Postingan

22.44 PM: Penghujung Januari

Bagaiamana kabarnya teman-teman? Ngelewatin 31/365 hari yang mengasyikkan dan mendebarkan di tahun ini. Banyak hal yang sudah hinggap dan menetap di kehidupan kita. Malam ini, bersyukur bisa luangin nulis di detik-detik pergantian bulan. Hehe :) Tanggal terakhir di bulan pertama tahun baru, mungkin sebagian orang telah merealisasikan resolusinya. Apa kabar saya? Kok saya makin kesini ngerasa bahwa tahun ini tidak mempunyai ambisi berlebih, atau emang gak sekreatif tahun-tahun sebelumnya yang antusias banget nulis di kertas trus di tempel di almari setiap harapan-harapan? "Lebih ke-berusaha menjalani maksimal setiap kesempatan, mendoakan impian-impian yang belum tuntas terealisasikan dan tentunya memandang hidup lebih sederhana." Cuma pengen ngingetin diri sendiri, bahwa bulan ini tuh fluktuatif banget rasanya hati, fisik dan mental. Mulai dari permulaan bulan yang stay di rumah, bisa baca buku sesuka hati, lanjut masuk kerja di pekan kedua yang ritmenya jauh berbeda, nikmat...

#Buku202satu

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim...  Lama rasanya saya tak menulis di blog, sangat kaku untuk merangkai banyak kata, sebab di tahun 2021 ini tulisan di blog saya bahkan bisa di hitung dengan jari saking jarangnya, hehe :(" But, I'll try to write something about #Buku202satu . Yap! Tagar itu telah saya ambil sebagai tagline untuk kumpulan buku yang saya baca di tahun ini. Harapannya bisa memacu diri lebih teratur untuk membaca, sesekali menulis review terkait buku tersebut. Ternyata butuh effort lebih ya untuk membaca. Tahun ini saya hanya mampu membaca 22 buku. Dan saya ingin menyampaikan ulasan terkait bagaimana perasaan saya usai membaca buku di tahun ini. Check this out, guys 😍 Best Challenge  Membaca buku adalah sebuah ritual yang sangat keren banget bagi saya, tidak perlu ditanyakan lagi begitu banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Kalau kata kak Najwa Shihab "Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca, cari buku itu mari jatuh cinta" . Da...

Tanpajeda

Akuberpurapuramenulisaksarayangentahdimanaujungnya,memeungutkembaliangkasarayangterjebakdalambingkaimelodirinduserpihan,entahlahapakahadayangberubahsemenjakakuberhentimenggambarkanperasaankulewatkata."Kausepertimanusiakehilangannyawa"itulahsejenakdirikumembisikiruhnya.Kaliini,kuajakjemarikumenaridiataskeyboardlusuhtukmenemnimukembali,adakahkabarbaikjikakuinginmenuliskansegalamimpiitulagidisini? Akumengulangkembalimasamasagetirtanpajeda,lusuh,semrawuttakterbaca.Bakmelodiuntaiankatadiparagrafpertama,melelahkantakkanpernahsampai? Adakahdirimuyangsedangmembacadanmemahamiapamaksudku? Rupanyaspasidibuatbukantukmerenggutkedekatankita,tapimemberijarakdanwarna,menyibakmaknadibalikrusuhnyakatayangtakterbaca. Dapatkahkaumenangkapkumpulanhuruftakberjedaini,kawan?  Masrifatun Nida' Gresik, 15 November 2021

Sambung Rasa

Gambar
Sudah hampir dua tahun yang lalu, berawal dari ide, dan singkat cerita terbentuklah tim untuk mewujudkannya. Sebenernya, eksekusinya pun tak begitu lama dan sudah jadi di penerbit. Namun, baru sampai pada tangan pembaca barangkali hari ini. Buku yang kami buat sebagai rasa syukur sekaligus buku yang kami jual dan hasilnya untuk didonasikan.  Banyak kisah dibalik lahirnya "Sambung Rasa", buku ini hadir sesungguhnya dari rasa yang tergerak untuk mewujudkan sebuah karya bersama seluruh kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) khususnya di UIN Malang, mengumpulkan rasa yang sama kala berikatan. Mengurai kembali satu demi satu cerita yang telah tercipta. Mengumpulkan kembali untaian kisah indah yang telah terukir. Dan mulai memupuk segenggam asa, harap, dan cita. IMM UIN Malang telah menjelma menjadi rumah kedua bagi kami. Menjadi wadah yang siap menampung kader dengan berbagai corak dan karakteristik yang berbeda. Beberapa part kalimat yang saya kutip dari prakata ka...

Tentang Masa Lalu Kita

Gambar
Mungkin benar, di butuhkan waktu yang begitu tak terhitung demi mengubur masa-masa kelam yang pernah kita alami, menutup rapat rahasia menyedihkan yang sempat menghampiri dan berjuang menampakkan wajah termanis kala menatap hari-hari berlalu setelahnya.  Ada banyak rangkaian kisah yang terjadi hingga detik ini, beberapa di antaranya begitu menyakitkan, seperti obat pahit yang dapat menyembuhkan, maka masa lalu yang getir itu coba perlahan kita telan.  Beberapa waktu yang lalu ketika menuntaskan membaca buku 'Berani Tidak Disukai' saya mengulang-ulang bagian yang selaras dengan kejadian sehari-hari diantara kita. Berikut kalimatnya. 

Berani Tidak Disukai

Gambar
Bts (read: Behind the story) Sebelumnya, saya mau mengucapkan terima kasih kepada orang baik yang tiba-tiba mau beliin buku bacaan baru yang lumayan lama sudah diincar, semoga segala kebaikan kembali kepadamu yah.  Baik, kali ini saya mau sedikit spoiler tentang isi buku yang baru saja saya khatamkan. Termasuk salah satu buku yang tidak bisa di baca sekali duduk (hehe bagi saya) karena butuh timing yang pas agar bisa merasuk apa aja yang ada di dalamnya.  Sekilas informasi buku berikut.  Judul: Berani Tidak Disukai, (Kirawareru Yuki)  Penulis: Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga Penerjemah: Agnes Cynthia Penerbit: PT Gramedia Pustaka Cetakan: pertama Oktober 2019--cetakan kesembilan Maret 2021 Harga: Berhubung saya dibelikan, saya coba melihat di belakang buku yang tertera adalah (Harga P. Jawa Rp98.000)

Noname

Gemuruh begitu dahsyat menggoncang Namun badai tak mau menghilang semenjak kemarin di kedalaman  Meski derasnya hujan tak jua berpindah  Esok, pelangi pasti menyapa Gresik,_________________ Masrifatun Nida'

Melipatgandakan Bahagia

Gambar
       Saya ingin mengingatkan diri sendiri bahwa kegiatan yang  begitu mengasikkan akhir  pekan  kemarin telah berhasil  dilalui.       Menghabiskan waktu di rumah, mencoba hal baru, melakaukan hal yang di sukai. Aduhai! itu adalah paket spesial (paket komplit pakek telor, haha canda!) . Apalagi kalau kegiatan tersebut hasilnya sanggup untuk dibagikan. Yap, salah satu yang mampu melipatgandakan bahagia bagi saya adalah : Berbagi. Nah, kebetulan kemarin saya memasak cukup banyak martabak dan jus, jadilah para tetangga adalah manusia yang menjadi target saya untuk mencicipi masakan ala kadarnya saya ini. Haha, maklum sebenernya keasinan, tapi masih sangat layak dicicipi loh. Hiihhihii.. Apalagi, Kemarin ada yang komen. "Enak!" Makin membuat saya gak sedih dong. "Berbagilah, dan berbahagialah"  (Masrifatun Nida')

1001 kepala

Saya lupa, kalimat berikut ini perkataan siapa, ataukah pepatah.  "1001 kepala, 1001 pemikiran" (Anonim)  Setidaknya dari kalimat itu, selalu saya ingat dan teringat bahwasanya setiap orang memiliki pemikiran masing-masing. Jadi, jika dua orang berdiskusi, otomatis pemikiran keduanya tidak bisa sama, apalagi lebih dari dua. (Beda lagi kan ya jika sefrekuensi meski cara berpikirnya berbeda).  Maka, jika ada dalam suatu -pembahasan- dan orang lain yang saya ajak bicara tidak sepemikiran dengan saya, kalimat magic diatas selalu menjadi wejangan pendingin bagi pribadi saya yang barangkali saat itu -jleb!-. Benar setiap insan membawa karakter pribadinya, banyak sekali hal yang mampu mempengaruhinya selain internal, seperti latar belakang keluarganya, pendidikannya, lingkungan pergaulannya, buku bacaannya, tontonannya, ruang sosialnya, cara pandangnya, pengalamannya, dan segala macam hal unik lain yang setiap manusia telah menunjukkan dialah ia.  

Kemenangan 2020

Weekend ini menghabiskan waktu sembari nonton youtube . Salah satunya menuntaskan nonton interview Daniel Mananta dengan Herjunot Ali , banyak qoutes yang menggungah dari percakapan dua insan yang cerdas ini.  Salah satunya ungkapannya sebagai berikut;  Daniel: Kemenangan2 apa yang lo punya di tahun 2020? Junot: "Jujur tidak ada"

It's time to [Me time]

Gambar
*Eits, jangan salfok sama jari manis saya yang berwarna oranye yah (baca: habis bermain dengan kunyit) Taraaa! Alhamdulillah atas segala kemampuan tangan ini melakukan banyak hal spektakuler (Allahu Musta'an) , rizki yang patut untuk terus di syukuri. Bagaimana tidak, ia mampu melakukan banyak kegiatan sederhana hingga luar biasa, ya semisal menulis di blog ini untuk menyampaikan sedikit keberhasilanku dalam hal, me-ma-sak! Wkwk, tulisan absurd yang mengarah kepada curhatan ini, semoga berkenan menghibur para pembaca setia blog saya.

Be better than you were yesterday

Gambar
"Ini jalanmu dan milikmu sendiri. Orang lain mungkin berjalan bersamamu, tapi tidak ada yang bisa menggantikan kamu berjalan." (Jalaludin Rumi)  Alhamdulillah 'ala kulli hal, pagi ini seperti biasa menjalani pemuka hari ketika diri berada di rumah, menjalankan kewajiban sembari bersantai tengok televisi atau smarthphone . Pagi seusai subuh, seusai membuat minuman hangat untuk ibunda, saya melipir menemani ibunda yang masih sakit di depan layar mesin kotak bersuara dan bergambar ini. Salah satu siraman rohani pagi bernama Serambi Islam di stasiun TV yakni TVRI, seakan diajak bernostalgia belajar hadist kembali, memoriku berjalan cepat mana kala salah satu ustdazku waktu sekolah menjelaskan tentang sebuah kisah Abu Thalib di akhir hayatnya . Pelajaran Tauhid saat masih di Madrasah menjadi salah satu pelajaran wajib, dan para pengampunya adalah para guru yang telah kuliah di luar negeri seperti Madinah. 

Hutanku diambang nestapa, mari bergerak bersama menjaganya (Perubahan Iklim)

Gambar
Mari kita bersama sejenak mengandaikan diri menjadi seorang yang besar dengan peluang memberikan suatu hal yang begitu berperan luar biasa. Mampu memberikan gebrakan yang positif untuk lingkukan sosial dan alam. Ya, artikel ini ditujukan kepada kamu yang memiliki mimpi besar tentang Indonesia tercinta, sebuah negeri paripurna akan kekayaannya, namun saya begitu tersentak mana kala melihat realita yang menyedihkan di sudut-sudut negara kita. Dan Ketika kesempatan itu datang untuk menuliskan mimpi menjadi pemimpin Indonesia, ada seribu kata cita-cita untukmu negeri Indonesia. Ketika melihat tema, nyali saya sejujurnya ciut. Namun saya tertantang untuk memilki mimpi begitu besar melebihi nyali saya. Problematika Indonesia yang bukan hanya satu namun beribu ini menguras dan mendorong saya untuk menuliskan artikel yang semoga mampu di baca para pemimpin dan juga generasi muda. Here we go . Inilah saya. Seandainya menjadi pemimpin, apa yang akan aku lakukan untuk Indonesia?

Kota[k] Euforia

Gambar
Hiruk pikuk ueforia Apakah hanya milik segelintir saja Janji yang tak di tepati Kata pemanis basa-basi Sedikit lupa sedikit ingat Kian nyata kesenjangan mengikat  Ah, ini milik siapa sebenarnya Hanya segolongan kah -Ku sruput lagi tehku, malam kian dingin, dan tehku seakan ingin membeku-

Siap menghadapi tantangan pendidikan demi generasi masa depan

Gambar
Sebuah tulisan yang merupakan kelanjutan dari tulisan yang saya posting pekan kemarin tentang ( Sebuah pertanyaan ), jika pembahasan kemarin tentang beberapa skenario yang dibuat, maka mendekati ajaran tahun baru yang dengan segala -keterbatasan- banyak hal telah membuat para elit pendidikan membuka suaranya. Salah satunya adalah Menteri Pendidikan Nasional era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Mohammad Nuh.  Menurut dia, diperlukan kebijakan-kebijakan khusus agar pendidikan dapat terus berjalan tanpa hambatan krisis akibat Corona saat ini. Dalam hal ini, dia menyoroti agar sekolah-sekolah dapat memberikan pembelajaran secara lebih aktif meskipun para siswa belajar dari rumah. "Belajar dari rumah, ini betul. Tapi persoalan yang perlu kita cermati adalah sekolah ditutup, dan diganti dengan belajar dari rumah," kata Nuh dalam sebuah diskusi daring, Jumat (19/6).

Mau dibawa kemanakah tahun ajaran baru sekolah kali ini?

Gambar
Perbincangan semakin hangat terjadi dalam dunia pendidikan dalam masa pandemi covid-19 ini. Muncullah beberapa skenario untuk menjawab pertanyaan kapan sekolah di mulai (baca: tahun ajaran baru 2020-2021). Dari beberapa akun yang saya baca, dikutip dari laman Kemko PMK, sedikitnya ada tiga skenario yang telah disiapkan. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mempersiapkan skenario dimulainya pembelajaran bagi pelajar Indonesia saat pandemi Covid-19. Skenario pembelajaran bisa mulai pada Juli atau Agustus dan Desember bahkan Januari 2021. PMK membahas Persiapan Masuk Kembali ke Sekolah melalui telekonferensi di Jakarta, kemarin Jumat (1/5/2020).

Random

Bismillahirrahmairrahiim… Membuka lembar blog bagiku adalah momentum bercerita sepuasnya. Entahlah, bagiku setiap resah akan menemukan redamnya, dan lewat menulis blog adalah salah satu yang kucinta. Alhamdulillah, bagaimana rasanya syawal kali ini kawan? Bagiku, tetap tak sama dengan yang kemarin. Ah berbeda (Meski, ku yakin dari beberapa pembaca pasti tak sependapat dengan apa yang ku rasa). Aku bukan yang termasuk tak bisa mudik atau tak bisa bertemu orangtua, aku telah medapatkan keduanya. Namun, suasana fitri kali ini tak selengkap tahun lalu. Rasa berbedaku ini bukan berarti memupuk rasa kufur dan mengingkari syukur, toh masih banyak hal yang patut disyukuri.

Pantaskah ku berbahagia?

Gambar
Gema takbir menyala Membelalak langit malam bercahaya Allahu Akbar  Allahu Akbar Allahu Akbar Laa Ilaaha Illallah Huwallahu Akbar wa Lillahil Hamd Allah Maha Besar Anak-anak terus bersemangat Mengumandangkan Asma-Nya Allahu Akbar

Kembali

kembali (Puisi Kemenangan) Kemenangan di ujung gerbang Menyapa kaum yang selesai berperang Bagi pejuang merasakan kemenangan Bagi pecundang merasakan kekalahan Kembali,  Kembalinya pribadi suci dihapuskanya noda dalam diri menjadikan momentum kebangkitan diri 

Be happy

Gambar
Di ujung kata Di akhir aksara Tersimpan berjuta kisah Lembaran tulisan akan menjadi saksi Kita pernah beradu kencang Tertawa saling berlomba Kalimat yang tercipta, paragraf yang kita taklukkan Ya, kita menang deri kemalasan beberapa hari ini