Postingan

Selepas hujan (2)

Gambar
Aku ingin menjadi hujan Kalaupun tidak Aku ingin menari bersama hujan Aku ingin menjadi hujan Kalaupun tidak Aku ingin berteriak diantara hujan Aku ingin menjadi hujan Hujan yang lepas Selepas hujan Aku ingin menjadi hujan Tanpa beban Lepas Aku ingin menjadi hujan

And I'll be there

Gambar
Selalu ada tempat tuk menumpahkan semua hal Selalu ada waktu tuk meluapkan semua kejadian Selalu ada ruang untuk kita bertemu Selalu ada saja yang ingin ku adu Seperti malam ini Wajah teduh dan syahdu beriringan datang, ingin segera aku peluk Sentuhan tangan-tangan yang tak bosan menengadah itu, ingin rasanya mengusap derai yang ada dipipi Seperti malam ini Wajah teduh dan syahdu secepat kilat hilang dan lenyap Ingin rasanya segera bercerita banyak, tapi rasanya kemustahilan itu menjadi balasan apa adanya Seperti malam ini Wajah teduh dan syahdu tampak menunggu, menunggu ada yang berbicara

Selepas hujan

Gambar
Desember memasuki beberapa harinya Tak terasa, waktu-waktu kita telah habis menguap bersama Dua ribu sembilan belas akan tutup buku beberapa tanggal lagi Aku rasa, tahun ini adalah tahun penuh 'misteri' Meski selepas guyuran hujan membasahi relung hati Kau berhak tersenyum lagi, mengucap lirih "Allah Mahabaik" Sebab begitu banyak 'kejutan' yang telah dan akan dihadiahkan

Menutup hari ini

November penuh kisah kasih, terima kasih atas segala cerita cinta, maaf jika belum mampu menyampaikan dengan bahasa terbaik, sebab kata-kataku masih terbata-bata untuk mengeja atas segala 'harapan' yang kembali merekah.  Percaya, selama Allah kita libatkan, semua akan baik baik saja :)). Masrifatun Nida' Gresik, 30 November 2019

Euforia -Selamat Hari Guru-

Gambar
Ramai sekali jagat dunia maya hari ini, sorak hore bertebaran akan selebrasi tertanggal 25 November. Ya, hari guru. Seorang "guru" mengungkapkan kegundahannnya, "rasa-rasanya makna hari ini tinggallah perayaan semata". Beberapa diantara mereka masih terbelenggu oleh kalimat yang tampak heroik namun mengandung duka. "Pahlawan tanpa tanda jasa", kalimat yang senantiasa didengungkan dalam artian apa itu guru. Semua kalimat yang nyatanya akan mengantarkan pada dua sudut pandang berbeda. Satu: Guru memang tanpa perlu diberi jasa, dua: Guru yang tak ternilai harganya. Bagaimana menurut anda terhadap apa yang terjadi dalam dunia nyata?  Berjuta manusia tak menyadari dan luput memberikan takdzim pada guru-guru yang tak pandai tebar pesona lewat layar kaca, kepada guru TPA, TK, SD, SMP, SMA dan dosen selama menempuh belajar.

Repeatable

"Invesatasi terbaik adalah sesuatu yang tak lekang oleh zaman. Sesuatu yang dapat bermanfaat berulang" -Masrifatun Nida'- Buku bagi saya pribadi adalah barang mewah. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, waktu istirahat lebih sering saya habiskan di perpustakaan, dan berlanjut hingga sekolah menengah atas. Dulu, selain mendapatkan asupan dari buku-buku perpustakaan sekolah, di rumah saya mengandalkan kakak-kakak saya yang memiliki stock buku dan ada pula yang berlangganan majalah, begitupun dengan bapak saya yang mempunyai buku-buku dan mendapat kiriman bacaan dari kawannya.  Dari beberapa sumber tentu memiliki genre yang berbeda dan Alhamdulillahnya semua buku yang saya baca saat itu (seingat saya) tidak ada yang melenceng dari koridor agama yang saya imani. Genre yang saya baca mulai dari perkembangan dunia remaja, muhasabah dan nasehat agama, novel genre romance islami dan bacaan bapak yang sekiranya berbobot, sebab membahas terkait sosial, ekonomi, politik dan...

Hujan bulan ini

Gambar

23:48

Detaknya pun mulai terdengar, itu tandanya sekeliling sudah hening. "Tok, tok, tok, tok, tok" begitu jam dinding bersuara seakan ia ingin mengucapkan padaku bahwa malam sudah berada pada ujungnya dan saatnya beristirahat.  Tapi, malam ini mataku tak ingin terpejam sedang hatiku berbisik menyadarkan ada amanah esok yang juga harus dijalankan, maka aku putuskan beristirahat terlebih dahulu usai menafakkuri usia yang sudah seperempat abad ini. "Baarokallahu fii umry" aku menyelamati diriku sendiri sebagaimana banyak orang-orang mengucapkan hal tersebut padaku hari ini.  Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu ada kejutan tak terduga di hari seperti ini, meski aku sendiri tidak dibiasakan di keluarga memeriahkannya. Hanya saat ingat bahwa ada yang menambah usia maka kita saling mendoakan agar semakin berkah. Jika beberapa tahun lalu di tanah rantau orang-orang akan memberi "kejutan ekstrim" dua tahun terakhir ini kejutannya berubah menjadi syahdu,...

"Berisik"

Gambar
"Telingaku hampir panas mendengar euforia akan banyaknya hal yang di suarakan. Mataku memerah marah sebab terlalu banyak keramaian yang dipertontonkan. Otakku seakan pecah membaca bait-bait rancangan dewan yang katanya me-wakil-i rakyat. Apalagi hatiku, rasanya sudah menjerit berontak saja dari semua perkara ini." Beberapa waktu, aku memilih untuk "tenang" saja menyaksikan, egoisme itu seakan ku buang jauh-jauh dan ku tepikan saja, bahkan ingin ku tenggelamkan saja dalam samudera. Namun, hati kecilku berbisik "Harusnya, kau bersuara Nid!".

Menulislah, sebab engkau mencintainya~

Gambar
Menulislah, sebab engkau mencintainya~ By: Masrifatun Nida' Seperti ada kekuatan baru, langkah jari-jemari makin kesini semakin bebas menari-nari merangkai kata, meski terkadang ada semacan penyakit yang melumpuhkan gairah, ya semacam bumbu. Namun, bagaimanapun tantangannya aku tetap mencintai menulis. Ada banyak hal yang reflektif untuk di tulis, semenjak lifestyle dunia media sosial yang tak lepas dari genggaman, seakan ada ruang yang harus diisi dengan menulis, hal-hal recehpun tetap diekspresikan dengan tulisan bukan? Nah, akupun merasa demikian, menumpahkan "keluh kesah" lewat tulisan bisa jadi menjadi treatment yang melegakan. Meski, terkadang ada hal yang membuat enggan menulis sebab rasa malas menghinggapi ditambah dengan mengkambing-hitamkan "tidak menemukan inspirasi" berkoar-koar di kepala. 

Dijaga

Semoga setiap langkah, setiap keputusan, setiap jalan yang kita ikuti, Allah menyertai. Allah menjaga kita semua. Meski terlihat tidak mudah, meski terlihat begitu sukar arahnya. Yakinilah, jika Allah selalu kau libatkan, tidak akan pernah ada namanya sia-sia. Masrifatun Nida' Rumah, 28 September 2019

(Mencoba) berani!

Gambar
"Kadang banyak kesempatan yang datang, kita tolak lalu berujung pada penyesalan. Kadang banyak rencana baru yang menjanjikan, kita khawatir lalu berujung pada meninggalkan. Kadang hal-hal ajaib bisa saja tercipta, tapi kita takut mencoba. hingga berakhir dengan kondisi menyalahkan keadaan." Bagiku, untuk sesuatu yang istimewa itu harus benar-benar kita usahaankan dan perjuangkan. tak perlu langsung mematok pada hal-hal besar, kita bisa melatihnya dari hal-hal sederhana di dalam keseharian dan lingkaran kehidupan kita, agar menjadi habit di kemudian harinya. Dua hari yang lalu, teman semenjak kecil saya telah diwisuda, tepatnya di UINSA-Surabaya. Sejak awal kami sudah berjanji akan saling mengusahakan hadir satu sama lain, maka moment sebelum inipun saya terus berdoa "Semoga diberi Allah kesempatan". Dan Alhamdulillah, di rencana awal seperti tidak ada waktu yang memungkinkan pada jam dan hari tersebut, tapi rencana Allah berbeda. Semua sudah diatur olehN...

Thanks to "I am Sarahza"

Gambar
Tara! 2018 yang lalu saat asyik memainkan gawai dan berseluncur di salah satu akun media sosial twitter seorang penulis ternama "Hanum Salsabiela Rais" menyampaikan seputar behinde the scene terbarunya. Hanya sekilas saya baca, usai itu banyak orang mengupload "ringkasan sangat singkat" mengenai bukunya. Cover nya didominasi warna biru tua dan di tengah tampak ada gambar biru muda bercahaya. Aku terbata membacanya "I am Sarahza" begitulah judulnya. Berbulan-bulan, setelah kejadian-kejadian tersebut, aku ada kesempatan bertandang ke kota perantauan jaman menempuh S1 yang lalu, kunjungan yang cukup sebentar tersebut kugunakan untuk menghubungi kawan terdekat. Lalu kita sepakat berjumpa di salah satu mall Malang, seperti ritualku yang lalu-lalu, tiap memasuki mall harus mampir ke toko buku. Kalau lagi beruntung kepincut dengan salah satu buku, maka bersegera untuk membelinya. Di toko tersebut sebenarnya ada sebuah buku yang sudah lama ku taksi...

Sepotong

Jika rahasia dan segala cerita hidup seseorang diibaratkan, aku sederhana sekali menyebutnya, ya ibarat sekotak. Sekotak yang penuh misteri dan rahasia pribadi. Dalam kotak itu, ada suka-duka, tangis-tawa, harapan-kecewa, hal-hal sederhana hingga kompleks campur menjadi satu.  Ia selalu membawa kotak itu kemanapun, jika ada kawan yang bersedia melihatnya, ia tentu pandai melihat kepada siapa hendak ia menunjukkannya. Tentunya tak sembarang orang, bisa jadi itu orangtuanya, bisa jadi sahabat dekatnya, siapapun yang sangat ia percaya.  Suatu waktu, ia telah memperlihatkan kotak itu, tapi ia hanya mengambil sebagiannya saja, tak semua isi kotak ia keluarkan. Ia ingin berbagi, tapi tak utuh. Hanya sepotong saja.

Ibu kota baru

Gambar
Presiden Joko Widodo telah secara resmi mengumumkan lokasi yang rencananya menjadi ibu kota baru Indonesia. Pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Satu paragraf diatas yang sudah sampai pada telinga kawan pembaca semuanya. Jujur, kalau saya sebagai orang awam kaget mendengar berita tersebut. Tapi sekarang sudah tidak lagi, selepas membaca berita, melihat banyak pro kontra dan sharing dengan kawan saja. Maka, pikiran saya menjadi terbuka. Tanggal 26 Agustus 2019 lalu, Pak Jokowi telah menyiarkan langsung melalui akun resmi Kesekretariatan Kepresidenan via youtube. Beliau menyatakan bahwsanya ibu kota pindah. Kala itu, saya sudah menebak banyak hal. Bahwasannya disisi lain banyak beban yang sudah ditanggung oleh Jakarta namun disisi lain hati saya terusik terkait apa yang sedang terjadi di Indonesia.

Mari belajar memaafkan diri sendiri

Gambar
Bukankah sudah sering kali kita membaca banyak cerita motivasi. Soal masa lalu dan masa depan yang lajunya tak sama. Kalau bagiku, jika diibaratkan seseorang, maka masa lalu adalah ia yang akan menahan langkahmu, membuat matamu terus menatap kebelakang, bisa jadi banyak hal buruk yang sudah kau jalani lalu membuatmu sesunggukan menangis pilu, atau bisa jadi membuat semangat barumu muncul jika mengingat yang manis kembali, tapi ya bisa jadi. Sebab, jika kau hanya terpaku menatapnya saja, masa lalu takkan pernah bergerak maju, ia akan menahan langkahmu. Ya, manahan langkahmu.  Ibarat seseorang, ada yang siap mengulurkan tangannya itulah masa depanmu, ia masih misteri yang belum tahu bagaimana nanti jalan ceritanya, tergantung padamu. Siapkah melepaskan masa lalu, dan menerima uluran tangan masa depan yang bisa jadi mampu menjadi obat atas segala luka pedih masa lalumu. 

Aku takut...

Di kota yang serba hiruk pikuk Semua melaju dengan kencangnya Dunia seakan berlomba Begitu pula di dunia pendidikan Di tempat yang layak Di dalam nuansa yang tenang Namun ada sesuatu yang mengancam Sangat kasat tak terlihat mata Tapi benar, ia menyusup dalam sukma

Teruslah menebar kebaikan lewat pendidikan

Gambar
Pen·di·dik·an | Adalah "proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik;" begitulah menurut pengertian kamus besar bahasa Indonesia.  Setiap insan yang lahir di dunia, tentu mengalami proses pengubahan sikap dan tata laku, hal ini bisa diperoleh melalui lembaga formal maupun nonformal. Jika dalam sebuah lembaga formal tentu sekolah dapat menjadi salah satu contohnya, disini nanti akan ada sebuah pendidikan. Begitupun juga dalam sebuah lembaga nonformal, tentu keluarga dan lingkungan dapat dijadikan pula menjadi contohnya.  Dictionary of education menyebutkan bahwa pendidikan adalah proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat di mana ia hidup.

Pelajari adab dahulu, sebelum ilmu

Gambar
Malam ini, angin sepoi tak begitu kencang dari luar. Tapi cukup sejuk di dalam masjid tersebab kipas angin cukup kencang dinyalakan. Tiba-tiba teringat pesan ibunda tercinta kala aku masih duduk di kelas sekolah dasar. Kala itu, saat aku mulai malas berangkat mengaji aku tidak bergegas beranjak untuk persiapan berangkat. "Nida', gak ono sumur iku marani timbo. Tapi sing ono iku timbo marani sumur, Nak" (baca: "Nida', tidak ada sumur yang mendatangi ember, tapi yang ada itu ember mendatangi sumur, Nak") Begitulah singkat pesan yang begitu terpatri dalam lubuk hati. Bermajas, bermakna, dan aku hanya mengangguk iya saja kala itu. Hehehe

Benih, janji dan pangan

Gambar
Benih, janji, dan pangan Oleh : Bahrul Fikri Anzwar (085843561927)             Benih, janji, dan pangan, teruntuk Hari Keanekaragaman Hayati 2019. Pernahkah kita duduk manis dengan orang-orang tua sambil mendengarkan sepotong kisah hijaunya alam nusantara? Pernakah kita mencari tahu bahwa kita punya pangan beragam dan bagaimana kita menjaganya? Pernahkah kita bangga dengan petani yang menyanga tatanan negeri ini? pernahkah kita sudi bermain ke sawah, mendengarkan cerita tentang kisah petani yang tersungkur di negeri yang makmur? Pernakah kita tahu tentang Protokol Nagoya yang mengatur pembagian kompenen pemanfatan keaneragaman hayati secara seimbang? Pernahkah kita bertanya tentang kekayan plasma nutfah yang mengalami erosi genetik? pernahkah kita tahu tentang kehidupan petani yang banyak dipenjara di negeri yang sudah merdeka? Pernakah kita memikirkan petani yang menangis di negeri agraris? Lantas kemana saja k...