Pertemuan dan Kebaikan
Sering kali, ada perasaan "khawatir dan takut" jika memulai petualangan baru. Merantau kembali ke daerah yang belum begitu dikenal, namun selalu percaya akan kalimat buya Hamka "Kita akan bertemu dengan apa yang kita cari" benar adanya.
Semalam suami bertanya dengan nada penasaran selepas membeli beberapa telur untuk sahur di kos didepan gang tempat kami tinggal sekarang. Beliau tanya "Dek, kamu masih ingat gak kira2 sama temenmu yang kelas i7 (program pkpba tahun 2013) dulu pas kuliah?" "Beberapa mungkin mas" ku jawab. (Kamu ingat yang namanya Zidni dek? (Wah, aku benar2 berusaha mengingatnya).
Hingga siang tadi, suamiku sengaja menyuruhku berhenti masuk ke dalam kiosnya, lalu bersalaman dan bersilaturrahim padanya. (Kok, masih ingat ya mbk sama aku? Makasih udah di sapa ya mbak, jawabku). Rupanya menarik ya, beberapa kenalan kita dahulu -tak dinyanya- berjumpa pada suatu titik yang tak terduga. MasyaAllah Tabaarakallah, rasanya hangat sekali.
Lalu perasaan hangat dan tak terduga lagi saat meninggalkan tempat baru tuk berjuang di tempat baru. Berpamitan dengan beberapa orang yang dikenal beberapa waktu. Mereka rela menemui kami sebelum beberapa jam keberangkatan guna memberikan amplop dengan beberapa isinya. Kedua orang baik hati itu adalah kakak dari adik tingkat kami kuliah dulu.
Saya terharu saat beliau begitu baik memberikan kami bekal yang tak terduga itu. Sambil lirih, beliau menjawab "Gpp, ibu tau, kalau suami ibu itu baik sekali kepada kami saat kami sama sama tinggal dekatan dulu di mes" Aaah. Kami selalu percaya kebaikan itu selalu menular, meski pada akhirnya bukan semata imbalan yang kami pinta. Semoga Allah selalu menjaga kami dimanapun berada.🤍
Masrifatun Nida'


Komentar
Posting Komentar