ibu yang melahirkan kita lalu mempertaruhkan nyawanya. Ibu yang dengan kesabarannya, merawat, mendidik lantas menumbuhkan kita. Ibu yang tak pernah marah meski sering kali kita berbuat salah. Ibu yang dengan ikhlas melepas kita menuju tempat singgah guna menuntut ilmu dalam waktu yang lama. Lalu, Ibu yang sanggup menutupi air matanya kala kita kelak sudah tak tinggal serumah.    Lantas, sudah sampai mana baktimu padanya?" Sama seperti subuh-subuh yang lalu, selepas berjama'ah bersama dan mempersiapkan semuanya, berpamitan kepada sanak keluarga dan saudara, perempuan yang bersama dalam satu shaf itu telah siap mengantarmu hingga di pintu depan rumah, adik laki-lakimu siap mengantarmu juga, lalu adegan yang selalu sama selalu tercipta, haru biru saling melepaskan. Dan diam-diam kau naik diatas roda dua sambil sesunggukan me...

Engkau sangat berharga, jaga kehormatanmu!

(Bagian terpenting- perempuan) Suatu ketika , Q: Kapan sih kita diwajibkan pakai baju muslimah lengkap? A: Ya kewajiban kita dimanapun dan kapanpun ketika di luar rumah, (dan wajib memakainya juga selama di dalam rumah ketika kita bersama non mahram) Q: Ribet banget ya? Kan harusnya enak kemana-mana menyesuaikan, kayak ke kampus, trevelling, berolahraga, itu kan beda semua harusnya, palingan pakai baju muslimah pas ada pengajian, itu baru cocok. A: Gitu ya, kok makin ribet? Hehe Q: Bukan ribet kalau itu, itu namanya punya style, gak kayak "emak-emak". A: Itu sih menurutmu. Q: Trus menurutmu bagaimana pakaian "style" muslimah itu? A: Sangat sederhana, "Jika kau mengenakan pakaian itu, engkau yakin dengannya bisa kau gunakan untuk sholat kepada Rabbmu (yang terlihat hanya wajah dan pergelangan tangan)" Q: Oh jadi begitu menurutmu. A: InsyaAllah versi agama kita demikian. 

PEREMPUAN

(Bagian utama) Ada ketertarikan lebih ketika perempuan menjadi bahasannya, banyak hal yang semakin membuat saya tertarik, benar benar tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai perempuan. Hingga detik ini masih terus belajar. Jika ada yang mengatakan perempuan memiliki nilai lebih setelah adanya gerakan feminisme, jujur dengan tegas saya katakan. Saya tidak setuju, saya anti gerakan feminisme. Kenapa? Begini, feminisme lahir dan berkembang pesat sekitar akhir abad 19an, dipelopori oleh perempuan Eropa yang menganggap butuhnya kesataraan perempuan terhadap laki laki (gender), begitupun di dunia Timur ternyata berkembang seiring banyaknya yang pulang kedaerah Timur setelah melakukan studi di Barat. Feminisme dianggap gerakan yang benar benar mengangkat derajat perempuan. Saya tidak setuju, tersebab kenapa? Sebab jauh sebelum abad 19, hadirlah sosok pendobrak "kejahiliyaan" pemikiran masyarakat terhadap perempuan, ialah Nabi Muhammad SAW yang menempatkan pere...