Postingan

Sisi lain

Gambar
Well , Alhamdulillah ala kulli haal memasuki hari terakhir bulan puasa, hari-hari yang dilewati begitu menakjubkan. Setiap insan tentu memiliki kisah tersendiri dalam menjalani Ramadhannya, begitupun denganku. Hehe:) Tahun ini rasanya berwarna sekali, meski nampak ya rutinitas "biasa". Soal target, soal capaian Alhamdulillah bisa tercover dengan bijak, hehe gak berani bilang baik nih soalnya tentu masih banyak sekali PRnya, tentu menjadi hamba yang maksimal menjalani setiap ibadah wajib pun sunnah, namun terus bertekad next harus lebih baik. (Semoga Allah ridhoi bertemu dengan bulan mulia ini)  Sepuluh hari terakhir Ramadhan yang di jalani di rumah memiliki kesan tersendiri, oh ya jika tahun sebelumnya bisa menikmati sholat tarawih di masjid selain masjid sekolah dan musholla rumah, rupanya tahun ini tidak bisa di rasakan tersebab ketidak mungkinannya. InsyaAllah tidak mengurangi bahagianya bisa terawih berjamaah tanpa ada kendala -pandemi-. Apalagi pemerintah sud...

Suatu saat nanti

Seperti subuh ini, ku melihat bentangan langit yang tak terdistraksi oleh gedung-gedung tinggi, di depan kantor sekolah melihat dan menikmati syahdunya sayup-sayup bacaan kalam Allah, huruf perhuruf, kata perkara hingga ayat per ayat yang terbata untuk di hafal, meski sesekali teriakan anak-anak, gemuruh tawa memecah konsentrasi aku terus menikmatinya. Sudah pasti, suatu saat nanti aku akan merindukan moment indah seperti ini.  Masrifatun Nida' Gresik, (yang baru ditulis) 26 Ramadhan 1443H

Nikmat tiada tara

Betapa banyak hal yang membuat tertegun, membuat hati begitu lapang bersyukur, ya Allah engkau mengkaruniakan hal-hal yang membuat jiwa semakin bertafakkur.  Hari-hari yang dilewati dengan lancar (meski tidak semudah itu, tetap bisa berjalan), bertemu dengan orang-orang baik, lingkungan yang mendukung, kegelisahan yang berubah menjadi ketenangan kala kita benar-benar mengusahkan dengan ketulusan. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuknya dan keberkahan di setiap keputusan.  Masrifatun Nida' Gresik, 21 Ramadhan 1443H

Nabila namanya

Gambar
Tulisan ini telah di tulis semenjak Nabila menyelesaikan 26 juznya. Alhamdulillah  Nindya Nabila Anindita, yang akrab dipanggil Nabila ini berasal dari Surabaya. Anak manis yang punya tekad masuk program Takhashush di SMPIT Al Ibrah telah mewujudkan cita-citanya kala duduk di kelas 7. Siang itu, Nabila yang diantar keluarganya mulai memasuki rumah tahfidz, dengan langkah pasti ia disambut oleh kawan-kawan lainnya yang sudah lebih dulu datang. Keeseokan harinya, ketika semua berkumpul bersama, saling berkenalan, saling bercengkerama dan tertawa. Ustadzah bertanya kepada setiap anak takhashush yang sedang duduk dihadapannya. Salah satu pertanyaannya adalah "Berapa target hafalan yang ingin kalian capai di takhashush ini?" Dan tiba giliran pada Nabila, dengan senyum ia lirih menjawab "InsyaAllah 15 juz, ustadzah". Detik itulah Allah mengenggam tekadnya. Hari berlalu begitu lambat di awal-awal perjalanan, segala rasa pernah di rasa, mulai dari suka-duka, ter...

Adakah yang lebih indah selain berharap kepada Allah?

Hati yang senantiasa yakin terhadap setiap ketetapanNya. Percaya disetiap yang terjadi tersebab jalan manis yang Allah wujudkan untuknya.  Maka, Adakah yang lebih indah selain berharap kepada Allah?  "I am not worried about whether my du'a will be responded to, but rather I am worrried about whether I will be able to make du'a or not. So if I have been guided by Allah to make du'a, then (I know) that the response will come with it". - Umar ibn al-Khattab (ra) Masrifatun Nida' Gresik, 05 Ramadhan 1443H

Jilbab bunga biru

Gambar
Malam itu, aku dimasukkan dengan terburu oleh tuanku dalam kresek putih, ditempatkan diatas gamis biru yang senada dengan rupaku, yah jilbab bunga biru itulah aku.  "Tumben sekali aku dimasukkan dalam kantong kresek malam-malam, tak seperti biasanya" Bisikku rupanya menganggu dengkuran gamis biru, ia menyuruhku diamlah saja, nanti akan pasti tahu.  Aku pejamkan mataku, dan tiba tiba aku sudah berada dalam ruangan yang baru, tuanku nampaknya sedikit keberatan menentengku masuk ke dalam kamar dan meletakkanku sementara di sampingnya. Aku diam saja (Haha, memang itu keahlianku, jika aku malah menggerutu mungkin aku bisa saja membuat buyar lamunan tuanku)  Pagi datang, nampak gelisah tuannku, seperti ada yang ia khawatirkan, seperti ada yang ia cemaskan. Aku si jilbab bunga biru ia raih dan ia setrika, tanpa pikir panjang tuanku mengambilku. Badanku mulai terasa panas, kembali licin dan rapi. Usai hilang kusutku, tuanku kembali sibuk dengan pena dan buku catatanny...

23.23

Masih terjaga disaat semua manusia terlelap merajut indah mimpi-mimpinya, matany.a masih awas melihat sekeliling, hatinya ia luruskan, otaknya semakin bergumuruh mana kala ia ingat ini itu. Memikirkan esok bagaiamana jadinya. Namun, ia mencoba mengingat kembali kejadian kemarin. Bukankah sama? Ia pun bingung untuk melangkah, tapi entah sudah terbiasa atau mencoba biasa menghadapinya. Ia lakukan, ia berbaik sangka, ia optimis, ia doa. Yah, semua terlewati baik-baik saja. Pukul 23.23 ia menutup smartphonenya bergegas mengambil wudhu, melanjutkan ritual sebelum terlelap diatas labuan kelelahannya. Esok, semua akan baik-baik saja kan? Lirih, ia berbisik di ujung doanya. Masrifatun Nida' Gresik, 03 Ramadhan 1443H

Saling menjaga

Ada banyak hal di luar kuasa kita, manusia sering kali terlena dengan kekuatannya, amnesia mana kamampuannya seakan menjadikan ia serba bisa. Bisa jadi, hari ini jalanan yang sedang engkau lewati terasa mudah, atau perjalanan yang sedang kau usahakan dengan si(apapun) itu terasa begitu ringan, Sadarkan pada dirimu, bahwa kau patut untuk -saling menjaga- untuk tak bosan mengingatkan, suka cita yang diterima ini adalah bersebab dari keridhoaanNya.  Masrifatun Nida' Gresik, 02 Ramadhan 1443H

Ridho atas ketetapan-Nya

🎼🎼 Marhaban yaa Ramadhan, Marhaban yaa Ramadhan, Marhaban ya Syahrus Shiyaam Menjadi bagian dari muslim seluruh dunia yang bersorak riang gembira menyambut kehadirannya. Bulan penuh mulia, bulan suci yang senantiasa ditunggu kehadirannya. Euforia untuk menyambutnya sudah jauh-jauh hari terasa.  Rupanya ada banyak keadaan yang dirasa kala Ramadhan datang menyapa, ada yang tengah di uji Allah sedang sakit dan harus opname di RS, ada pula yang udzur syar'i tak bisa tuk menunaikan terawih perdana yang begitu ia dambakan. Namun, bukankah tak mengurangi sedikitpun rasa bersuka cita akan kehadirannya. Ada letak ridho yang terpatri.  Seketika saya ingat nasehat seorang ustadz, bagaimana bisa kita tahu kalau Allah Ridho terhadap apa yang kita lakukan? Jawabannya adalah: Ketika kitapun Ridho menerimanya, ikhlas menjalani setiap momen yang sudah di takdirkannya, memahami bahwa semua ini pasti ada hikmahnya.  Mengawali hari pertama Ramadhan ini, Firman Allah ini menjadi penutup sek...

Teguran

Aku sudah menyadari hal ini sejak lama, sejak kata-kataku masih tersimpan rapi di dalam sanubari, atau ketika aksara masih bersemayam di dalam otakku, bahwa: Suatu saat ia akan menjelma menjadi tamparan yang keras ketika aku sedang putus asa, atau menjelma menjadi penakluk yang teduh ketika hati mulai payah, atau menjelma menjadi penyejuk di tengah gersangnya nasihat, bahkan bisa menjelma menjadi humor yang membuatku tertawa.  Hari ini, aku membisikkan kata dan menuliskannya seenakku saja (bisa di notes hp, di buku diaryku, di sosial media yang kupunya, atau di blog). Dan pada hari yang berbeda, ketika perasaanku sama ataupun tak sama seperti kala itu merangkainya, rupanya dia sudah menjelma menjadi "teguran" yang menyadarkan.  Masrifatun Nida' Gresik, 16 Maret 2022

Bersyukur Lebih-lebih

Gambar
Masih ingatkah kita ketika masih kecil, berharap mendapatkan sesuatu, ingin membeli barang, lalu menyampaikan ke orangtua. Tak lama, apa yang kita inginkan di wujudkan. Kita berterima kasih kepada beliau. Ada gemuruh bahagia luar biasa tak terkira. Rasanya hari itu luar biasa. Hari dimana senyum lebih manis dan merekah.  Lebih-lebih kita mendapatkannya dengan tangan sendiri. Betapa bersyukurnya kita dengan "pencapaian" itu. Dan betapa bangganya kita dengan perjuangan itu. 

22.44 PM: Penghujung Januari

Bagaiamana kabarnya teman-teman? Ngelewatin 31/365 hari yang mengasyikkan dan mendebarkan di tahun ini. Banyak hal yang sudah hinggap dan menetap di kehidupan kita. Malam ini, bersyukur bisa luangin nulis di detik-detik pergantian bulan. Hehe :) Tanggal terakhir di bulan pertama tahun baru, mungkin sebagian orang telah merealisasikan resolusinya. Apa kabar saya? Kok saya makin kesini ngerasa bahwa tahun ini tidak mempunyai ambisi berlebih, atau emang gak sekreatif tahun-tahun sebelumnya yang antusias banget nulis di kertas trus di tempel di almari setiap harapan-harapan? "Lebih ke-berusaha menjalani maksimal setiap kesempatan, mendoakan impian-impian yang belum tuntas terealisasikan dan tentunya memandang hidup lebih sederhana." Cuma pengen ngingetin diri sendiri, bahwa bulan ini tuh fluktuatif banget rasanya hati, fisik dan mental. Mulai dari permulaan bulan yang stay di rumah, bisa baca buku sesuka hati, lanjut masuk kerja di pekan kedua yang ritmenya jauh berbeda, nikmat...

#Buku202satu

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim...  Lama rasanya saya tak menulis di blog, sangat kaku untuk merangkai banyak kata, sebab di tahun 2021 ini tulisan di blog saya bahkan bisa di hitung dengan jari saking jarangnya, hehe :(" But, I'll try to write something about #Buku202satu . Yap! Tagar itu telah saya ambil sebagai tagline untuk kumpulan buku yang saya baca di tahun ini. Harapannya bisa memacu diri lebih teratur untuk membaca, sesekali menulis review terkait buku tersebut. Ternyata butuh effort lebih ya untuk membaca. Tahun ini saya hanya mampu membaca 22 buku. Dan saya ingin menyampaikan ulasan terkait bagaimana perasaan saya usai membaca buku di tahun ini. Check this out, guys 😍 Best Challenge  Membaca buku adalah sebuah ritual yang sangat keren banget bagi saya, tidak perlu ditanyakan lagi begitu banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Kalau kata kak Najwa Shihab "Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca, cari buku itu mari jatuh cinta" . Da...

Tanpajeda

Akuberpurapuramenulisaksarayangentahdimanaujungnya,memeungutkembaliangkasarayangterjebakdalambingkaimelodirinduserpihan,entahlahapakahadayangberubahsemenjakakuberhentimenggambarkanperasaankulewatkata."Kausepertimanusiakehilangannyawa"itulahsejenakdirikumembisikiruhnya.Kaliini,kuajakjemarikumenaridiataskeyboardlusuhtukmenemnimukembali,adakahkabarbaikjikakuinginmenuliskansegalamimpiitulagidisini? Akumengulangkembalimasamasagetirtanpajeda,lusuh,semrawuttakterbaca.Bakmelodiuntaiankatadiparagrafpertama,melelahkantakkanpernahsampai? Adakahdirimuyangsedangmembacadanmemahamiapamaksudku? Rupanyaspasidibuatbukantukmerenggutkedekatankita,tapimemberijarakdanwarna,menyibakmaknadibalikrusuhnyakatayangtakterbaca. Dapatkahkaumenangkapkumpulanhuruftakberjedaini,kawan?  Masrifatun Nida' Gresik, 15 November 2021

Sambung Rasa

Gambar
Sudah hampir dua tahun yang lalu, berawal dari ide, dan singkat cerita terbentuklah tim untuk mewujudkannya. Sebenernya, eksekusinya pun tak begitu lama dan sudah jadi di penerbit. Namun, baru sampai pada tangan pembaca barangkali hari ini. Buku yang kami buat sebagai rasa syukur sekaligus buku yang kami jual dan hasilnya untuk didonasikan.  Banyak kisah dibalik lahirnya "Sambung Rasa", buku ini hadir sesungguhnya dari rasa yang tergerak untuk mewujudkan sebuah karya bersama seluruh kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) khususnya di UIN Malang, mengumpulkan rasa yang sama kala berikatan. Mengurai kembali satu demi satu cerita yang telah tercipta. Mengumpulkan kembali untaian kisah indah yang telah terukir. Dan mulai memupuk segenggam asa, harap, dan cita. IMM UIN Malang telah menjelma menjadi rumah kedua bagi kami. Menjadi wadah yang siap menampung kader dengan berbagai corak dan karakteristik yang berbeda. Beberapa part kalimat yang saya kutip dari prakata ka...

Tentang Masa Lalu Kita

Gambar
Mungkin benar, di butuhkan waktu yang begitu tak terhitung demi mengubur masa-masa kelam yang pernah kita alami, menutup rapat rahasia menyedihkan yang sempat menghampiri dan berjuang menampakkan wajah termanis kala menatap hari-hari berlalu setelahnya.  Ada banyak rangkaian kisah yang terjadi hingga detik ini, beberapa di antaranya begitu menyakitkan, seperti obat pahit yang dapat menyembuhkan, maka masa lalu yang getir itu coba perlahan kita telan.  Beberapa waktu yang lalu ketika menuntaskan membaca buku 'Berani Tidak Disukai' saya mengulang-ulang bagian yang selaras dengan kejadian sehari-hari diantara kita. Berikut kalimatnya. 

Berani Tidak Disukai

Gambar
Bts (read: Behind the story) Sebelumnya, saya mau mengucapkan terima kasih kepada orang baik yang tiba-tiba mau beliin buku bacaan baru yang lumayan lama sudah diincar, semoga segala kebaikan kembali kepadamu yah.  Baik, kali ini saya mau sedikit spoiler tentang isi buku yang baru saja saya khatamkan. Termasuk salah satu buku yang tidak bisa di baca sekali duduk (hehe bagi saya) karena butuh timing yang pas agar bisa merasuk apa aja yang ada di dalamnya.  Sekilas informasi buku berikut.  Judul: Berani Tidak Disukai, (Kirawareru Yuki)  Penulis: Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga Penerjemah: Agnes Cynthia Penerbit: PT Gramedia Pustaka Cetakan: pertama Oktober 2019--cetakan kesembilan Maret 2021 Harga: Berhubung saya dibelikan, saya coba melihat di belakang buku yang tertera adalah (Harga P. Jawa Rp98.000)

Noname

Gemuruh begitu dahsyat menggoncang Namun badai tak mau menghilang semenjak kemarin di kedalaman  Meski derasnya hujan tak jua berpindah  Esok, pelangi pasti menyapa Gresik,_________________ Masrifatun Nida'

Melipatgandakan Bahagia

Gambar
       Saya ingin mengingatkan diri sendiri bahwa kegiatan yang  begitu mengasikkan akhir  pekan  kemarin telah berhasil  dilalui.       Menghabiskan waktu di rumah, mencoba hal baru, melakaukan hal yang di sukai. Aduhai! itu adalah paket spesial (paket komplit pakek telor, haha canda!) . Apalagi kalau kegiatan tersebut hasilnya sanggup untuk dibagikan. Yap, salah satu yang mampu melipatgandakan bahagia bagi saya adalah : Berbagi. Nah, kebetulan kemarin saya memasak cukup banyak martabak dan jus, jadilah para tetangga adalah manusia yang menjadi target saya untuk mencicipi masakan ala kadarnya saya ini. Haha, maklum sebenernya keasinan, tapi masih sangat layak dicicipi loh. Hiihhihii.. Apalagi, Kemarin ada yang komen. "Enak!" Makin membuat saya gak sedih dong. "Berbagilah, dan berbahagialah"  (Masrifatun Nida')

1001 kepala

Saya lupa, kalimat berikut ini perkataan siapa, ataukah pepatah.  "1001 kepala, 1001 pemikiran" (Anonim)  Setidaknya dari kalimat itu, selalu saya ingat dan teringat bahwasanya setiap orang memiliki pemikiran masing-masing. Jadi, jika dua orang berdiskusi, otomatis pemikiran keduanya tidak bisa sama, apalagi lebih dari dua. (Beda lagi kan ya jika sefrekuensi meski cara berpikirnya berbeda).  Maka, jika ada dalam suatu -pembahasan- dan orang lain yang saya ajak bicara tidak sepemikiran dengan saya, kalimat magic diatas selalu menjadi wejangan pendingin bagi pribadi saya yang barangkali saat itu -jleb!-. Benar setiap insan membawa karakter pribadinya, banyak sekali hal yang mampu mempengaruhinya selain internal, seperti latar belakang keluarganya, pendidikannya, lingkungan pergaulannya, buku bacaannya, tontonannya, ruang sosialnya, cara pandangnya, pengalamannya, dan segala macam hal unik lain yang setiap manusia telah menunjukkan dialah ia.