Postingan

Ramadan yang selalu istimewa

Gambar
"Bagaimanapun keadaannya saat kedatanganmu, kau tetap istimewa.  Dan sambutan untukmu harus selalu meriah." -Masrifatun Nida'- Dewasa ini, keadaan kita sedang tidak baik baik saja. Tentu, sudah kita ketahui jika pendemi begitu menyita perhatian hati dan fisik kita. Allah menguji segala bentuk perasaan kita saat wabah ini datang tepatnya ketika di bulan mulia. Masihkah kita bisa mengistimewakannya? Sangat bisa, dan rasanyapun memasuki hari ke tujuh, Ramadhan tetaplah Ramadhan yang di nantikan kehadirannya. Lantas bagaimana dengan sambutannya? Apakah sama seperti sebelumnya yang begitu meriah? Mungkin, untuk menjawab persoalan ini hati kita perlu menepi dari hiruk pikuk keegoisan terlebih dahulu, menyampaikan dan meresapi ke dalam hati. Dan jawabannya adalah, meriah bukanlah sebentuk sambutan yang cukup lewat seremoni dan juga kasat mata. Namun, lebih tepatnya ia bersemayam pada jiwa tiap mukmin. Apapun keadaannya, bahkan jika sekalipun tak ada acara sahur on thr...

Semoga keadaan jauh lebih baik

Apapun yang dilakukan sendirian untuk saat ini, cukup menyedihkan bagiku. Ramadhan sudah tuntas tiga hari kita kerjakan. Namun, di sebagian perasaan tersimpan kerinduan untuk melakukannya bersama. Sahur bersama, berjamaah bersama, melakukan aktivitas bersama, dan juga berbuka bersama. Namun, semoga apa-apa yang tengah terjadi, tak menyurutkan sedikitpun hati kecewa. Sebab, semua sudah ada takarannya. Ikhlaskan, sabar. Bismillah keaadan segera membaik. Teruntuk bundaku tersayang,  شفاك الله ... لا بأس طهور إن شاء الله... 

Semua pasti berlalu

Di dunia ini semuanya berputar, dinamis, melesat dengan tiada terduga. Termasuk bahagia, sedih, sehat, sakit, semuanya pasti berlalu. Maka, bersikap tidak berlebihan di tiap momentnya. Semoga yang sedang berbahagia mampu mengontrol diri, yang sedang sedih meluapkannya pada tempat terbaik, yang sedang sehat senantiasa bersyukur, dan yang sakit senantiasa ikhlas bersabar. Ingat, akan ada waktunya semua berlalu.

Hari ini belajar apa?

Gambar
Alhamdulillahillah 'ala kulli haal, diatas segala keterbatasan kita saat ini ada sabar yang mengalun indah untuk terus dijunjung tinggi, ada syukur yang harus terus dirapal tiada henti.  "....., selalu tebar kebaikan di manapun dan kapanpun nggeh 🙏." Kalimat yang masuk disalah satu chat pribadi media sosial malam ini seakan membius diri ini, lalu menelisik kedalam hati apa saja yang sudah dilakukan seharian ini? Begitu gumamku dalam hati. Minimal, sudahkah aku belajar banyak untuk hari ini dalam menyambut Ramadhan?

Kenang-kenangan yang berpindah tangan

Gambar
"Hey, sepeda e sampean lo masih ada" Kalimat itu mengejutkan saya yang sedari tadi asyik menggunakan smartphone di atas kursi duduk.  "Sepeda apa?" Jawabku kaget. Hehe, itu tadi adik saya mengatakan demikian. "Sepeda e sampean yang biru pas sekolah" ... Lamunanku teringat terakhir kali menggunakan sepeda itu, dua kali di akhir detik-detik saya sekolah di tingkat akhir kala itu menyaksikan kecelakan dengan mata kepala saya. Wush! Dahsyat . Yang pertama, kecelakaan itu saya sendiri dengan sepeda motor yang dikendarai adik kelas saya, hal itu mengguncang batin & fisik saya dan sepeda saya. Tiba di rumah, saya nangis gak karuan. Shock , ditambah sepeda sudah tidak karuan di bagian depan, tapi Alhamdulillah masih bisa dikendarai selamat sampai di rumah. Yang kedua , seakan saya diingatkan kembali oleh kecelakaan kemarin. Pas esoknya saya melihat seorang yang ditabrak oleh sepeda motor, ya Allah memori itu masih begitu terlintas dibenak saya. Ya dua...

Selalu ada harapan

Gambar
Meruntuhkan bangsa lewat akhlak rendah. Begitulah judul tulisan yang di muat di majalah Sabili cetakan Januari 2010. Hampir 10 tahun yang lalu, saat saya duduk di bangku akhir sekolah. Entah, beberapa pekan yang lalu tiba-tiba majalah itu ada persis di samping kala saya usai sholat. Oh iya, tulisan itu karya Herry Nurdi. Singkatnya, beliau menjabarkan tentang mata-mata Suriah, namanya adalah Eli Cohen, ia menyelundup dalam banyak sektor bahkan telah berpengaruh dalam komunitas Suriah di Argentina. Hampir-hampir saja, Eli Cohen menjadi Presiden Suriah, jika skandalnya yang rapi tak terbongkar, ganjarannya ia di gantung dj tengah lapang pada 18 Mei 1965 disaksikan lebih dari 10.000 rakyat Suriah.

Yuk, ngaji dari rumah!

Apa kabar imanku? Iman keluargaku? Oleh: KH.Bachtiar Nasir & Dr.Amir Faishol Fath Sabtu malam (11/04/2020), Alhamdulillah masih Allah sempatkan untuk belajar online. Meski ada beberapa kendala dan yang paling utama adalah sinyal, mohon maaf tulisan ini tentu tidak sempurna. Namun, Alhamdulillah ala kulli haal saya masih bisa mendapatkan rangkuman penting dari kajian malam itu. Di sisa pembahasan malam itu Ustadz Bachtiar menekankan bahwasannya menjadi seorang ayah itu wajib menjadi teladan soal agama , anak akan selalu mengingat bukan dari segi yang lain. Tapi bagaimana seorang ayah itu tegas dalam hal agamanya, UBN pun menekankan lagi bahwa "Jadilah madrasah terbaik untuk anak-anak, sebab tidak ada kata terlambat!" Apalagi di moment seperti ini ya (Bagi sebagian rumah tangga) tentu kuantitas bersama keluarga lebih banyak, maka jadikan berkualitas, semoga Allah mudahkan.

Kebaikan sederhana berbuah berkah

Gambar
"Do good and good will come to you" -Lakukan kebaikan dan kebaikan itu akan kembali kepadamu- (Anonim) Mentari bersinar terang menghangatkan setiap insan yang menjumpainya, dan kebaikan laksana  mentari yang selalu hadir setiap pagi, memberi harapan. Waktu terus bergerak maju, pundi-pundi kebajikan meminta untuk terus diisi, sebab hidup ini bukan hanya soal memperkaya diri, tapi menebarkan manfaat seluas-luasnya dan menjadi berarti. Meski sederhana, meski tak seberapa menurut orang lain, tapi tak apa. Lanjutkan kebaikan!  sebab "Kebaikan adalah kebaikan dalam bentuk sederhana sekalipun". Jadilah manusia yang terus menebar kebaikan . Hampir dua tahun lebih, saya sudah meninggalkan kota rantau saat berkecimpung di dunia perkuliahan saat itu, di sela-sela akhir kuliah, Alhamdulillah Allah hadirkan amanah sekaligus tempat terbaik menumpahkan jenuh saat skripsi banyak revisi, hehehe. Kala itu, di awal semester 7 saya mendapatkan amanah untuk mengisi di...

Berhenti

Nampak senja ranum di ujung petang Berubah gelap tanpa cahaya surya Namun gemerlap bintang mengalunkan indah memancarkan terangnya Aku menatap langit luas malam ini Nampak sepi selepas hujan sore tadi Aku menatap jendela yang terbuka menganga Sura desau semilir angin dan pepohonan Sepi, tanpa suara selain daripadanya

Percayalah, akan tiba (waktu) yang telah kau tunggu

Gambar
-03 Maret 2020- Pagi itu tiba-tiba ada pesan masuk lewat whatsapp, ku buka ternyata dari sahabatku.  Fila: "Nida' kenal mas Dian?" Aku: "Mas Dian Agus Salim?" Fila: "Iya" Aku: "Oh iya, dia seniorku di komisariat. Kenapa? Kamu sedang ta'aruf?" (Niat iseng ku bertanya)  Fila: "Doakan ya" (Seriusan dia menjawab)

Nahkoda dan Samudra

Hari ini, bisa jadi hatinya berkeping-keping runtuh kembali, berserakan, dan ia mencoba menata kembali, tapi belum begitu kuat, rapuh. Hari ini, bisa jadi air matanya tak tumpah, tapi badannya bergetar hebat, jantungnya berdegup lebih kencang, menahan beban hebat yang menimpa. Hari ini, bisa jadi tatapannya kosong, namun di dalam kedalaman sukmanya mengaga sebuah luka. Hari ini, ia berduka kembali, di samudra yang luas ini ia di tinggalkan kembali (tanpa nahkoda). Hari ini, ia menengadah ke atas, mendongak di atas layar kapal besar diatas samudra luas , menatap tajam langit yang sama luasnya, bahkan lebih luas. "Allah, bersamamu bundaku sayang"

Titik nol

Gambar
Aku mulai menulis lagi, merangkai kata kembali, namun sayang seketika itupun aku hapus kembali. Sebab aku bingung mulai dari mana.  Baikalah, kali ini aku menulis lagi, tak ku hapus kembali, sebab... Aku ingin menyampaikan kisah, padamu.  Genap sudah maret dua ribu dua puluh, bulan ke tiga di tahun ini, rasanya kita semua menghadapi suatu hal bersama. Ya, bersama-sama berduka atas nama sudut pandang kita.  Pandemi, adalah wabah yg berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yg luas, begitulah menurut kamus besar bahasa Indonesia yang baru aku lihat. Kiranya, tak perlu jua aku menulisnya di sini soal segala berita tentangnya, sila kalian cari sepuasnya tentang wabah ini via media sosial yang kalian punya. 

7 hal mengasyikkan kala di rumah aja

Gambar
Manage your time!  "Plan your work and work your plan" -Bekerjalah dengan rencana, kemudian kerjakan rencanamu." Anyway , bisa dikatakan bahwasannya kali ini dunia sedang menghadapi musuh kasat mata, pandemi ini terjadi termasuk di Indonesia. Menurut KOMPAS.com - Beragam penelitian telah dilakukan oleh para ilmuwan di dunia untuk menggali semua informasi tentang virus baru ini. Yups! menurut tirto.id COVID-19 menjadi nama ilmiah baru bagi Virus Corona yang diberikan oleh World Health Organization (WHO). Sebelumnya, WHO mendeteksinya sebagai bagian dari pneumonia baru yang disebut, Novel Coronavirus (2019-nCoV). Nama tersebut, merupakan akronim dari: Coronavirus Disease 2019. Atau kita lebih sering menyebutnya virus corona. Pandemi ini begitu menyita perhatian banyak kalangan, hingga objek kajiannya pun beragam, dari sumber, sifat, cara penyebaran, gejala, hingga vaksin virus corona jenis baru penyebab Covid-19 semuanya diteliti.

Menunggunya hampir setahun

Gambar
"Kita bisa antri kapan saja, tapi Allahlah yang punya kendali, bisa jadi tidak sesuai dengan nomor urut antrian, bisa jadi di perlambat ataupun di percepat". Singkat cerita, hampir setahun saya harus berurusan dengan e-ktp ini, semenjak usia yang harusnya di tetapkan memakai elektronik kartu tanda penduduk, sayang seribu sayang saya harus merelakan dengan banyak drama tetap membawa ktp jadul.  Hari-hari di akhir sekolah menengah atas, mengurus berkas yang butuh ktp, sering kali saya menemui sebuah tertawaan sebab e-ktp saya tak pernah juga sampai pada tangan saya. Hingga seusai masa kuliah, semua berubah. Saya harus mengurus e-ktp. Hampir setahun yang lalu semua drama di mulai semenjak saya meminta adik saya untuk mengurus ktp jadul saya agar diganti e-ktp, namun juga tidak ada titik terang, hingga akhirnya saya mempertanyakan bagaimana kabar e-ktp saya. Makin menyesakkan kala saya mengharap e-ktp jadi, malah ktp jadul saya 'dihilangkan'.  Maka ...

Hari-hari di bulan Februari

Gambar
Hallo Blog!  Hai Blogger!  Tara, aku mengunjungimu hari ini.  Rasa-rasanya lama juga tak menulis dan menumpahkan segala rasa lewat kata-kata.  And here we go, I would like to tell about my journey on February  (hehe lebih tepatnya sih  throwback  sebulanan hari-hari yang di jalani).  Alhamdulillah, Allah Maha baik masih memperkenankan hamba semacam aku untuk menghirup oksigen secara gratis tanpa harus meminta bantuan, masih di perkenankan dengan santai menulis lewat smartphone tanpa infus di tangan.  Alhamdulillah 'ala kulli hal.  Jadi begini, bagiku Februari adalah bulan kejutan, betapa tidak? Sebab di bulan ini rasanya fisik, mental dan hatiku ikut bekerja keras (hehehe).  Pertama  urusan fisik, hampir 3 pekan aku di ajak untuk pulang-pergi naik motor hampir setiap hari terpapar panas dan itu tidak biasa bagiku, dan memasuki ruangan berAc ketika di sekolah, bisa di bayangkan betapa berubahnya suhu tubuh sebab ...

Puisiku puisinya

Selembar kertas menjadi saksi Ingin kuapakan kertas tersebut Kertas itu menatapku dengan tegas Seraya bertanya kenapa tak memanfaatkanku? Kau terdiam membisu dan terpaku Diam-diam kau meliriknya kembali Sebuah kertas yang semenjak tadi menatapmu dalam-dalam Sebuah kertas yang ingin kau tuliskan kata-kata seperti dahulu kala Ingin ku tulis sebuah sajak Tapi sajak apa yang pantas Ingin ku ciptakan sebuah cerita Tapi tak tau bagaimana memulainya? Mulailah menulis! Gerakkanlah tangan diatas kertas itu Akan muncul keajaibannya Perasaan itu akan tumpah bersama kata-kata dan sajak rindu

Ketika ''Buya Hamka; Berbicara tentang perempuan''

Gambar
Bismillahirrahmaanirrahiim... Alhamdulillahirrabbil Aalamiin, sampai juga buku yang selama ini ingin saya lahap, meski butuh beberapa waktu untuk menyelesaikannya, sebab curi-curi waktu untuk membacanya. memebaca karya 'Buya Hamka' tentulah tak boleh tergesa, sebab setiap yang ditulis penuh dengan makna. kalau sekarang, bahasanya adalah 'daging semua'. Sudah saatnya karya seperti ini mendobrak, suguhan yang menyegarkan kerongkongan tersebab hausnya ilmu dari seorang ulama. Saya rasa, perang pemikiaran dan propaganda semakin riuh, sedang orang awam yang benar-benar ingin selamat dalam agamanya sendiri semakin terombang-ambing sebab begitu banyak pula buku bacaan yang disodorkan. Anyway, buku yang saya baca yang hendak saya review adalah pandangan Buya Hamka terkait perempuan itu sendiri. Membaca buku ini seakan 'menampar' saya. merenungi, ''Kenapa engkau diciptakan wahai Marifatun Nida' (baca: menjadi perempuan)?"

Selepas hujan (2)

Gambar
Aku ingin menjadi hujan Kalaupun tidak Aku ingin menari bersama hujan Aku ingin menjadi hujan Kalaupun tidak Aku ingin berteriak diantara hujan Aku ingin menjadi hujan Hujan yang lepas Selepas hujan Aku ingin menjadi hujan Tanpa beban Lepas Aku ingin menjadi hujan

And I'll be there

Gambar
Selalu ada tempat tuk menumpahkan semua hal Selalu ada waktu tuk meluapkan semua kejadian Selalu ada ruang untuk kita bertemu Selalu ada saja yang ingin ku adu Seperti malam ini Wajah teduh dan syahdu beriringan datang, ingin segera aku peluk Sentuhan tangan-tangan yang tak bosan menengadah itu, ingin rasanya mengusap derai yang ada dipipi Seperti malam ini Wajah teduh dan syahdu secepat kilat hilang dan lenyap Ingin rasanya segera bercerita banyak, tapi rasanya kemustahilan itu menjadi balasan apa adanya Seperti malam ini Wajah teduh dan syahdu tampak menunggu, menunggu ada yang berbicara

Selepas hujan

Gambar
Desember memasuki beberapa harinya Tak terasa, waktu-waktu kita telah habis menguap bersama Dua ribu sembilan belas akan tutup buku beberapa tanggal lagi Aku rasa, tahun ini adalah tahun penuh 'misteri' Meski selepas guyuran hujan membasahi relung hati Kau berhak tersenyum lagi, mengucap lirih "Allah Mahabaik" Sebab begitu banyak 'kejutan' yang telah dan akan dihadiahkan