Postingan

Sirkus Pohon

Gambar
Bab I Aku di sini "Baikalah kawan, kuceritakan kepadamu soal pertempuranku melawan pohon delima di pekarangan rumahku dan bagaimana akhirnya pohon itu membuatku kena sel, lalu wajib lapor setiap senin di Polsek Belantik." ..... Begitulah alkisah awal Babak I, membaca novel ini tidak akan terasa membosankan, malah sebaliknya begitu syahdu kita dibawa mengalir begitu saja. Dan hoop! Tiba-tiba sudah ada di babak VI. Dan hooop!  Tiba-tiba sudah di akhir halaman 381 hmmm... Itu tandanya kisahnya berakhir, "yaaah berakhir yaa" (Pasti begitu ekspersi yang pertama kali muncul. Hehe) Dari satu paragraf di awal tadi, semua berawal. Bagaimana kisa seorang aku yang kena wajib lapor, lalu asal muasal namanya berubah menjadi Hob. Bagaimana kisah cinta ia dengan Dinda, bagaimana ia mencoba kisah cinta sejati dari ayahnya pada ibunya untuk Dinda,

Sincerely, me...

Gambar
Alhamdulillah! Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Dzat yang masih memberi saya kesempatan baru, membuka lembar baru tuk merasakan usia baru. Pemaknaan atas penambahan umur erat kaitannya dengan pemaknaan syukur. Jika bagi sebagian orang hari ini biasa saja, tentun tidak berlaku bagi saya. Ini hari begitu istimewa. Betapa syahdunya mengingat dan mengulang 24 tahun yang lalu saya diperjuangkan oleh seorang ibu kuat, yang rela mempertaruhkan nyawa demi SAYA . Di usia yang sudah memasuki zona quarter life crisis ini , saya tak mau larut dalam euforia budaya kurang jelas. Maka saya sudah mencobanya semenjak setahun yang lalu, ketika menonaktifkan semua notifikasi tanggal lahir, dengan maksud salah satunya adalah "Gak mau nerima ucapan selamat cuma gara-gara ada notif dari facebook. Gak asyik ah! Masak si dia ingat -mengulang hariku- gara2 itu. Bukan karena memang diingat?" Selain itu, memang menghindari berisiknya notif dari aplikasi medsos handphone yang meng...

Nothing

Gambar
"Life is never flat" Tagline milik salah satu iklan makanan ringan. Yes right! Kehidupan ini gak datar. Jadi memang selalu berputar bagaimana jalannya(?), Kadang di bawah kadang di atas, kan bukan statis tapi dinamis. Maka, sedikit saja mengulangi perenungan tentang hidup-dan-kehidupan yang jalannya pasti gak mulus-mulus saja, ada naik turunnya. Yuk coba ingat-ingat kembali, sudah berapa nikmat yang tengah dan telah kita syukuri detik ini? Ada manusia, yang ia telah merasa berada di atas angin, sebab semua kenikmatan menjadi satu paket dalam hindupnya. | Badan segar, jiwa sehat, pikiran fresh, keluarga rukun, studi lancar, teman banyak, harta melimpah, bisnis aman, dan lainnya kenikmatan yang telah didapat. Lalu rasanya semua akan berjalan baik-baik saja untuk hari ini dan kedepannya.

Kau tak selamanya bersama dekapan ibu

Gambar
Pernah ku mengutuki gemerlap warna warni di bawah dataran Mengapa mereka begitu nyenyak menikmati gelap(?) Sedang ku terseok menuju ketinggian Pernah ku menangis tersedu sebab semua terasa asing Aku sendiri Dimana ini(?) Lalu ku tatap rembulan nun tinggi itu Titip rindu pada insan syahdu Merindu pada sosok terkuat, yang dengan cintanya rela membawaku Yang begitu erat nan dekat bersama dalam satu tubuh Kemanapun sekitar sembilan bulan kala itu Kini, Takkan sama seperti dahulu Sejauh apapun perjalanan Sekeras apapun rintangan Sesepi apapun keadaan "Kau harus sanggup bertahan! Lanjutkan langkahmu! Sebab, kau tak selamanya bersama dekapan ibu"

Agustus: Diantara perjuangan & pengorbanan

"Jangan takut jatuh ketika menempuh perjuangan karena seluruh pengorbanan yang dilakukan akan membentuk pembelajaran penting bagimu dan membuat apa yang nanti kamu dapatkan menjadi sangat berharga."-Kurniawan Gunadi- Jauh sebelum kita duduk disini, berdiam di tempat kita pijaki, cobalah ingat-ingat apa saja yang sudah kita perjuangakan (?) pun pengorbanan seperti apa saja yang telah kita lakukan(?). Berjuta apa-apa yang telah kita usahakan, selalu ada campur tangan orang-orang baik yang begitu peduli dengan kita (nantinya). Dan ini adalah salah satu apa-apa yang telah terwujud sebab mereka, kita sekarang! Agustus tahun ini, merupakan bulan penuh macam macam rasa. Dan dua hal yang saya cantumkan diatas merupakan benang merah yang saya rasakan di bulan ini. Betapa tidak, saya merasa ada berjuta perjuangan yang harus saya tempuh hingga bisa duduk manis sambil ngetik huruf-huruf ajaib di ujung Agustus kali ini. Saya akhirnya punya waktu, akhirnya saya menang unt...

Koin pesok nan lusuh

Bismillahirrahmanirrahim... Selamat malam para pembaca 😉 Semoga semangat kita terus terpancar walau lelah di ujung malam ini tak terkira, Lillah InsyaAllah. (asal niatnya tepat!) Berbicara tentang niat, maka setiap insan memiliki harapan ditiap apa yang dilakukannya bernilai kebaikan, lebih-lebih bernilai kebaikan dalam beribadah. Apa yang diusahakan, apa dimiliki, semoga menjadi -wasilah- menuju pada baiknya ibadah. Lah! Menyinggung soal 'memiliki' maka ada hal yang begitu menarik saya dapatkan saat "pertemuan" jum'at siang kemarin. Kemarin, di saat para ikhwan berjamaah sholat jum'at di masjid sekolah, lalu para santri boardingpun berkumpul di tempat yang dinamakan webb. Saya berserta kelompok -liqo-pun berkumpul, ketika taujih disampaikan oleh murobbiyah kami, beliau mengawalinya dengan sebuah cerita. Begini kisahnya. (Saya kemas dengan bahasa pribadi saya. Bagi yang sudah pernah dengar dan membaca kisah ini, semoga mampu menjadi pengingat ...

Jarak

Gambar
Riuh rendah hati berbisik Menguatkan sukma Bahwa keputusan, sudah di timbang-timbang Bukan karena ego, sebab mencarinya dalam kejernihan Namun, sebab bahagia bersama yang diharapkan sejatinya -nanti- Hal itu, jika caranya salah maaf Jika waktunya kurang tepat maaf Di ujung sana, ada yang begitu teduh menjawab kegundahan jiwanya Pelan-pelan Tak pernah sedikitpun membalas dengan yang serupa, tapi selalu menenangkan Selalu, bagian itu yang sejak lama telah membuatnya tersihir Terima kasih, sudah menjadi baik

Suatu hari

Gambar
Nanti, pada suatu hari akan ada yang mengajakmu masuk dalam marabahaya. Sesuatu yang penuh dengan ketidakpastian. Sebab, semua masih terasa samar-samar tak dapat diterka. Tentang menunggu sesuatu yang barangkali tak bisa kau lakukan saat dulu, dan kau harus mencobanya sekarang. Tentang mendapati begitu banyak keajaiban di perjalanan. Nanti, pada suatu hari akan ada yang bersiap berada di sampingmu sepanjang waktu tiada henti. Menjalani dan menikmati bersama waktu-waktu menantang dan juga tak pasti. Nanti, pada suatu hari ia akan membisikkan sesuatu kepadamu

TANPAMU, Aku bisa apa?

"Sajakku hadir kembali Pada aksara yang tak tertulis sebab hendak mati Energiku tumbuh kembali Pada jiwa yang merindu kepercayaan jati diri Dan KAU selalu ada, tak kemana-mana, tapi kurasa keberadaan itu lebih dekat kali ini Pada hati yang sebelumnya masih merasa sendiri" -Singkat sajakku yang kembali- Manusia itu takkan bisa hidup sendiri, selalu mengharap orang lain disisinya, selama hal itu menambah kebaikan-kebaikan dalam irama kehidupannya. Ia selalu membutuhkan seseorang itu. Bahwa benar, sesorang yang mampu memberi energi luar biasa, mampu melipatgandakan kebaikan-kebaikan yang hendak dilakukan. Seseorang itu yang berada disekelilingnya, yang tampak sekali, bisa keluarga, teman, sahabat, rekan kerja, anak didiknya dan lainnya. Pun bisa jadi yang tersimpan dihati, seseorang yang sanggup membuat berkalilipat semangatnya berbuat kebaikan, melakukan perbaikan hingga kini dan sampai nanti. Dan seseorang itu bisa jadi tidak tahu dengannya, pun dia rapat menyimpann...

Menjaga

Gambar
Waktu yang terus melaju, yang kadang terasa begitu cepat pun terkadang melambat. Hari-hari yang terlewati memberikan sebuah pemahaman berarti, pun beberapa orang yang ditemui telah memasuki ruang dalam hati. Jalan-jalan yang ditapaki, langkah-langkahnya yang kadang ragu tapi lebih banyak yang pasti, memberi kita banyak sekali pengalaman dalam menghadapi hidup ini. Kisah singkat Saya pernah tak sengaja membuat anak didik saya menangis sesunggukan meneteskan air matanya, seusai saya evaluasi semangat mereka dalam belajar dan menggapai impian yang mulai melemah, tak banyak hal, tapi satu yang pasti kala itu, saya berpesan "Jaga amanah kedua orangtua kalian! Jagalah dengan kesungguhan kalian menuntut ilmu. Dengan melawan rasa malas dan kantuk kalian, sebab apa? Ada dua orangtua kalian yang tak pernah berhenti berdoa dan bekerja untuk kesuksesan kalian disini". Dan jleb , semua terdiam,

Berbeda (antara yang terlihat dan dirasa)

Bismillahirrahmanirrahim.. Hay Hay Hay! Happy holiday! (Bagi yang masih liburan panjang) Happy monday! (Bagi yang sudah memulai rutinitas biasanya di hari senin ini) Alhamdulillah, masih diberi karunia berupa kesempatan tak terkira sanggup melaksanakan berpbagai aktivitas lagi. Sebelumnya mau review aja selama libur lebaran kemarin. Kira-kira hati kita "terusik" gak sih dengan banyaknya kejadian dan pertanyaan -kapan- dari orang-orangnya? Kalau aku sih "terusik", dan ini mau aku tuangkan dalam tulisan kali ini dengan banyak pertanyaan refleksi libur lebaran. Kalau mau sedikit menengok kebelakang lagi, pasti yang namanya lebaran dan rentetannya jadi event bahagia bagi banyak warga dengan orang dicintainya dan juga ajang kumpul-kumpul lagi dengan para kawan lama. Tapi juga jadi 'momok' yang dihindari oleh sebagian orang untuk rame-rame gitu. Well , itu semua juga pilihan masing-masing, yang pasti liburan seperti ini tuh jarang, cuma ada sekali ...

Dekat dan sederhana, cinta

Gambar
Ada yang tengah berjuang menerjang ramainya kendaraaan Ada yang telah menyingkap berkilo-kilo meter jalanan Ada yang sedang berdesakkan didalam angkutan kendaraan Ada yang menahan kesabaran di tengah lalu lintas kemacetan Demi menunaikan rindu yang lama telah bersemayam

Dia telah pergi

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim... Mengakhiri Ramadhan kali ini, apa yang didapatkan dan diberikan selama Ramadhan? Selain sebulan berlapar-lapar puasa? Selama ini berhaus-haus puasa? Dan juga menahan apapun yang dilarang olehNya? Jangan sampai kita menahan di siang hari, tapi di malam hari membobol semuanya. Jangan sampai kita bertahan dalam bulan Ramadhan, tapi di luar Ramadhan melarang semuanya. Kembali ke hati yang semoga terus dituntun Allah menuju jalan yang lurus, bahwa Ramadhan menjadi tempat latihan kita dan menuju bulan-bulan pembuktian selanjutnya. Kira-kira jika ditanya apa yang telah kau dapatkan dan berikan di momen Ramadhan kali ini, Apa jawabnya ya? Kalau saya, apapun yang telah saya berikan dan dapatkan di momen Ramadhan kali ini semoga sama dan akan terus meningkat sampai nanti. (Aamiin :v) Kali ini saya akan menjabarkan. Ada dua saja kok ya...

Bagaimana kabarnya?

Hari demi hari Saat perpisahan dengan Ramadhan semakin dekat Ia semakin mendekat Lalu, Aku bertanya pada diriku? Wahai jiwaku "Bagaiamana kabarmu dengan Ramadhan kali ini?" "Sudahkah target terealisasi?" Sesenggukan menatap pribadi. Lalu, Aku bertanya kepada sekitarku? Wahai engkau

Lelah Lillah

Pernahkah kita merasa bahwa hari ini begitu melelahkan? Lelah tak hanya sebagian anggota saja? Lelah mulai dari dalam dan luar? Lelah hati dan juga pikiran? Lelah syaraf-syaraf otak dan juga anggota badan? Lalu dengan lirih ada kalimat "Rasanya lelah sekali hari ini" Maka ingatlah pesan ini ⤵ "Bila kita merasa letih karena berbuat kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Dan bila kita bersenang-senang dengan dosa, kesenangan itu akan hilang dan dosa yang akan kekal” (Umar bin Khattab ra.)

Raib

Menyedihkan! Waktu telah terbuang sia-sia Yang diisi tanpa khusyuk Hampa! Jika dalam hati tak tersimpan Sang pencipta Terlalu sibuk saja dengan dunia Apa mau boleh dikata? Kau terlalu serakah Mengambil alih jatah Porsi akhirat yang jauh kekal kau permainkan begitu saja. Sayang! Jutaan kalimat taubat hanyalah omong kosong belaka Nyatanya sekarang kau sudah terpendam oleh tanah. "Ramadhan? Jangan kau terburu-buru meninggalkan kami. Ramadhan? Nuansamu jangan tiba-tiba raib seketika"

Sepuluh Ramadhan terakhir

Alhamdulillahirabbil Aalamiin... Puji syukur sebab Allah masih percaya dan memberikan kepada kita untuk merasakan Ramadhan ke 20 dan menuju 21 Ramadhan ini, jika perlu dievaluasi, maka segera koreksi apa-apa yang kurang optimal di diri kita kemarin. Pun tentu kita harus terus berprogres dalam setiap proses ini. Semoga Allah mudahkan langkah kita semua ya :) عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَ...

7 Golongan

....Bismillahirrahmanirrahim عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ (1) imam yang adil, وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ

Keajaiban Allah: Kisah bertemunya dua Nabi (Musa dan Syu'aib)

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim... Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam. Kali ini saya akan sedikit menceritakan kisah di dalam al-qur'an surat Al-Qashash: 23-28 yang saya dapatkan taujih Ustadz KH. Farid Dhofir, dalam kegiatan "يوم مع القرآن" di Masjid Islamic Center, Gresik. Surat ini mengisahkan tentang Nabi Musa, dan untuk ayat 23-28 menceritakan tentang bertemunya dua Nabi (Musa dan Syu'aib), oke check it out, friends! Ayat 23 Berawal dari datangnya Nabi Musa di kota Madyan dan bertemu dengan dua perempuan. Bisa langsung di baca arti ayat tersebut, dan ada satu hal di ayat ini tentang bagaimana konsep perempuan yang bekerja di luar rumah. Dua perempuan tersebut adalah anak dari Nabi Syu'aib. Perempuan yang bekerja di luar rumah 1. Perempuan yang belum menikah>Tanggungannya berada pada ayahnya. 2. Perempuan yang sudah menikah>Tanggungannya berada pada suaminya. *Pengecualian untuk nomor (1), contoh langsung oleh dua anak perempuan ...

Berbanding lurus

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim... Pada suatu waktu, terjadilah sebuah percakapan singkat diantara para tetangga di perumahan (ah lebih sederhana lagi saja, perkampungan!), Alkisah perkumpulan para ibu-ibu di penjual sayur pagi-pagi yang siap dengan desas-desus cerita receh sampai fenomenal berdrama (macam sinetron begitulah ya 😀), sesaat setelah lewatlah salah satu tetangga mereka yang serba ada tapi hidup dengan sangat bersahaja, dengan kendaraan roda empat dibukalah kaca mobil dan merunduklah wanita berkerudung tersebut ke segerombolan ibu-ibu tersebut. Singkat salamnya "Assalamu'alaikum, mari bu". Maka secepat kilat mulut para ibu pembeli Mamang sayur pun beralih topik yang awalnya bahas "THR" kepada tetangganya sendiri yang barusan saja lewat. Mrs.Jeng: "Duh, duh, kaya amat ya Buji itu, tapi sayang aja." Mrs.Mpok: "Maksudnya sayang gimana jeng?" Mrs.Jeng: "Aduh mpok, ya gitu kayanya buat beli beli barang mewah, mobil keluara...