Doaku sederhana: menjadi muslimah yang baik, menjadi anak sholihah kedua orangtua, dan terus berusaha mencari ridhoNya tuk menjadi mukminah yang istiqomah.
Beberapa hari yang lalu, kami melakukan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, setelah pikiran yang di habisi, saatnya fisik yang di ajak menjalani, jauh sebelum perjalanan, saya sendiri sebenarnya agak mawas diri, sebab kali ini perjalanan yang akan dilewati menggunakan kapal yang belum pernah kami naiki. Apalagi cuaca ekstrem yang menemani akhir-akhir ini. Ketika semua barang sudah kami list, satu persatu kami bungkus dan rapikan dengan alat yang bisa dibawa. Dan baru kali ini, karung kami ajak berkelana, hehe. Oh ya, sebelumnya ada beberapa orang baik datang, mengucapkan hati-hati bahkan beberapa memberikan kenang-kenangan dan juga doa tulus. Memandangi bangunan yang telah memberikan keamanan dan kenyaman selama kami tinggal disini, ah! Pasrah dan sedihnya ada, tapi tidak untuk diratapi . Saatnya berpamitan, dan ini merupakan momen yang menjengkelkan bagiku, air mataku selalu tumpah mana kali mengucap "Maaf ya pak(bu) atas segala khilaf selama bertetangga, dan t...
Bersyukur tiada tara, sebab Allah telah mengamanahkan Adeeva dikehidupan kita. Menafakkuri akan nikmat 2 tahun ini, kau telah meramaikan hati kami berdua. Menjadi penghibur dikala dunia tak baik-baik saja. Mewarnai sejuta emosi yang menarik tuk disabari dan syukuri. Serta menjadikan kami sebagai orangtua tuk tak pernah lelah dalam belajar sampai nanti. Baarokallahu fii umrik wa hayatik, semoga Allah senantisa menjagamu dimanapun dan sampai kapanpun. Membuka aplikasi contraction, mengingat kembali momen kontraksi palsu semalaman sebelum kau lahir, nak. Sekitar 40 kontraksi yamg tercatat hingga memutuskan ke rumah sakit terdekat kala itu. Cerita selengkapnya lahiran Adeeva Masrifatun Nida' Gresik, 25 April 2025
Nampaknya lama sekali saya tidak menulis di blog, (mantra lama yang acap kali saya katakan ketika mau nulis tapi -ragu-). Dan keraguan itu harus pelan-pelan saya robohkan, saya ingin terus menuliskan apapun "keresahan" lewat nulis mustinya si 😆, tapi selalu gagal lagi dan lagi. Ah sudahlah, banyak sekali ini intro di kepalaku. Jadi gini, sebelum menutup tahun 2025 yang lalu, saya sering sekali berpikir banyak hal, yah semacam evaluasi lalu resolusi. Meski tidak harus tertulis, rencana-rencana itu beberapa saya sampaikan kepada pasangan hidup, selebihnya saya simpan sebab tuk diri sendiri (soalnya itu tuh semacam reminder diri akan banyak hal). Bahkan terkadang, saya cukup melongo lalu memutar memori "kok bisa ya perjalanan ini begitu menarik hati?". Yap, sore di penghujung tanggal 31 Desember 2025, tiba-tiba di otak saya terbersit keinginan untuk healing, [2 pekan suami libur dari tugasnya mengajar, (meski nyatanya beliau hampir setiap hari berangkat ke sekolah n...
Komentar
Posting Komentar