Postingan

Pada Bumi

Benar kata Mahatma Gandhi bahwa "bumi ini cukup untuk tujuh generasi, tapi tidak cukup untuk tujuh pengusaha serakah." Pada Bumi~ Selepas tanah basah ini menjadi saksi Betapa langit merindu untuk menurunkan derainya Seusai hawa panas memasuki segala ruang Ia datang menentramkan, menyejukkan, menumbuhkan banyak hal Tanaman itu kembali merekah segar Jiwa jiwa yang di rasuki amarahpun tiba-tiba mencair terbawa tetesan-tetesan damai Ber-kembang- Manusia-manusia yang tumbuh bersama terpaan hujan Mendewasa bersamaan Aku menyaksikan Ada yang hilang?

Perem(puan)

Gambar
"Apapun yang terjadi, kau harus berpendidikan, kau berhak punya harapan, impian. Lalu genggam dan lepaskan menuju langit tertinggi. Meski pada akhirnya kau tak terlihat di khayalak, tetap lewat jiwa dan ragamulah kau ciptakan sebuah peradaban" -Mengingat Hari Kartini '21 April'- Masrifatun Nida' Rumah, 22 April 2018

(Akan) tiba masanya

Gambar
Semangat pagi :) Bagaimana kabar kalian? Semoga masih Allah titipkan banyak hal, seperti; kelapangan sebelum kesempitan, lalu di usia kita ini yang 'masih muda' menuju usia-usia dewasa (baca: tua) nantinya, kecukupan sebelum kekurangan, nikmat sehat yang terkadang dicabut untuk diganti rasa sakit sementara, dan ke'hidup'an kita ini sebelum ke'mati'an datang menjemputnya. | Pastikan bahwa kabar kita selalu -mencoba memperbaiki- semuanya apa-apa yang kurang, apa-apa yang masih salah di masa lampau. Agar kita sudah menyiapkan semuanya. Semoga kabar kita selalu diliputi rasa syukur nan sabar. Prolognya panjang amat ya, hehe :D kelamaan tidak menulis di blog, ya beginilah jadinya, maaf yaaa... Kembali ke point besarnya, judul awal tadi yang sejujurnya juga berkelindan dengan apa yang saya tulis lewat prolog,

Pendidikan kita=Cara mendidik kita (kelak)

Gambar
PENDIDIKAN . Satu kata yang selalu menarik menjadi pembahasan, satu topik yang selalu membuat semangat mencari tahu. Bagaimana kabar pendidikan kita hari ini? Apa yang sedang terjadi dalam pendidikan kita hari ini? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pen·di·dik·an (n) proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik;. Kali ini mari kita belajar mengenai pendidikan karakter ya. Sudah beberapa waktu ini, kesibukan saya ada di pusat pendidikan (formal) bernama sekolah. Tepatnya di SMPIT, sekolah menengah pertama yang berbasis islam terpadu. Saya ingin berbagi kisah sedikit, yang semoga kita mampu saling belajar dari kisah ini. Singkatnya, tepat seminggu ini, ada salah satu kegiatan besar yang diagendakan oleh sekolah, dikawal langsung oleh tim ustadz/ah guru Qur'an,

Bangun tidur: Benar bangun atau tidur lagi(?)

Gambar
Bangun, bangun! Jangan sampai kalah sama ayam, ayam aja gak pernah telat buat berkokok tiap hari kan? Kisah kita~ Dulu, saat saya dan adik saya masih tinggal di rumah bersama, tiap subuh bapak gak pernah absen membangunkan anak-anaknya, bahkan sebelum subuh. Kadang kalau hatinya kita lagi jernih, Alhamdulillah bisa bangun sendiri. Tapi banyak malesnya, maka dari itu saya ingat betul, seusai bapak berjamaah di Musholla, bapak selalu bilang begini "Nida', ambilkan air seember ya buat bangunin adikmu itu". Tapi sayanya langsung ke kamar dan membangunkan itu anak, paham maksud bapak. Kalau dia sudah keterlaluan gak bangun-bangun, alamat bapak pasti bawa air beneran. Tapi gak seember, cuma se gayung aja. Trus diusapin ke wajah bocah itu. Dan, akhirnya dia 'marah-marah' sambil kebangun. (Semoga kali ini dan seterusnya kita semakin istiqomah menegakkan rakaat dek).

Agar (kita) tahu

Gemuruh, ramai-riuh. Ku kira receh receh koin berjatuhan, rupaya ada dentuman yang di suarakan. Puisinya membelalak dunia maya hingga nyata, dengan pernyataannya, satu kalimat pembuka "Aku tak tahu syariat Islam" yang direntet dengan sajak-sajak selanjutnya. Segera, saya berusaha menemukan data valid melalui youtube , tapi apalah daya di tempat yang susah sinyal untuk memungkinkan menonton, maka saya meminta adik saya untuk mengirimkan video yang sudah ia lihat agar dikirimkan via whatsapp yang bisa sewaktu-waktu saya download (ketika sinyal yang oke tiba-tiba mampir). Dan Alhamdulillah, saya melihat video tersebut dengan seksama. Dan sungguh! Zaman ini, zaman yang benar-benarlah semua serba -campur aduk-.

Di ujung Maret | Janji

Gambar
Di ujung bulan ini, Maret. Besok sudah berganti hari pun bulan baru lagi. Adakah janji-janji yang belum terlunasi? Bagaimana?~ "InsyaAllah" Kau hanya melempar senyum sambil mengetiknya, atau jika kau sedang bertatap muka dengannya, kau juga akan tersenyum sumringah. Hanya kata singkat, 'Jika Allah menghendaki' yang selalu dilontarkannya, sebab prinsipnya selalu tetap sama sejak dahulu kala, bahwa bahagia tercipta untuk dirinya itu hadir manakala ia memberi kebahagiaan bagi orang lain, seketika ia akan berbahagia.

Perjalanan

Gambar
Ada yang berjalan cepat Ada yang berjalan teramat jauh Ada yang berjalan terlalu dalam Pun ada yang berjalan menuju ketinggian Maka siapa yang beruntung? Seusai sore itu~ Basah hujannya masih terlihat jelas di jalanan, gerimispun menghiasi perjalanan kali ini. Diatas roda dua ini, kita melanjutkan perjalanan, dipertengan jalan itu ada yang aku pertanyakan; + : "Hey, lihatlah apa yang sedang kita lakukan sekarang, sebuah perjalanan (beriringan dengan basahnya jalan sebab hujan). Hmm, apa semua ini akan di catat Malaikat dan diinfokan ke Tuhan?" - : "Ya jelas dong, kan semua bakal dicatat!" + : "Jadi selama ini, di setiap aku menyusuri jalanan ya? Dengan siapa aku menikmati jalan? Bersama siapa aku bertualang di jalanan? Dan hendak kemana tujuanku berjalan Tuhan mengetahuinya?"

Langit

Yang luas yang tinggi itu langit Yang setiap hari menatap kita Yang selalu memberi energi baru Bersama mentari di pagi hari Bersama bulan-bintang di malam harinya Pun hujan kadang datang sesekali meramaikan Kadangkala pelangi tak luput hadir memberi kabar baik seusai basah Hanya dua hal yang ada pada langit, terkadang terlihat cerah dan gelap gulita Langit tak pernah sepi, selalu ada awan yang menghiasi, berarak kesana-kemari

Serpihan

ser·pih·an n kepingan (belahan, sobekan) kecil-kecil Setiap apa yang lahir itu memberi arti tersendiri, setiap nama yang tersemat selalu ada doa dari kedua orangtua dan keluarga. Pun dengan nama blog, ada doa yang diharapkan oleh pemiliknya. Meski singkat, aku suka kata di atas, |ser·pih·an| bagiku ini mengandung banyak arti, lalu di bawah tulisan itu tersematkan doa umum bahwa; "membumikan kalamNya dengan berbagai kisah | menulislah sebab engkau mencintainya~" Sebenernya terlalu tinggi jika ingin membumikan kalamNya, sebab penulis blognya masih amatir, masih harus banyak belajar, tapi mimpi itu tidak boleh kerdil, harus besar dan tinggi! Kata salah satu motivatorku 😉. Melalui berbagi kisah nantinya (bisa kontemplasi, refleksi, dan juga pengingat) maka semoga blog ini bermanfaat, semoga hal-hal baik yang ada disini mampu menjadi langkah yang baik.

Tidak merasa aman

"Siapa diantara manusia biasa yang menjamin dirinya meninggal dalam keadaan sebaik-baiknya dan dijamin surga?" -Tidak ada-. Bahkan, Rasulullah SAW saja yang sudah dijamin langsung oleh Allah SWT masuk surga, beliau masih sholat berulang kali, melakukan kebaikan berlipat kali, melaksanakan ibadah 1/3 malam tanpa henti hingga kakinya luka. Beliaulah yang patut menjadi teladan, kita sebagai ummatnya wajib berusaha dengan sekuat tenaga mencontoh amal perbuatan beliau. Singkat kisah~ "Dini hari itu, sepagi seusai sholat subuh, seorang anak muda menangis sesenggukan sebab sepertiga malamnya terlewat begitu saja." …

Ringan

Sebagian orang mengatakan bahwa sesuatu yang di ucapkan/bayangkan lebih ringan daripada yang dikerjakan. Jadi mengerjakannya akan terasa berat daripada hanya omong doang/angan-angan. Tapi, Bapakku bukan termasuk sebagian orang tersebut. Bagaimana tidak, dulu kalau aku lagi ngerasa bakal gak bisa ngerjakan suatu hal ya, Bapak selalu bilang "Coba dulu kerjakan, ia akan lebih terasa ringan daripada ucapan/awanganmu (terawang: angan-angan)". Dan seketika dengan -terpaksa- harus kucoba kerjakan. Dan simsalabim, bener kata Bapak, kalau sudah dikerjakan itu bakalan lega dan plong sudah usai, ringan!

Syahdu dan teduh yang bertemu

Syahdu teruntuk orangtua perempuanku yang sungguh mulia. Teduh teruntuk orangtua laki-lakiku terhebat, yang sudah lebih dulu meninggalkan kita. Allahummaghfirlahu~ Hari ini, semua tampak berlomba menyeregamkan dirinya, mulai dari kesukaan hingga life-stylenya. Lalu mereka melupakan jati dirinya, dibungkus sedemikian rupa, dan lagi-lagi agar tampak serupa. Agar tampak berbunga-bunga nan bahagia di media massa. Salah satunya adalah soal pernikahan muda-pasangan suami istri. Sebenarnya, siapakah sosok sepasang suami istri yang pantas kita jadikan contoh?

الشِّعر لسحر (Syi'ir adalah Sihir)

أَ، بَ، تَ...  حروف الهجائية  وأريد أن أكتب ماذا في هنا؟  كثيرة.  من حروف كن كلمة من كلمات كن جملة من جمل كن أنت أنت هو الشعر في شعري  وفي سعيدي وفي حزني يكلّم قلبي في شعري إذا أشعر خوفا أو فرحا يكون الشعر الدواء لأنّ لا تقبح الدّنيا وفيها أنت أكتب! لأنّ تحبّك~ مشرفة النداء جرسيك، ٢١ مارس ٢٠١٨

Bagian dari Al Baqarah ayat duaratus enambelas

… وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS: Al-Baqoroh; 216) Selamat Malam, Masrifatun Nida' Gresik, 20 Maret 2018

Kutipan Cinta

Gambar
Salman mengirim pesan kepada Maharani, ia teringat kutipan dalam buku 'serial cinta' karya Anis Matta: "Para pecinta sejati tidak suka berjanji. Tetapi, ketika mere ka memutuskan untuk mencintai, mereka akan segera membuat rencana untuk memberi." "Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan." Begitu Salim A. Fillah mengambil simpulan atas kisah cinta Ali-Fatimah.

Usai

Bubur yang berasal dari nasi Abu yang berasal dari kayu dan api Basah tanah yang berasal dari hujan sore tadi Dan kenangan kita yang berasal dari pertemuan sehari-hari atau tak di sengaja di masa lalu

Ssst, kau tak sendiri(an)

Malam minggu ini Bukan sabtu malam lagi Sajak-sajakku kembali sepi Tak warna warni Tak ada yang menghiasi

Terhebat adalah keduanya

Gambar
Teruntuk kedua orangtua yang kasih sayangnya takkan pernah habis~ Semua akan terasa jika sudah tiada, benarlah kutipan lirik lagu ini "...Kalau sudah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya sungguh berharga " (Bacanya sambil di nadain gapapa) Cuplikan liriknya yang di pakai amat sederhana, tapi jika di hayati bener-bener sampai pada tiap jiwa-jiwa yang merindu. Bagaimana cerita kalian dengan kedua orangtua kalian? (Share di komen atau inbox bolehlah)~ Kalau saya pribadi, InsyaAllah keduanya menjadi teladan terbaik bagi saya.

Terpaksa berhenti

Tak seperti biasa Ada sesak di dada Entah apa yang di rasa Sebab tak biasa Rutinitas itu musnah Lalu berantakan jadinya