Perspektif

Tulisan kali ini berkelindan dengan tulisan sebelumnya. Jika yang lalu adalah sesuatu yang di luar kendaliku, maka kali ini adalah "saya" yang dapat mengendalikan diriku (untuk bersikap seperti apa ya?). 

Diantara membludaknya informasi terhadap seseorang, mulai dari kontennya, life stylenya, live updatenya atau stories yang baru saja ia bagikan lewat akun media yang ia miliki. Kita jadi memiliki atau bahkan menyiapkan waktu untuk mengomentarinya, entah diceritakan lagi kepada orang lain atau hanya di simpan sendiri sambil membatin dalam hati.

Dan sikap kita adalah penentunya. Saya jadi ingat pernah mendapatkan sebuah nasihat yang amat indah, "Pada saat seseorang melakukan kekhilafan, cari-carilah kebaikannya, ajari hatimu untuk berbaik sangka".
Saya mencoba melatih mata dan hati saya agar mudah menaruh kebaikan di setiap postingan seseorang, mengatur diri agar tidak mudah larut dalam situasi tertentu. Dan ini sangat manjur agar hati kita tidak mudah "menuduh" sembarangan.

Karena sesungguhnya prespektif seseorang itu tentu berbeda beda, dari sini kita belajar mengambil sebuah sikap terhadap apa yang bisa kita kontrol. Tentu tulisan ini selaras dengan informasi yang tidak melanggar norma dan syari'at. Jika sebaliknya, tentu kita punya andil untuk bersikap sesuai sunnah dan nasihat Nabi.

Sumba, 10 Januari 2026
Masrifatun Nida'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Sesuai Ekspektasi

Alhamdulillah, 2 Tahun Adeeva

Sedih? Sewajarnya saja!