Postingan

Ayo, ayo kita pergi makan

Gambar
  "Dek, nanti makan siang di luar yuk" kata mas Akbar tak lama usai kita bersarapan. "Beneran mas?, baiklah" jawabku ceria. Mas Akbar adalah tipe yang jarang sekali makan di luar, beliau lebih sering membelikan kami makan-makanan di luar lalu dimakan bersama di rumah. Amat berbeda denganku sebetulnya, Aku suka makan di luar, mungkin kebiasaan ini dulu sering kulakukan seminggu atau sebulan sekali "ngandok bakso habis les/ pulang sekolah", dan kadang aku merindukan moment-moment tersebut. Aku pernah bercerita kepada mas Akbar dan beliau mendengarkan lalu berbalik cerita kalau tidak pernah seperti itu zaman sekolah dulu. Hehehe. Beberapa waktu beliau sering mengajakku makan di luar, menemani hal-hal yang sebelumnya jarang dijalaninya, hal-hal sederhana seperti ini mungkin bagi sebagian orang biasa. Namun, tidak denganku, Aku super happy . Di waktu yang lain, Aku selalu mencoba menghormati keputusan beliau untuk take away makanan lalu disantap bersama di ...

Pertemuan dan Kebaikan

Gambar
Sering kali, ada perasaan "khawatir dan takut" jika memulai petualangan baru. Merantau kembali ke daerah yang belum begitu dikenal, namun selalu percaya akan kalimat buya Hamka "Kita akan bertemu dengan apa yang kita cari" benar adanya. Semalam suami bertanya dengan nada penasaran selepas membeli beberapa telur untuk sahur di kos didepan gang tempat kami tinggal sekarang. Beliau tanya "Dek, kamu masih ingat gak kira2 sama temenmu yang kelas i7 (program pkpba tahun 2013) dulu pas kuliah?" "Beberapa mungkin mas" ku jawab. (Kamu ingat yang namanya Zidni dek? (Wah, aku benar2 berusaha mengingatnya). Hingga siang tadi, suamiku sengaja menyuruhku berhenti masuk ke dalam kiosnya, lalu bersalaman dan bersilaturrahim padanya. (Kok, masih ingat ya mbk sama aku? Makasih udah di sapa ya mbak, jawabku). Rupanya menarik ya, beberapa kenalan kita dahulu -tak dinyanya- berjumpa pada suatu titik yang tak terduga. MasyaAllah Tabaarakallah, rasanya hangat sekali. L...

Tidak Sesuai Ekspektasi

Gambar
Beberapa hari yang lalu, kami melakukan perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, setelah pikiran yang di habisi, saatnya fisik yang di ajak menjalani, jauh sebelum perjalanan, saya sendiri sebenarnya agak mawas diri, sebab kali ini perjalanan yang akan dilewati menggunakan kapal yang belum pernah kami naiki. Apalagi cuaca ekstrem yang menemani akhir-akhir ini. Ketika semua barang sudah kami list, satu persatu kami bungkus dan rapikan dengan alat yang bisa dibawa. Dan baru kali ini, karung kami ajak berkelana, hehe. Oh ya, sebelumnya ada beberapa orang baik datang, mengucapkan hati-hati bahkan beberapa memberikan kenang-kenangan dan juga doa tulus. Memandangi bangunan yang telah memberikan keamanan dan kenyaman selama kami tinggal disini, ah! Pasrah dan sedihnya ada, tapi tidak untuk diratapi . Saatnya berpamitan, dan ini merupakan momen yang menjengkelkan bagiku, air mataku selalu tumpah mana kali mengucap "Maaf ya pak(bu) atas segala khilaf selama bertetangga, dan t...

Malam-malam akhir tahun

Gambar
Saya bukan tipe yang melakukan ritual tertentu saat malam akhir tahun, sering kali waktu itu saya gunakan untuk tidur pulas, sebab hari sebelumnya sudah menulis banyak sekali resolusi. Hahaha (Meski ya banyak juga si evaluasinya). Namun, ada hal yang berbeda saya rasakan saat menikmati malam-malam akhir tahun di Sumba, kebetulan saat pergantian tahun 2023 menuju tahun 2024 saya sekeluarga menetap di Sumba, saat itu anak kami berusia bulanan, dan saya masih ingat betul bagaimana puncak malam akhir tahun kala itu sangat meriah, seingat saya bahkan sampai pukul 2 pagi WITA, suara dentuman kembang api masih terdengar, Alhamdulillahnya anak kami tidak terbangun. Saya jadi sempat khawatir pada akhir tahun 2025 kemarin, saya takut jika tidak bisa tertidur nyenyak dan anak saya ikut terganggu. Dan nampaknya benar dugaan saya, saat itu mata saya tidak dapat terlelap hingga pukul 3 pagi WITA. Dan saya baru tahu banyak hal menarik yang ada di Sumba saat malam-malam akhir tahun. Dan ...

Perspektif

Gambar
Tulisan kali ini berkelindan dengan tulisan sebelumnya. Jika yang lalu adalah sesuatu yang di luar kendaliku, maka kali ini adalah "saya" yang dapat mengendalikan diriku (untuk bersikap seperti apa ya?).  Diantara membludaknya informasi terhadap seseorang, mulai dari kontennya, life stylenya, live updatenya atau stories yang baru saja ia bagikan lewat akun media yang ia miliki. Kita jadi memiliki atau bahkan menyiapkan waktu untuk mengomentarinya, entah diceritakan lagi kepada orang lain atau hanya di simpan sendiri sambil membatin dalam hati. Dan sikap kita adalah penentunya. Saya jadi ingat pernah mendapatkan sebuah nasihat yang amat indah, "Pada saat seseorang melakukan kekhilafan, cari-carilah kebaikannya, ajari hatimu untuk berbaik sangka". Saya mencoba melatih mata dan hati saya agar mudah menaruh kebaikan di setiap postingan seseorang, mengatur diri agar tidak mudah larut dalam situasi tertentu. Dan ini sangat manjur agar hati kita tidak mudah "menuduh...

Menurutmu bukan menurutku

Gambar
Saya kadang heran, mengapa ada beberapa orang menganggap bahwa hidup saya "cari aman" ya? Hehe. Padahal sering kali saya merobohkan tembok-tembok kemustahilan demi memudahkan jalan saya yang sepertinya tak mudah. Namun, seiring berjalannya waktu, saya anggap hal tersebut adalah doa. Ya, hidup saya aman-aman saja dari segala marabahaya. Aamiin. Inspirasi tulisan ini saya dapatkan ketika baru saja selesai nyebokin bocah usia 2 tahun yang tengah malam kebangun ngompol dikit dilanjut mau di anter ke toilet, sambil nangis-nangis kecil gak jelas (ya namanya setengah sadar, sekarang dia sudah terlelap lagi, Alhamdulillah) Kembali ke topik awal tentang "aman", setelah menelaah lebih lanjut menurut KBBI, perasaan yang saya amini ini sesuai dengan beberapa point pengertiannya, khususnya di point terakhir yakni, tenteram; tidak merasa takut atau khawatir:  Jalan yang saya pilih dengan saudara sekalian memang nampak berbeda, namun bukan berarti saya luput dari badai...

Malam Refleksi

Gambar
Setelah menjadi seorang ibu dari toddler usia 2 tahunan, ada saja hal yang membuat dar-der-dor di setiap harinya, seorang anak yang bertambah keingin tahuannya, bertambah pula ucapan kata-katanya serta tingkah lakunya. Adakala dimana hari terasa begitu hangat, terasa begitu berwarna pun ada hari dimana terasa begitu penuh dengan penyesalan. Hari itu adalah hari dimana ketika seorang ibu tak dapat mengontrol emosinya. Dan hari itu pernah terjadi kepada saya, saya tak dapat menahan luapan emosi yang tak karuan, untung saja saya lalu mencoba tarik napas sejenak, beristighfar lalu mengelus anak saya tersebut, menangis dan meminta maaf. Saya benar-benar kelepasan dan malu rasanya melakukan demikian. Entah berapa buku yang saya baca, berapa podcast yang telah saya dengar, kala itu seakan saya kalah dengan emosi saya, dan lenyap semua ilmu parenting dari profesional. (Untungnya saya masih ingat hal pertama-tama yang harus dilakukan.) Menjadi seorang ibu dan perempuan tak luput dad...

Tenang dan cukup

Gambar
Nampaknya lama sekali saya tidak menulis di blog, (mantra lama yang acap kali saya katakan ketika mau nulis tapi -ragu-). Dan keraguan itu harus pelan-pelan saya robohkan, saya ingin terus menuliskan apapun "keresahan" lewat nulis mustinya si 😆, tapi selalu gagal lagi dan lagi. Ah sudahlah, banyak sekali ini intro di kepalaku. Jadi gini, sebelum menutup tahun 2025 yang lalu, saya sering sekali berpikir banyak hal, yah semacam evaluasi lalu resolusi. Meski tidak harus tertulis, rencana-rencana itu beberapa saya sampaikan kepada pasangan hidup, selebihnya saya simpan sebab tuk diri sendiri (soalnya itu tuh semacam reminder diri akan banyak hal). Bahkan terkadang, saya cukup melongo lalu memutar memori "kok bisa ya perjalanan ini begitu menarik hati?".  Yap, sore di penghujung tanggal 31 Desember 2025, tiba-tiba di otak saya terbersit keinginan untuk healing, [2 pekan suami libur dari tugasnya mengajar, (meski nyatanya beliau hampir setiap hari berangkat ke sekolah n...

Potret Literasi di Indonesia

Gambar
Potret pendidikan literasi di Indonesia menunjukkan kemajuan dalam beberapa aspek, namun masih menghadapi berbagai tantangan yang signifikan. Berikut ini adalah gambaran umum kondisi literasi di Indonesia beserta solusinya: Potret Pendidikan Literasi di Indonesia 1. Rendahnya Tingkat Literasi 🧩 Berdasarkan data dari **PISA (Programme for International Student Assessment)** oleh OECD, kemampuan membaca siswa Indonesia masih di bawah rata-rata negara-negara lain. 🧩 Banyak siswa belum mampu memahami dan menganalisis informasi dalam teks secara mendalam. 2. Ketimpangan Akses dan Kualitas Pendidikan 🧩 Daerah-daerah terpencil atau tertinggal seringkali kekurangan guru berkualitas, sarana belajar, dan akses terhadap buku bacaan. 🧩 Kota-kota besar memiliki fasilitas yang lebih baik, menciptakan kesenjangan antara urban dan rural. 3. Minat Baca yang Masih Rendah 🧩 Survei dari UNESCO menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah. Banyak orang lebih memilih k...

Alhamdulillah, 2 Tahun Adeeva

Gambar
Bersyukur tiada tara, sebab Allah telah mengamanahkan Adeeva dikehidupan kita. Menafakkuri akan nikmat 2 tahun ini, kau telah meramaikan hati kami berdua. Menjadi penghibur dikala dunia tak baik-baik saja. Mewarnai sejuta emosi yang menarik tuk disabari dan syukuri. Serta menjadikan kami sebagai orangtua tuk tak pernah lelah dalam belajar sampai nanti. Baarokallahu fii umrik wa hayatik, semoga Allah senantisa menjagamu dimanapun dan sampai kapanpun. Membuka aplikasi contraction, mengingat kembali momen kontraksi palsu semalaman sebelum kau lahir, nak. Sekitar 40 kontraksi yamg tercatat hingga memutuskan ke rumah sakit terdekat kala itu. Cerita selengkapnya lahiran Adeeva Masrifatun Nida' Gresik, 25 April 2025

Sedih? Sewajarnya saja!

Setelah semua yang diusahakan dengan maksimal, namun kenyataannya belum juga menjadi rezeki. Tak apa bersedih. Mengambil sudit ruang tuk bertapa, mengoreksi diri dan langkah-langkah. Kadang, sambil terisak terpukul. Sesekali menggumam "kok bisa ya?" Lalu relung hati berbisik, [[ya mudah bagi Allah.]] Qadarullah wa Masya Fa'ala. Rupanya rasanya jauh lebih lega setelah berjuang melakukan yang terbaik, mencoba lagi meski dipatahkan. Setidaknya kita sudah mencoba (ulang). Selalu ada hikmah dibalik kejadian. Barangkali sekarang kamu belum merasakan. Tapi yakin inilah takdir terbaik Allah. Allahul Musta'an 🥹 Gresik, 25 Maret 2025 M | 25 Ramadhan 1446 H

Dibalik Rewelnya Anak

Gambar
"Cup, cup,cup" sudah ya nak nangisnya, saya coba menengangkan. Ternyata suara tangisannya semakin kencang dan menjadi-jadi, gerakan tubuhnya meminta dipeluk dan terkadang tidak terkontrol. Kadang, ia hanya ingin mengungkapkan sesuatu namun tidak dapat mengungapkannya, maka menangis adalah jalan satu-satunya. Ya, itulah yang saya rasakan kemarin. Saat sudah malam, Adeeva susah sekali diajak untuk memulai tidurnya. Ia ingin terus belajar huruf hijaiiyah, padahal energi saya rasanya sudah terkuras cukup habis sebab aksi rewelnya tadi siang. Ia yang tidak mau ditinggal barang sebentar, yang nempel kemana saja saya pergi, meminta untuk ditemani saat bermain, lalu seringkali bertanya dimana papanya sekarang? "Paling dia pngin 2 ortu ne hdir nemeni tp gk bisa ngungkapin" balasan chat yang dikirim suami saat saya bercerita kejadian Adeeva hari ini. Ayah Adeeva sedang di Surabaya untuk menjalankan pembekalan, kami di Gresik. Ayahnya berangkat ke Surabaya kala itu saat dia ...

Perjalanan Penuh Kejutan

Gambar
Doc: Ayah, Ibu & Adeeva Januari 2024 366 hari tahun ini Mari bersyukur atas hal-hal baik yang terus kita usahakan, ada kuasa Allah didalamnya. Mari bersabar atas hal- hal tak terduga yang membuat hati nelangsa, sebab ada pertolongan Allah di setiap detiknya. Seperti Adeeva yang di awal Januari belum bisa berjalan, di akhir Desember ini ia sudah bisa berlarian. Ia yang terus belajar mengenal banyak hal, mengeja kata pelan-pelan dan sekarang juga sudah bisa berhitung perlahan. Seperti gigihnya semangat suami upgrade diri, pelan-pelan Allah ijabah lewat "one shot" mimpinya diterima. Atas segala dedikasinya selama ini, semoga terus Allah jaga semangat belajarnya. Allahumma Baarik. Seperti diriku sendiri, yang pelan- pelan melakukan banyak hal positif dan perbaikan. Menekuni kembali hobi yang dicintai, menerima kesempatan baru & juga melepas apa yang belum rezeki. Atau kebahagiaan bisa melakukan perjalanan Sumba-Kupang, Kupang- Sumba lalu Sumba-Jawa dan Jawa- Sumba...

Perjalanan Sebagian Orang

Gambar
"Hidup adalah perjalanan yang penuh dengan keajaiban yang tak terduga." Kali ini, perjalanan kami tempuh lewat jalur air, yups! Naik kapal laut. Namun, sebelum menikmati asyiknya fasilitas kapal, kami harus melewati perjalanan cukup waktu menuju pelabuhan dari tempat kami tinggal. Setelah semua barang yang jumlahnya cukup banyak dibanding dengan sebelum-sebelumnya acara "mudik" ini kami lakukan. Beberapa hari yang lalu, saya catat dan list aneka rupa barang bawaan. Kami menyepakati keputusan bahwa "Suami naik motor, membawa beberapa barang bawaan. Saya & Adeeva naik mobil travel dengan beberapa barang pula." "Pak sudah dimana?" Tanya suami ke sopir mobil travel lewat gagang telepon "Su dekat mas." Jawab singkat sopir Barang satu persatu kami angkut. Nampaknya, rencana kami tentu sudah diatur jalannya sama Sang Kuasa. Semua naik ke dalam mobil yang cukup besar -termasuk motor suami-. Pintu dan jendela ditutup, hujan deras mengguyu...

Resensi Buku: Panduan Lengkap Merawat Bayi 0-1 Tahun

Gambar
"Wah, kenapa bayi saya menangis terus?" "Supaya kaki bayi tidak bengkok atau berbentuk O, bayi harus dibedong kencang kah?" "Apakah pisang boleh diberikan kepada bayi usia seminggu supaya cepat kenyang. Benarkah hal itu?" Contoh beberapa pertanyaan yang dikutip dari buku "Panduan Lengkap Merawat Bayi 0-1 Tahun" bagi orang tua baru. Pertanyaan-pertanyaaan yang sering kali muncul itu, tentu butuh jawaban yang komprehensif. Alih-alih mempercayai mitos tanpa bukti, buku ini menjadi solusi mendapatakan jawaban yang praktis sesuai medis. Judul: Panduan Lengkap Merawat Bayi 0-1 Tahun Karya: dr. Meta Hanindita, Sp. A. Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2016 Jumlah halaman: 121 Harga: Rp 86.000,- Bahasa: Indonesia Menjadi orang tua baru itu butuh ilmu, selain mendapatkannya dari pengalaman orang sekitar (baik orang tua, mertua, tetangga, teman sebaya atau media sosial). Maka buku panduan juga menjadi sarana tuk mendapatkannya. Dari buku ...

Darurat Pendidikan di Tengah Wabah yang Tidak Aman

Karya: Masrifatun Nida’ “Pendidikan adalah hak bagi setiap insan yang bernyawa, dan kecerdasan adalah keniscayaan bagi yang berjuang mengusahakannya.”  Seirama dengan kewajiban yang di sampaikan Rasulullah terhadap menuntut ilmu bagi ummatnya yang tertulis indah dalam hadist, pun Indonesia memiliki cita-cita luhur tuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan termaktub lewat undang-undang dasar 1945 bahwa pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara. Lewat narasi itulah yang membuat saya terngiang manakala berbicara soal pendidikan. Tantangan seiring berjalannya masa, dan hari ini sudah hampir dua tahun berjalan tantangan itu semakin nyata di depan mata. Tantangan nyata itu adalah badai pandemi (virus corona-19) melanda seluruh penjuru dunia, tak terkecuali menghantam Indonesia. Tantangan yang meluluhlantakkan berbagai lini, mulai dari pariwisata, ekonomi, hingga pendidikan. Dan disinilah kita akan mulai berkelana, menengok jalan yang sudah di lalui oleh pendidikan yang beriringan den...

Penyejuk hati & mata

Menutup malam ini dengan bermusyawarah dan berdiskusi dengan suami akan banyak hal. Di akhir, beliau menyampaikan betapa luar biasanya anak kita Adeeva. "Adeeva itu masyaAllah, dek" ujar suami "Kenapa mas? Bagaimana tadi perjalanan ke apotek dan lain-lainnya saat sampean sama Adeeva sendiri naik motor (tanpa aku, cz lagi sakit jadi di rumah)" Tanyaku beruntun. "Alhamdulillah aman, sembari memegangi Adeeva dek pastinya. Tadi tujuan pertama kan ke apotek, Adeeva aku tanyain "Beli obat buat siapa, nak?" Trus dia menjawab "mama". Jadi sepanjang jalan itu dia aku sounding beli obat buat mama." Jawab beliau  "MasyaAllah ya mas." Jawabku "Iya dek, bahkan setelah membayar dan diberikan obatnya ia terus memegangi kreseknya, ku minta untuk taruh di sepeda pun ia tetap memegangi kresek obatnya. Lalu ke tempat tujuan lainnya, beli pisang molen bahkan beli bakso, dia tidak menggubris dan tetap fokus menjaga kresek obat buat mamanya i...

Pisang mas

"Sawo sawo, pisang pisang, rumput laut"... Suara penjual sayur menggema dan mendekat di bibir pintu, selepas ku menutup handphone kala itu. "Oh iya bu, jual apa bu?" Tanyaku segera. Dan ibu penjual tersebut mengulangi beberapa produk jualannya. Satu baskom besar warna hitam yang penuh akan buah pisang beserta beberapa kresek rumput laut diatasnya, ku lihat iapun menurunkan tas tenteng yg penuh buah sawo, ditambah beberapa kresek berisi 'entahlah buntalan apa(?)' Pikirku. "Oh ini sawo apa bu?" Tanyaku "Sawo ungu" Jawabnya Aku berdecit, berpikir tentang sawo ungu, menelaah kembali dan bertanya ulang "Sawo ungu?", "Iya" tangkas ibunya. "Kalau pisang ini harga berapa bu?" Tanyaku kembali, sambil menenangkan Adeeva yang bergelendot kepadaku. "Sepuluh ribu, mbak"  Seusai ibunya menjawab, ku tertegun (bagaimana cara menolak dengan baik ya, aku baru ingat jika di dalam dompet sepertinya uangnya ti...

JANJI UNTUK AYAH

Gambar
Duaarr 💥💥 Akhirnya, air mataku tumpah juga. Ending yang membuat mata terbelalak dan hati yang tak siap menerimanya. Mengapa mesti begitu? "Tanyaku berulang-ulang". Telah kuhabiskan lembar per lembar hasil karya indah ini. Sebuah novel, yang; Berjudul: Janji untuk Ayah Karya: Nurunala "Penulis novel best seller (Seribu Wajah Ayah)" Penerbit: Grasindo Tahun Terbit: 2024  Jumlah Halaman: 192  Rate: 5/5 ⭐️ Tak ada yang lebih menyedihkan dari kepergian tanpa pesan. // Tak ada yang lebih menyesakkan dari perpisahan tanpa lambai tangan. Sebuah kalimat pembuka yang langsung membuat mataku berbinar. Menyusup ke dalam sanubari, mengingatkan padaku akan kejadian 8 tahun yang lalu, saat aku merasakan "tiba-tiba ditinggalkan" tanpa aba-aba oleh orang terasayang. Novel yang menceritakan tentang sebuah (perjalanan) seorang pemuda beranama Gilang Satria Bahari, atau yang lebih akrab di panggil Elang. Selepas kepergian orang terdekat & terkasih satu-satunya yang ia ...